Sutradara Beber Resep Aksi Zombi yang Riil di All of Us Are Dead
CNN Indonesia
Sabtu, 29 Jan 2022 23:16 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Demi membuat adegan zombi dalam All of Us Are Dead terasa realistis, pemeran dan kru disebut melakukan latihan secara khusus. (Arsip Netflix via @netflixkr)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sutradara Lee Jae-kyoo menceritakan rahasia di balik adegan serial zombi All of Us Are Dead. Demi membuat adegan dalam All of Us Are Dead terasa realistis, pemeran dan kru disebut melakukan latihan sebelum pengambilan gambar adegan.
"Saya pikir itu [latihan] adalah yang paling penting karena yang paling saya inginkan adalah perasaan realistis dari adegan-adegan," ujar Lee Jae-kyoo dalam konferensi pers virtual, baru-baru ini.
"Saya pikir itu benar-benar membantu kami menciptakan adegan yang hebat," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa adegan juga disebut memerlukan latihan yang intens. Adegan tersebut adalah saat di kafetaria dan perpustakaan sekolah. Pada adegan itu, terdapat sekitar 200 pemeran yang melakukan adegan aksi.
Sutradara Lee Jae-kyoo juga mengungkapkan cerita di balik gerakan zombi dalam All of Us Are Dead. Ia mengungkapkan bahwa gerakan tersebut dibuat oleh seorang koreografer dan aktor.
"Kami memiliki koreografer dan aktor, jadi keduanya menciptakan sinergi yang luar biasa dalam menghidupkan zombi," Lee Jae-kyoo.
Beberapa adegan All of Us Are Dead disebut memerlukan latihan yang intens. Adegan tersebut adalah saat di kafetaria dan perpustakaan sekolah. (Yang Hae-sung/Netflix)
"Saya bangga dengan pertunjukan kami [All of Us Are Dead] bahwa detail gerakan zombi telah ditingkatkan secara signifikan," lanjutnya.
Para pemeran All of Us Are Dead sendiri memiliki kesan mendalam terkait latihan intens tersebut. Yoon Chan-young dan Yoo In-soo bahkan sempat muntah saat menjalani sesi latihan untuk adegan aksi.
Yoon Chan-young, Yoo In-soo, dan Park Solomon melakukan latihan terpisah dari pemeran lainnya. Latihan mereka disebut terdiri dari tiga sesi yang masing-masing berdurasi sekitar satu jam.
Saat menjalani sesi pertama selama 20 menit, Yoo In-soo pergi ke kamar mandi dan muntah karena latihan terasa intensif serta sulit.
"Saya tidak tahu bahwa itu [latihan] akan menjadi intens. Jadi kami sarapan, tetapi pelatihan khusus untuk kami bertiga benar-benar sulit," ujar Yoo In-soo dalam konferensi pers virtual, Rabu (26/1).
"Di 20 menit pertama saya tidak bisa mengendalikan diri. Saya tidak bisa mengendalikan tubuh. Jadi, saya pergi ke kamar mandi, saya muntah," lanjutnya.
Tidak jauh berbeda dari Yoo In-soo, Yoon Chan-young juga sempat muntah saat menjalani sesi latihan pertama. Ia menyebut latihan tersebut sangat menguras tenaganya.
"Jika saya tidak muntah, saya tidak tahu apa yang akan terjadi kepada saya di sesi kedua," ujar Yoon Chan-young. "Saya pikir sesi pertama benar-benar yang terburuk. Itu yang paling menguras tenaga,"
Yoon Chan-young menyebut sesi latihan pertama dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Sementara itu, sesi kedua dan ketiga digunakan untuk melatih teknis dalam adegan aksi.
Sementara itu, Park Solomon mengaku berusaha menahan agar tidak muntah saat berlatih. Namun, ia harus beristirahat hingga menjalani terapi akupunktur.
All of Us Are Dead dibintangi sejumlah aktor dan aktris muda, seperti Park Ji-hoo, Lim Jae-hyeok, Cho Yi-hyun, dan Yoon Chan-young.
Demi menciptakan ikatan emosional sebagai teman sekolah, mereka melakukan sejumlah pendekatan, seperti membaca naskah bersama dan bermain permainan tradisional Korea.
All of Us Are Dead diangkat dari webtun populer karya Joo Dong-geun. Serial ini mengikuti para siswa SMA Hyosan yang terperangkap di sekolah dengan wabah virus zombi.
Para siswa mau tidak mau harus bersatu untuk bertahan hidup melawan kawanan zombi yang berkeliaran di lorong-lorong sekolah. Hal itu juga membuat mereka harus bertahan di dalam kelas.
Mereka kemudian mencari bantuan dari luar. Namun, orang-orang termasuk polisi tak percaya dengan panggilan minta tolong tersebut. Polisi menyepelekan panggilan itu bahkan menilainya sebagai lelucon.
Beberapa siswa terus berupaya menghubungi polisi untuk meminta bantuan tapi selalu dianggap sebagai gurauan belaka. Hingga akhirnya seorang polisi mulai curiga dan meminta anggota yang lain memeriksa SMA Hyosan.
