Menyoal Kegemaran Industri Bikin Live-Action Anime

Tim | CNN Indonesia
Minggu, 23 Jan 2022 07:25 WIB
Rumah produksi Jepang dan Hollywood masih gemar menyiapkan live-action anime/manga walau banyak yang tak disambut baik fan. (Rumah produksi Jepang dan Hollywood masih gemar menyiapkan live-action anime/manga walau banyak yang tak disambut baik fan. Foto: Arsip Netflix via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa judul live-action anime/manga tengah dipersiapkan banyak rumah produksi, baik Jepang atau Hollywood, untuk tayang dalam waktu dekat. Salah satunya adalah The Kindaichi Case Files yang dijadwalkan tayang April 2022.

Serial live-action itu bakal dibintangi Shunsuke Michieda Naniwa Danshi dan diproduksi Nippon TV. Hisashi Kimura (The Files of Young Kindaichi Neo) dipercayakan untuk mengarahkan serial tersebut.

Sementara itu, naskah serial dipercayakan kepada penulis Yuuko Kawabe dan Tetsuya Oishi (Death Note, Death Note: The Last Name).


Pengumuman itu disampaikan beberapa bulan setelah Netlix mengumumkan pemeran serial live-action One Piece yang memicu pro dan kontra di antara penggemar, terutama internasional.

Netflix juga mengunggah surat dari sang kreator Eiichiro Oda atau Oda sensei yang mengatakan terlibat dalam pemilihan pemeran serial live-action One Piece.

Serial atau film live-action anime produksi Jepang memang lebih diterima dengan hangat oleh basis penggemar ketimbang Hollywood.

Bukti nyata terlihat dari Death Note produksi Jepang dan Death Note versi Netflix. Berdasarkan Rotten Tomatoes, Death Note versi Jepang (2006) mendapatkan tomatometer 78 persen, bahkan meningkat jadi 80 persen untuk sekuelnya, Death Note 2: The Last Name.

Sementara itu, pembuatan ulang Death Note versi Hollywood yang tayang pada 2017 mendapatkan Tomatometer 38 persen.

Death Note (2017) merupakan satu dari sekian banyak upaya Hollywood menghadirkan live-action anime. Contoh lainnya adalah Ghost in the Shell yang dibintangi Scarlett Johansson.

"Kesulitannya adalah gaya Hollywood dengan film-film besar ini berfungsi bila dengan aktor-aktor papan atas, yang seringkali menghasilkan whitewashing," kata Burunova kepada CNBC.

"Dengan gaya Hollywood ini, ada banyak ruang untuk kesalahan dan ruang bagi fans untuk sangat kecewa... [mereka] harus bekerja sangat keras untuk mendekati segalanya mulai dari desain set, kostum, hingga memastikan plot dan pengembangan karakternya kuat," lanjutnya.

Lanjut ke sebelah...

Menyoal Kegemaran Industri Bikin Live-Action Anime

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER