Kepala Desa Ungkap Kisah Nyata Film KKN di Desa Penari
CNN Indonesia
Kamis, 19 Mei 2022 15:41 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Menteri BUMN Erick Thohir mencari tahu kisah nyata di balik film KKN di Desa Penari dari Sudirman yang diduga kepala desa lokasi KKN itu. Foto: (MD Pictures via Twitter)
Jakarta, CNN Indonesia --
Artikel ini mengandung spoiler.
Lokasi KKN di Desa Penari kembali menjadi sorotan di tengah kesuksesan film tersebut di box office Indonesia. Film yang berawal dari utas horor di Twitter tersebut menjadi film horor terlaris sepanjang masa di Indonesia.
Sama seperti utasnya, film KKN di Desa Penari pun viral dan menarik perhatian banyak orang, termasuk Menteri BUMN Erick Thohir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun sempat berbincang-bincang dengan Sudirman yang disebut sebagai pengelola dan penjaga Rowo Bayu Banyuwangi, lokasi yang diduga menjadi tempat KKN. Dalam video yang diunggah ke media sosial, Erick Thohir menanyakan kisah nyata dari film KKN di Desa Penari.
"Jadi ini true story ya? Bukan hanya mitologi dan dongeng ya, Pak?" tanya Erick Thohir.
"Cerita Desa Penari berangkat dari KKN 2008. Itu ada enam mahasiswa dari Surabaya," Sudirman mulai bercerita.
Sudirman kemudian bercerita panjang mengenai kisah yang disebut terjadi di dunia nyata dan sudah disaksikan lebih dari 6,2 juta orang di bioskop Indonesia.
"Nah, dalam studi kasusnya, dua remaja itu ada ikatan asmara. Sehingga, dalam menjelajah itu mereka tidak di situs tapi keluar dari situs, agak ke Utara-nya. Di situ ketemu dengan seseorang, dan diajak mampir ke rumahnya," cerita Sudirman.
"Sampai di rumahnya, mereka diberi suguhan, dijamu, diberi makanan, dan lain lain. Dan kemudian mahasiswa itu bertanya ini desa apa. Orang tersebut menjawab, "Ini desa Penari,'" lanjut Sudirman.
Sudirman kemudian menceritakan dua remaja tersebut sempat diberi bingkisan ketika hendak kembali ke Rowo Bayu. Bingkisan itu terbungkus rapi dengan kertas koran dan kemudian dibawa pulang.
Namun, situasi menjadi menyeramkan ketika dua mahasiswa tersebut tiba di tempat KKN dan bertemu teman-temannya.
"Langsung ke tempat wisata Rowo Bayu, di bawah tiang bendera itu ada bundaran, bangunan, teman temannya sudah di situ. Cerita lah mahasiswa itu ke teman-temannya kalau mereka dari atas dan di situ ada desa, namanya Desa Penari," cerita Sudirman.
"Protes lah teman-temannya,'Enggak mungkin, enggak desa di atas.'"
Tak terima dengan protes itu, kata Sudirman, dua remaja tersebut menunjukkan bungkusan 'oleh-oleh' dari Desa Penari. Namun, bungkusan itu sudah berubah dan berisikan hal mengerikan.
Lanjut ke sebelah...
Kisah tersebut digambarkan melalui adegan Widya (Adinda Thomas) dan Wahyu (Fajar Nugraha) saat hendak kembali ke tempat KKN mereka setelah berbelanja dari pasar. Berawal dari motor yang tiba-tiba mogok, mereka tiba di sebuah desa yang seperti sedang berpesta.
Padahal, penjaga tempat KKN yakni Pak Prabu (Kiki Narendra) sebelumnya sudah memberi tahu mereka bahwa tak ada desa lain di sekitar sana.
Sudirman kemudian mengungkapkan kondisi dua remaja tersebut usai kejadian aneh itu.
"Si laki-laki (mahasiswa)-nya ini langsung pisan dan dalam beberapa hari kemudian meninggal. Kemudian ceweknya menyusul satu bulan kemudian. Meninggal juga, Pak," ucap Sudirman.
"Ini versi cerita sesungguhnya dari kepala Desa Rowo Bayu."
Ia pun menegaskan semuanya adalah fakta dengan mengatakan detail waktu dari KKN para mahasiswa tersebut semua tercatat. Selain itu, Sudirman juga menunjukkan foto lokasi yang diduga menjadi pancuran mata air tempat pemandian.
Erick Thohir sempat terbelalak ketika mendengarkan nasib dua remaja tersebut. Namun, ia mengaku tertarik untuk kembali ke Banyuwangi, bahkan ke Desa Penari, setelah mendengarkan cerita tersebut.
"Saya sudah datang ke Banyuwangi dua kali, berarti akan ketiga kali untuk melihat desa wisata. Tapi ke desa Penari siang-siang saja. Nanti ada yang tertinggal, saya takut," kata Erick Thohir sambil tertawa.
Saat utas di Twitter viral pada 2019 lalu, sejumlah identitas dalam kisah KKN di Desa Penari telah disamarkan, seperti lokasi persisi desa, nama asli para karakter beserta latar belakangnya, termasuk wilayah dalam kisah ini.
Pengaburan identitas tersebut mendorong netizen untuk mengulik lebih dalam soal identitas Desa Penari tersebut hingga memunculkan sejumlah teori, salah satunya desa tersebut berlokasi di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur.
Film KKN di Desa Penari digarap Awi Suryadi yang sebelumnya menggarap saga Danur. Selain dibintangi beberapa aktor muda, film ini juga melibatkan aktor senior seperti Kiki Narendra, Aulia Sarah dan Dewi Sri.
