Iwan Fals Komentari Soal Eks KPK Jualan Nasi Goreng

CNN Indonesia | Selasa, 12/10/2021 10:00 WIB
Iwan Fals mengomentari eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini berjualan nasi goreng setelah tak lolos TWK. Iwan Fals mengomentari eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini berjualan nasi goreng setelah tak lolos TWK. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Musisi Iwan Fals mengomentari pemberitaan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi yang kini bekerja sebagai penjual nasi goreng karena tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan.

"Padahal nasi goreng makanan khas Indonesia berasal dari negeri China sejak 4000 SM. Makanan nomor dua terenak setelah rendang. Obama aja suka... kok bisa ya enggak lolos TWK," cuit Iwan Fals pada Selasa (12/10).

CNNIndonesia.com sudah meminta izin kepada Iwan Fals untuk mengutip pernyataan tersebut.


Tangan dingin mantan pegawai Fungsional Biro Hukum KPK Juliandi Tigor Simanjuntak kini sibuk memainkan racikan bumbu nasi goreng dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu dilakukan setelah tak lagi bekerja di KPK.

Tigor merupakan satu dari 57 pegawai KPK yang dipecat karena tak lolos alih status sebagai Aparatur Sipil Negara lembaga tersebut. Ia mengaku sudah tiga minggu berjualan nasi goreng.

Dengan berbekal gerobak yang ditempeli stiker "Nasi Goreng Rempah KS", Tigor berjualan di Jalan Raya Hankam, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat

Saat tengah melayani para pembeli beberapa waktu lalu, mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo mengunjungi tempatnya berjualan.

Tak berselang lama, turut hadir pula mantan penyidik KPK Novel Baswedan bersama istri dan anaknya. Yudi dan Novel juga dipecat KPK imbas tak lolos alih status pegawai KPK karena tes wawasan kebangsaan (TWK).

Yudi, Novel dan Tigor lantas bersalaman dan foto bersama di depan gerobak nasi goreng. Yudi dan Novel sama-sama menikmati sajian nasi goreng rempah yang dibuat Tigor.

Novel mengatakan bahwa kehadirannya bersama Yudi untuk memberikan dukungan kepada Tigor yang membuka usaha nasi goreng.

"Bahwa apapun yang kita lakukan dalam koridor semata-mata ingin menjaga integritas dalam rangka kejujuran itu sangat luar biasa," kata Novel.

Novel menganggap upaya Tigor menjual nasi goreng usai dipecat KPK patut diapresiasi. Ia berharap semua keputusan dan langkah yang diambil Tigor bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sejumlah pegawai KPK yang dipecat oleh Firli Cs diketahui memilih jalan usaha untuk mengisi waktu sementara. Data yang dihimpun mantan Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap, setidaknya ada 7 mantan pegawai yang membuka usaha berjualan.

Selain Tigor, mantan penyelidik, Ronald Paul Sinyal; mantan Spesialis Humas Muda, Ita Khoiriyah alias Tata; hingga mantan pegawai bidang Deteksi dan Analisis Korupsi, Panji Prianggoro juga membuka usaha berjualan.

Puluhan pegawai KPK itu sebelumnya mendapat tawaran menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Polri. Namun, mereka belum menyatakan sikap bulat untuk bergabung atau tidak.

(Tim)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK