5 Live-Action Adaptasi Anime/Manga Terburuk

CNN Indonesia
Minggu, 23 Jan 2022 11:40 WIB
Beberapa live-action anime/manga dihujat karena sejumlah faktor, mulai dari alur yang tidak sesuai dengan manga, efek CGI, hingga para karakternya. Beberapa live-action anime/manga dihujat karena sejumlah faktor, mulai dari alur yang tidak sesuai dengan manga, efek CGI, hingga para karakternya. (dok. Kôdansha/Licri/Nikkatsu/Toho Company/Toneplus Animation Studios IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah manga diadaptasi menjadi live-action. Namun, beberapa live-action dihujat karena sejumlah faktor. Mulai dari alur yang tidak sesuai dengan manga, efek CGI, hingga para karakternya.

Diberitakan CBR dan Screenrant, berikut lima live-action terburuk hasil adaptasi manga.

1. Attack on Titan

Attack on Titan merupakan manga shonen yang ditulis dan diilustrasikan Hajime Isayama. Manga itu dimuat dalam Bessatsu Shōnen Magazine sejak September 2009-April 2021.


Manga Attack on Titan kemudian diangkat menjadi film yang tayang pada 2015. Film ini diramaikan sejumlah bintang termasuk, Haruma Miura, Hiroki Hasegawa, dan Kiko Mizuhara.

Namun, ide anime Attack on Titan dianggap terlalu besar dan ambisius untuk dibuat ulang dengan versi live-action. Selain itu, teknologi CGI yang digunakan dalam live-action ini disebut hanya seperti sandiwara layar hijau.

Attack on Titan juga dikritik karena hanya ada satu karakter Asia yaitu Mikasa Ackerman. Sementara itu, pemeran lainnya memiliki nama dan berpenampilan seperti orang Eropa.

Attack on Titan (2015)Attack on Titan (2015). Ide anime Attack on Titan dianggap terlalu besar dan ambisius untuk dibuat ulang dengan versi live-action. (dok. Kôdansha/Licri/Nikkatsu/Toho Company/Toneplus Animation Studios IMDb)

2. Dragon Ball Evolution

Dragon Ball merupakan manga yang ditulis dan diilustrasikan Akira Toriyama pada 1984. Manga tersebut kemudian dimuat dalam Weekly Shōnen Jump sejak 1984 hingga 1995.

Dragon Ball mengisahkan perjalanan Son Goku yang dari kecil berlatih seni bela diri. Sepanjang perjalanannya, Goku bertemu banyak teman, menemukan warisan, serta bertempur dengan penjahat.

Sejak dirilis, Dragon Ball menjadi salah satu manga tersukses sepanjang masa karena telah terjual di lebih dari 40 negara dan animenya disiarkan di lebih dari 80 negara.

Pada 2002, manga tersebut dibuat dalam versi film yang berjudul Dragonball Evolution. Namun, film ini mendapat kritik dari sejumlah pihak.

Film ini dianggap buruk karena menghapus mitologi Goku yang menjelaskan bagaimana dia menjadi seorang Saiyan dan memperoleh kemampuannya.

Setelah film ini dikritik, Ben Ramsey selaku penulis naskah meminta maaf karena telah menggunakan pendekatan yang salah dalam menulis naskah film tersebut.

[Gambas:Youtube]


Live-Action anime/manga terburuk lanjut ke sebelah..

Live-Action Adaptasi Anime/Manga Terburuk

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER