Cosplay Bukan Cuma Main-main dengan Kostum

CNN Indonesia
Minggu, 15 Mei 2022 11:00 WIB
Cosplay tidak sekadar bermain kostum, tapi juga mengembangkan kemampuan lainnya mulai dari jahit hingga akting. Cosplay tidak sekadar bermain kostum, tapi juga mengembangkan kemampuan lainnya. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tampil mengenakan busana dari karakter yang disukai menjadi kebanggaan tersendiri bagi para cosplayer. Tidak terkecuali bagi Rikku dan Echow. Terlebih, saat tampil di event cosplay besar.

Namun, menjadi cosplayer tidak hanya sekadar mengenakan kostum karakter yang diperankan. Mereka juga memiliki beberapa kemampuan lain agar semakin menggeluti hobi bermain kostum itu.

Tidak sedikit cosplayer juga terlibat langsung sebagai konseptor kostum yang dipakai. Rikku, misalnya, yang merupakan cosplayer dari Jakarta.


Rikku membuka jasa pembuatan kostum sekaligus membuat kostumnya sendiri untuk cosplay. Ia mengatakan, untuk merealisasikan satu karakter membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Cosplayer Rikku Tachibana berdandan di workshop Gondrong-Gondrong Cosplay. Jakarta, Jumat, 13 Mei 2022. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)Aksesoris dan wig cosplay yang dibuat oleh Rikku. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

"Dulu cosplay enggak segampang sekarang, sangat-sangat butuh waktu untuk membuat satu karakter. Misalnya, nyicil dari wignya karena kita proses sendiri," kata Rikku yang dulu masih harus berburu aneka pernak-pernik cosplay.

"Wignya kita cari, sepatunya dulu nyicil, baru atasannya. Jadi, benar-benar [dicari] satu persatu," imbuhnya.

Kini ia tidak lagi perlu berburu kostum cosplay karena sudah memiliki bisnis kostum cosplay-nya sendiri. Tentu saja Rikku tidak sendirian dalam menjalani bisnis itu.

"Kalo dibuat sendiri dengan ramai-ramai itu berbeda. Buat sendiri lebih lama, kalau keroyokan otomatis lebih cepat. Kalo kerja sama jadi lebih cepat," kata Rikku.

"Cosplay itu enggak cuma kostum. Ada weapon-nya dan bagaimana caranya agar terlihat riil. Itu lebih masuk ke segmen efek sehingga bisa seperti karakternya," imbuhnya.

Meski demikian, Rikku mengaku tetap membutuhkan jasa penjahit profesional bagi kostum-kostum yang ia rasa sulit untuk dibuat sendiri, terutama kostum yang terbuat dari bahan kain.

"Enggak semuanya dikerjakan sendiri. Tetap ada yang minta tolong, tapi sisanya dibuat sendiri. [Ada] yang diserahkan ke penjahit, itu pun polanya kami yang buat dan diawasi terus," kata Rikku.

"Seperti desainer, mereka buat rancangan tapi yang menjahit bukan mereka. Tapi, mengawasi kualitasnya, mereka terus dikontrol. Kalo enggak nanti hasilnya gagal dan berantakan," imbuhnya.

Begitu pula dengan Echow, cosplayer asal Jakarta lainnya. Ia mengaku belajar menjahit dan menyusun kostum secara autodidak dengan modal YouTube hingga Facebook.

Semua itu ia tempuh demi mendapatkan desain kostum yang sesuai dengan keinginan. Tak hanya memberikan kepuasan tersendiri, hal itu juga mendorong kreativitasnya.

"Pokoknya dulu hasilnya masih jelek, lama-lama saya belajar, dan dari lomba juga memberikan insight," kata Echow kepada CNNIndonesia.com.

Echow CosplayHasil kostum cosplay yang dibuat oleh Echow. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Hirzan Ibnurrusyd(

Lanjut ke sebelah...

Makin Mendalami Karakter, Makin Bagus

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER