Ahli Nilai Tudingan Snowdrop Distorsi Sejarah Prematur
CNN Indonesia
Jumat, 17 Des 2021 14:25 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ahli menilai tudingan Snowdrop mendistorsi sejarah itu prematur karena drama tersebut bahkan belum tayang. Snowdrop tayang mulai 18 Desember. (Foto: jTBC via Instagram)
Jakarta, CNN Indonesia --
Snowdrop termasuk drama Korea yang paling dinantikan tayang tahun ini. Drama tersebut menjadi debut JisooBLACKPINK sebagai bintang utama drama. Itu juga menjadi comeback Jung Hae-in setelah membintangi D.P di tahun yang sama.
Namun, nama-nama tersebut bukan menjadi satu-satunya alasan Snowdrop ramai diperbincangkan belakangan ini. Drama tersebut juga sempat dituding mendistorsi sejarah Korea.
Tudingan itu melahirkan petisi untuk menghentikan dan membatalkan rencana penayangan Snowdrop yang diajukan ke Kantor Kepresidenan Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petisi itu sudah muncul pada Maret 2021 bahkan di saat jTBC selaku saluran televisi yang memproduksi dan menayangkannya baru memberikan secuplik informasi mengenai drama tersebut.
Profesor Bahasa dan Sastra Korea dari Universitas Nasional Chungnam, Yun Suk-jin, mengatakan terasa prematur untuk menuding Snowdrop sudah pasti mendistorsi sejarah bahkan di saat belum tayang di layar kaca.
"Ini adalah masalah sensitif, tetapi sampai sekarang, kami memiliki terlalu sedikit informasi untuk menilai serial ini, yang bahkan belum menayangkan episode pertamanya," kata Yun Suk-jin kepada The Korea Times Kamis (9/12).
Di sisi lain, tudingan distorsi sejarah juga muncul ketika jTBC merilis jadwal tayang Snowdrop beberapa pekan lalu. Netizen menilai drama itu mengagung-agungkan mata-mata Korea Utara.
Kemudian tudingan Korea Utara terlibat dalam Pemberontakan Gwangju 198- seperti yang diklaim Presiden Chun Doo-hwan saat membela penindasan mematikan pemerintahnya.
Meski menilai prematur, Yun Suk-jin tetap mengingatkan tim di belakang layar untuk tetap berhati-hati serta bertanggung jawab dalam proses kreatif, terutama ketika bersinggungan dengan sejarah.
"Tapi kebebasan artistik mereka juga harus dijamin," sambungnya.
Protes terkait sejarah bukan hal baru bagi industri drama Korea. Sebelum Snowdrop, netizen melayangkan protes terhadap Joseon Exorcist hingga drama itu dihentikan setelah menayangkan dua episodenya.
Namun, Yun Suk-jin melihat kasus Snowdrop dan Joseon Exorcist berbeda. Ia menekankan protes terhadap Joseon Exorcist muncul setelah drama itu tayang
"Pada kasus pertama [Joseon Exorcist], drama itu menyebabkan kegemparan setelah menayangkan episode pertamanya dan orang-orang mengangkat masalah soal adegan tertentu. Itu sesuatu yang bisa dimengerti," tuturnya.
"Tapi dalam kasus Snowdrop, kami memiliki belum melihat dramanya," ucapnya.
Sebelumnya, jTBC telah buka suara mengenai tudingan-tudingan itu, termasuk mengagung-agungkan nama salah satu badan pemerintah Korea Selatan atau yang sekarang dikenal dengan Kementerian Keselamatan dan Perencanaan Nasional (NIS).
Snowdrop mengisahkan Im Su-ho (Jung Hae-in) mahasiswa pascasarjana dari universitas bergengsi yang berasal dari Jerman dan memiliki banyak rahasia. Suatu kejadian membuatnya bertemu Eun Young-ro (Jisoo BLACKPINK).
Selain Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae-in, Snowdrop juga dibintangi beberapa pemain lain seperti Yoo In-na, Jang Seung-jo, Yoon Se-ah, Kim Hye-yoon, dan Jung Yoo-jin.
Selain Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae-in, Snowdrop juga dibintangi oleh oleh beberapa pemain lain seperti Yoo In-na, Jang Seung-jo, Yoon Se-ah, Kim Hye-yoon, dan Jung Yoo-jin.
