Jakarta, CNN Indonesia -- One Piece chapter 1.031 langsung melanjutkan apa yang terjadi di akhir chapter 1.030. Chapter ini dibuka dengan rasa takjub anak buah Beast Pirates setelah melihat Big Mom babak belur dihajar Trafalgar Law dan Eustass Kid.
Di sisi lain, Kid dan Law tampak kehabisan tenaga lantaran mengaktifkan mode awakening mereka demi bisa menyingkirkan Big Mom. Namun harapan Big Mom akan kalah sirna setelah Linlin bangkit dari reruntuhan dan mengambil nyawa para anak buah Kaido.
Nyawa itu dia gunakan memperkuat Napoleon, Hera, dan Prometheus, serta menciptakan 'monster' baru dari reruntuhan yang menimpa dirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk Big Mom, dia mengurangi nyawanya sendiri sebanyak satu tahun demi memperoleh kekuatan tambahan. Sosok Big Mom mendadak jadi sangat besar dan dia kembali berhadapan dengan Law dan Kid.
Big Mom sempat memuji kekuatan Law dan Kid karena sukses melukai dirinya. Karena itu, Big Mom tak akan memaafkan kedua anggota Supernova tersebut dan akan bertarung dengan lebih serius.
Di sisi lain, Kid dan Law akhirnya memutuskan untuk totalitas dan menghabisi Big Mom dengan seluruh sisa kekuatan mereka.
Adegan kemudian pindah ke negosiasi antara Scrathmen Apoo dan X Drake yang menemui kegagalan. Drake menolak tawaran kerja sama dari Apoo dan tetap berada di sisi geng Luffy, setidaknya untuk saat ini.
Di tengah duel itu, Yamato tiba-tiba hadir mencari jalan pintas menuju ruang penyimpanan bahan peledak milik Kaido. Yamato membuat kekacauan di ruangan itu hingga membuat salah satu Numbers bergerak untuk mengejar putra mahkota Kaido tersebut.
Tak mau kehilangan kesempatan mendapat dukungan Yamato, Apoo mengajak dua Numbers lain untuk menangkap Nami.
Review One Piece Chapter 1.031 lanjut ke sebelah..
Permintaan Sanji
One Piece chapter 1.031 dibuka dengan rasa takjub anak buah Beast Pirates setelah melihat Big Mom babak belur dihajar Trafalgar Law dan Eustass Kid. (CNN Indonesia/Hanna Azarya)
Fokus cerita kemudian beralih ke Sanji. Sanji masih dalam pelarian sekaligus mencari apa yang terjadi dalam tubuhnya setelah dalam beberapa chapter terakhir ia merasakan keanehan.
Di tengah jalan, Sanji dituding melukai seorang perempuan. Hal ini terdengar tidak masuk akal karena Sanji adalah karakter yang sangat menghormati perempuan.
Sanji pun semakin takut dirinya akan benar-benar berubah jadi seperti saudaranya, dan menjadi sosok prajurit pembunuh yang tak punya hati.
Sanji pun berada di persimpangan jalan dan bertanya-tanya apakah Luffy akan memilih prajurit pembunuh tanpa hati, atau koki yang tak mampu menghadapi musuh perempuan.
Akhirnya Sanji menetapkan pilihannya. Di hadapan Queen, dia menghancurkan raid suit pemberian sang ayah yang dia anggap jadi penyebab perubahan dalam tubuhnya.
Sanji tak mau menjadi tentara khas Germa 66 dan masih ingin menjadi dirinya sendiri. Pada momen itu, Sanji menghubungi Zoro yang masih sibuk meladeni King.
Sanji mengatakan bila ia kehilangan akal sehatnya sendiri di akhir perang Onigashima, ia meminta Zoro membunuh dirinya. Zoro sempat bingung dengan permintaan Sanji itu, tapi akhirnya dengan senang hati mengabulkannya.
Zoro menegaskan dia menantikan hasil akhir dari perang Wano dan meminta Sanji untuk tidak mati sebelum semuanya berakhir.
One Piece Chapter 1.031 pun ditutup dengan serangan tiba-tiba Sanji kepada Queen. Dia menggunakan jurus Hell Memories yang membuat salah satu All-Star Kaido itu terhempas sekaligus terbakar api yang keluar dari kaki Sanji.