All of Us Are Dead tayang 28 Januari di layanan streaming Netflix.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sutradara Lee Jae-kyoo menceritakan rahasia di balik adegan serial zombi All of Us Are Dead. Demi membuat adegan dalam All of Us Are Dead terasa realistis, pemeran dan kru disebut melakukan latihan sebelum pengambilan gambar adegan.
"Saya pikir itu [latihan] adalah yang paling penting karena yang paling saya inginkan adalah perasaan realistis dari adegan-adegan," ujar Lee Jae-kyoo dalam konferensi pers virtual, baru-baru ini.
"Saya pikir itu benar-benar membantu kami menciptakan adegan yang hebat," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa adegan juga disebut memerlukan latihan yang intens. Adegan tersebut adalah saat di kafetaria dan perpustakaan sekolah. Pada adegan itu, terdapat sekitar 200 pemeran yang melakukan adegan aksi.
Sutradara Lee Jae-kyoo juga mengungkapkan cerita di balik gerakan zombi dalam All of Us Are Dead. Ia mengungkapkan bahwa gerakan tersebut dibuat oleh seorang koreografer dan aktor.
"Kami memiliki koreografer dan aktor, jadi keduanya menciptakan sinergi yang luar biasa dalam menghidupkan zombi," Lee Jae-kyoo.
Beberapa adegan All of Us Are Dead disebut memerlukan latihan yang intens. Adegan tersebut adalah saat di kafetaria dan perpustakaan sekolah. (Yang Hae-sung/Netflix)
"Saya bangga dengan pertunjukan kami [All of Us Are Dead] bahwa detail gerakan zombi telah ditingkatkan secara signifikan," lanjutnya.
Para pemeran All of Us Are Dead sendiri memiliki kesan mendalam terkait latihan intens tersebut. Yoon Chan-young dan Yoo In-soo bahkan sempat muntah saat menjalani sesi latihan untuk adegan aksi.
Yoon Chan-young, Yoo In-soo, dan Park Solomon melakukan latihan terpisah dari pemeran lainnya. Latihan mereka disebut terdiri dari tiga sesi yang masing-masing berdurasi sekitar satu jam.
Saat menjalani sesi pertama selama 20 menit, Yoo In-soo pergi ke kamar mandi dan muntah karena latihan terasa intensif serta sulit.
"Saya tidak tahu bahwa itu [latihan] akan menjadi intens. Jadi kami sarapan, tetapi pelatihan khusus untuk kami bertiga benar-benar sulit," ujar Yoo In-soo dalam konferensi pers virtual, Rabu (26/1).
"Di 20 menit pertama saya tidak bisa mengendalikan diri. Saya tidak bisa mengendalikan tubuh. Jadi, saya pergi ke kamar mandi, saya muntah," lanjutnya.
Menguras Tenaga
Demi membuat adegan zombi dalam All of Us Are Dead terasa realistis, pemeran dan kru disebut melakukan latihan secara khusus. (Arsip Netflix)
Tidak jauh berbeda dari Yoo In-soo, Yoon Chan-young juga sempat muntah saat menjalani sesi latihan pertama. Ia menyebut latihan tersebut sangat menguras tenaganya.
"Jika saya tidak muntah, saya tidak tahu apa yang akan terjadi kepada saya di sesi kedua," ujar Yoon Chan-young. "Saya pikir sesi pertama benar-benar yang terburuk. Itu yang paling menguras tenaga,"
Yoon Chan-young menyebut sesi latihan pertama dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Sementara itu, sesi kedua dan ketiga digunakan untuk melatih teknis dalam adegan aksi.
Sementara itu, Park Solomon mengaku berusaha menahan agar tidak muntah saat berlatih. Namun, ia harus beristirahat hingga menjalani terapi akupunktur.
All of Us Are Dead dibintangi sejumlah aktor dan aktris muda, seperti Park Ji-hoo, Lim Jae-hyeok, Cho Yi-hyun, dan Yoon Chan-young.
Demi menciptakan ikatan emosional sebagai teman sekolah, mereka melakukan sejumlah pendekatan, seperti membaca naskah bersama dan bermain permainan tradisional Korea.
All of Us Are Dead diangkat dari webtun populer karya Joo Dong-geun. Serial ini mengikuti para siswa SMA Hyosan yang terperangkap di sekolah dengan wabah virus zombi.
Para siswa mau tidak mau harus bersatu untuk bertahan hidup melawan kawanan zombi yang berkeliaran di lorong-lorong sekolah. Hal itu juga membuat mereka harus bertahan di dalam kelas.
Mereka kemudian mencari bantuan dari luar. Namun, orang-orang termasuk polisi tak percaya dengan panggilan minta tolong tersebut. Polisi menyepelekan panggilan itu bahkan menilainya sebagai lelucon.
Beberapa siswa terus berupaya menghubungi polisi untuk meminta bantuan tapi selalu dianggap sebagai gurauan belaka. Hingga akhirnya seorang polisi mulai curiga dan meminta anggota yang lain memeriksa SMA Hyosan.
All of Us Are Dead tayang 28 Januari di layanan streaming Netflix.