Snowdrop akan tayang pada 18 Desember 2021 di Disney+ Hotstar.
Snowdrop termasuk drama Korea yang paling dinantikan tayang tahun ini. Drama tersebut menjadi debut JisooBLACKPINK sebagai bintang utama drama. Itu juga menjadi comeback Jung Hae-in setelah membintangi D.P di tahun yang sama.
Namun, nama-nama tersebut bukan menjadi satu-satunya alasan Snowdrop ramai diperbincangkan belakangan ini. Drama tersebut juga sempat dituding mendistorsi sejarah Korea.
Tudingan itu melahirkan petisi untuk menghentikan dan membatalkan rencana penayangan Snowdrop yang diajukan ke Kantor Kepresidenan Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petisi itu sudah muncul pada Maret 2021 bahkan di saat jTBC selaku saluran televisi yang memproduksi dan menayangkannya baru memberikan secuplik informasi mengenai drama tersebut.
Profesor Bahasa dan Sastra Korea dari Universitas Nasional Chungnam, Yun Suk-jin, mengatakan terasa prematur untuk menuding Snowdrop sudah pasti mendistorsi sejarah bahkan di saat belum tayang di layar kaca.
"Ini adalah masalah sensitif, tetapi sampai sekarang, kami memiliki terlalu sedikit informasi untuk menilai serial ini, yang bahkan belum menayangkan episode pertamanya," kata Yun Suk-jin kepada The Korea Times Kamis (9/12).
Di sisi lain, tudingan distorsi sejarah juga muncul ketika jTBC merilis jadwal tayang Snowdrop beberapa pekan lalu. Netizen menilai drama itu mengagung-agungkan mata-mata Korea Utara.
Kemudian tudingan Korea Utara terlibat dalam Pemberontakan Gwangju 198- seperti yang diklaim Presiden Chun Doo-hwan saat membela penindasan mematikan pemerintahnya.
Meski menilai prematur, Yun Suk-jin tetap mengingatkan tim di belakang layar untuk tetap berhati-hati serta bertanggung jawab dalam proses kreatif, terutama ketika bersinggungan dengan sejarah.
"Tapi kebebasan artistik mereka juga harus dijamin," sambungnya.
Ahli menilai tudingan Snowdrop mendistorsi sejarah itu prematur karena drama tersebut bahkan belum tayang. Snowdrop tayang mulai 18 Desember. Foto: (Arsip jTBC via Hancinema)
Protes terkait sejarah bukan hal baru bagi industri drama Korea. Sebelum Snowdrop, netizen melayangkan protes terhadap Joseon Exorcist hingga drama itu dihentikan setelah menayangkan dua episodenya.
Namun, Yun Suk-jin melihat kasus Snowdrop dan Joseon Exorcist berbeda. Ia menekankan protes terhadap Joseon Exorcist muncul setelah drama itu tayang
"Pada kasus pertama [Joseon Exorcist], drama itu menyebabkan kegemparan setelah menayangkan episode pertamanya dan orang-orang mengangkat masalah soal adegan tertentu. Itu sesuatu yang bisa dimengerti," tuturnya.
"Tapi dalam kasus Snowdrop, kami memiliki belum melihat dramanya," ucapnya.
Sebelumnya, jTBC telah buka suara mengenai tudingan-tudingan itu, termasuk mengagung-agungkan nama salah satu badan pemerintah Korea Selatan atau yang sekarang dikenal dengan Kementerian Keselamatan dan Perencanaan Nasional (NIS).
Snowdrop mengisahkan Im Su-ho (Jung Hae-in) mahasiswa pascasarjana dari universitas bergengsi yang berasal dari Jerman dan memiliki banyak rahasia. Suatu kejadian membuatnya bertemu Eun Young-ro (Jisoo BLACKPINK).
Selain Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae-in, Snowdrop juga dibintangi beberapa pemain lain seperti Yoo In-na, Jang Seung-jo, Yoon Se-ah, Kim Hye-yoon, dan Jung Yoo-jin.
Selain Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae-in, Snowdrop juga dibintangi oleh oleh beberapa pemain lain seperti Yoo In-na, Jang Seung-jo, Yoon Se-ah, Kim Hye-yoon, dan Jung Yoo-jin.
Snowdrop akan tayang pada 18 Desember 2021 di Disney+ Hotstar.