KKN di Desa Penari tayang sejak 30 April dan masih bisa disaksikan di bioskop.
Jakarta, CNN Indonesia --
Artikel ini mengandung spoiler.
Lokasi KKN di Desa Penari kembali menjadi sorotan di tengah kesuksesan film tersebut di box office Indonesia. Film yang berawal dari utas horor di Twitter tersebut menjadi film horor terlaris sepanjang masa di Indonesia.
Sama seperti utasnya, film KKN di Desa Penari pun viral dan menarik perhatian banyak orang, termasuk Menteri BUMN Erick Thohir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun sempat berbincang-bincang dengan Sudirman yang disebut sebagai pengelola dan penjaga Rowo Bayu Banyuwangi, lokasi yang diduga menjadi tempat KKN. Dalam video yang diunggah ke media sosial, Erick Thohir menanyakan kisah nyata dari film KKN di Desa Penari.
"Jadi ini true story ya? Bukan hanya mitologi dan dongeng ya, Pak?" tanya Erick Thohir.
"Cerita Desa Penari berangkat dari KKN 2008. Itu ada enam mahasiswa dari Surabaya," Sudirman mulai bercerita.
Sudirman kemudian bercerita panjang mengenai kisah yang disebut terjadi di dunia nyata dan sudah disaksikan lebih dari 6,2 juta orang di bioskop Indonesia.
"Nah, dalam studi kasusnya, dua remaja itu ada ikatan asmara. Sehingga, dalam menjelajah itu mereka tidak di situs tapi keluar dari situs, agak ke Utara-nya. Di situ ketemu dengan seseorang, dan diajak mampir ke rumahnya," cerita Sudirman.
"Sampai di rumahnya, mereka diberi suguhan, dijamu, diberi makanan, dan lain lain. Dan kemudian mahasiswa itu bertanya ini desa apa. Orang tersebut menjawab, "Ini desa Penari,'" lanjut Sudirman.
Sudirman kemudian menceritakan dua remaja tersebut sempat diberi bingkisan ketika hendak kembali ke Rowo Bayu. Bingkisan itu terbungkus rapi dengan kertas koran dan kemudian dibawa pulang.
Namun, situasi menjadi menyeramkan ketika dua mahasiswa tersebut tiba di tempat KKN dan bertemu teman-temannya.
"Langsung ke tempat wisata Rowo Bayu, di bawah tiang bendera itu ada bundaran, bangunan, teman temannya sudah di situ. Cerita lah mahasiswa itu ke teman-temannya kalau mereka dari atas dan di situ ada desa, namanya Desa Penari," cerita Sudirman.
"Protes lah teman-temannya,'Enggak mungkin, enggak desa di atas.'"
Tak terima dengan protes itu, kata Sudirman, dua remaja tersebut menunjukkan bungkusan 'oleh-oleh' dari Desa Penari. Namun, bungkusan itu sudah berubah dan berisikan hal mengerikan.
Lanjut ke sebelah...
Versi Film
Kisah di balik film dan utas KKN di Desa Penari diungkap Sudirman yang diduga penjaga Rowo Bayu, lokasi KKN. Foto: (MD Pictures via Twitter)
Kisah tersebut digambarkan melalui adegan Widya (Adinda Thomas) dan Wahyu (Fajar Nugraha) saat hendak kembali ke tempat KKN mereka setelah berbelanja dari pasar. Berawal dari motor yang tiba-tiba mogok, mereka tiba di sebuah desa yang seperti sedang berpesta.
Padahal, penjaga tempat KKN yakni Pak Prabu (Kiki Narendra) sebelumnya sudah memberi tahu mereka bahwa tak ada desa lain di sekitar sana.
Sudirman kemudian mengungkapkan kondisi dua remaja tersebut usai kejadian aneh itu.
"Si laki-laki (mahasiswa)-nya ini langsung pisan dan dalam beberapa hari kemudian meninggal. Kemudian ceweknya menyusul satu bulan kemudian. Meninggal juga, Pak," ucap Sudirman.
"Ini versi cerita sesungguhnya dari kepala Desa Rowo Bayu."
Ia pun menegaskan semuanya adalah fakta dengan mengatakan detail waktu dari KKN para mahasiswa tersebut semua tercatat. Selain itu, Sudirman juga menunjukkan foto lokasi yang diduga menjadi pancuran mata air tempat pemandian.
Erick Thohir sempat terbelalak ketika mendengarkan nasib dua remaja tersebut. Namun, ia mengaku tertarik untuk kembali ke Banyuwangi, bahkan ke Desa Penari, setelah mendengarkan cerita tersebut.
"Saya sudah datang ke Banyuwangi dua kali, berarti akan ketiga kali untuk melihat desa wisata. Tapi ke desa Penari siang-siang saja. Nanti ada yang tertinggal, saya takut," kata Erick Thohir sambil tertawa.
Saat utas di Twitter viral pada 2019 lalu, sejumlah identitas dalam kisah KKN di Desa Penari telah disamarkan, seperti lokasi persisi desa, nama asli para karakter beserta latar belakangnya, termasuk wilayah dalam kisah ini.
Pengaburan identitas tersebut mendorong netizen untuk mengulik lebih dalam soal identitas Desa Penari tersebut hingga memunculkan sejumlah teori, salah satunya desa tersebut berlokasi di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur.
Film KKN di Desa Penari digarap Awi Suryadi yang sebelumnya menggarap saga Danur. Selain dibintangi beberapa aktor muda, film ini juga melibatkan aktor senior seperti Kiki Narendra, Aulia Sarah dan Dewi Sri.
KKN di Desa Penari tayang sejak 30 April dan masih bisa disaksikan di bioskop.