Pihak agensi membantah Nam Joo-hyuk melakukan bullying selama di bangku sekolah. (Foto: dok. Choi Yong-bin for Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pihak agensi dari Nam Joo-hyuk membantah bahwa sang aktor telah melakukan bullying atau perundungan saat masih bersekolah. Management SOOP mengatakan berita yang beredar seputar kasus perundungan tersebut sama sekali tidak benar.
"Setelah memeriksa kebenarannya dengan sang aktor (Joo-hyuk) mengenai artikel berita pertama, dapat dipastikan bahwa semua isinya tidak benar sama sekali," tulis Management SOOP, dilansir dari laman Instagram agensi, pada Senin (20/6).
Pihak agensi menyayangkan bahwa laporan dari media yang mempublikasikan artikel yang menduga Joo-hyuk melakukan perundungan tidak melakukan verifikasi fakta dengan agensi maupun aktor yang terlibat di dalamnya.
Dengan demikian, agensi akan melaporkan media terkait ke Komite Arbitrase Media (PAC) untuk diminta mengoreksi artikel karena telah merusak reputasi Joo-hyuk atas pemberitaan tersebut.
Management SOOP mengatakan saat ini mereka sedang berdiskusi dengan penasihat hukum untuk menindak kejadian ini.
"Kami juga akan mengajukan tuntutan pidana terhadap reporter yang membuat laporan awal dan informan anonim," lanjut pernyataan agensi.
Kemudian, pihak agensi juga mengungkapkan bahwa mereka merasa sakit hati atas pemberitaan yang tidak benar terhadap Nam Joo-hyuk.
"Sang aktor dan keluarganya yang paling menderita dari rumor dan gosip tidak jelas yang tidak bijaksana, dan belum dikonfirmasi sama sekali," kata Management SOOP.
Selain itu, agensi juga akan menindak apabila ada pihak yang menyebarluaskan klaim sepihak secara daring tanpa ada pemeriksaan fakta terlebih dulu.
Oleh karena itu, Management SOOP meminta publik agar menghentikan penyebarluasan rumor dan membuat spekulasi terhadap Joo-hyuk.
"Kami akan mengambil tindakan tegas tanpa hukuman ringan untuk interpretasi jahat yang berlebihan, tindakan yang mendorong interpretasi tersebut, atau postingan dan komentar jahat yang melampaui ekspresi opini sederhana," tegas Management SOOP.
"Data yang telah dikumpulkan melalui pemantauan juga akan dikenakan tindakan hukum," lanjutnya.
Nam Joo-hyukdiduga melakukan perundungan saat duduk di kursi SMP dan SMA. Sumber anonim tersebut, dilansir dari The Days News, mengungkapkan bahwa ia merupakan korban perundungan selama enam tahun oleh seorang aktor yang sedang naik daun saat ini.
Kemudian, sumber tersebut mengungkap bahwa Nam Joo-hyuk merupakan salah satu dari 15 pelaku perundungan di sekolah.
Para pelaku perundungan itu disebut mendorong tubuh, mengumpat, hingga memukul korban. Selain itu, korban juga disuruh membelikan para pelaku roti dari kantin, dan pelaku pernah menarik kursi yang hendak diduduki korban.
Selain itu, korban lain bahkan mengatakan ia mesti menemui psikiater setelah dirundung secara parah oleh pelaku. Korban ini disebut menghindari layar TV agar tidak melihat wajah Joo-hyuk.
Korban yang tidak disebutkan identitasnya ini berharap kejadian perundungan ini tidak terulang lagi di masa depan. Maka dari itu, ia membuat laporan ini.
Nam Joo-hyuk merupakan aktor Korea Selatan yang berkecimpung di industri hiburan sejak 2014 ketika ia membintangi drama korea The Idle Mermaid.
Nama Nam Joo-hyuk dikenal ketika ia membintangi serial Start-Up bersama Bae Suzy, Kim Seon-ho, dan Kang Han-na.
Kemudian, namanya semakin melesat ketika Twenty Five Twenty One bersama im Tae-ri. Saat serial itu tayang, keduanya pernah menguasai daftar bintang drama yang banyak dibincangkan di media sosial.
Nam Joo-hyukmenduduki peringkat pertama, sementara Kim Tae-ri ikut di peringkat kedua dari daftar yang dirilis Good Data Corporation.
Pihak agensi dari Nam Joo-hyuk membantah bahwa sang aktor telah melakukan bullying atau perundungan saat masih bersekolah. Management SOOP mengatakan berita yang beredar seputar kasus perundungan tersebut sama sekali tidak benar.
"Setelah memeriksa kebenarannya dengan sang aktor (Joo-hyuk) mengenai artikel berita pertama, dapat dipastikan bahwa semua isinya tidak benar sama sekali," tulis Management SOOP, dilansir dari laman Instagram agensi, pada Senin (20/6).
Pihak agensi menyayangkan bahwa laporan dari media yang mempublikasikan artikel yang menduga Joo-hyuk melakukan perundungan tidak melakukan verifikasi fakta dengan agensi maupun aktor yang terlibat di dalamnya.
Dengan demikian, agensi akan melaporkan media terkait ke Komite Arbitrase Media (PAC) untuk diminta mengoreksi artikel karena telah merusak reputasi Joo-hyuk atas pemberitaan tersebut.
Management SOOP mengatakan saat ini mereka sedang berdiskusi dengan penasihat hukum untuk menindak kejadian ini.
"Kami juga akan mengajukan tuntutan pidana terhadap reporter yang membuat laporan awal dan informan anonim," lanjut pernyataan agensi.
Kemudian, pihak agensi juga mengungkapkan bahwa mereka merasa sakit hati atas pemberitaan yang tidak benar terhadap Nam Joo-hyuk.
"Sang aktor dan keluarganya yang paling menderita dari rumor dan gosip tidak jelas yang tidak bijaksana, dan belum dikonfirmasi sama sekali," kata Management SOOP.
Selain itu, agensi juga akan menindak apabila ada pihak yang menyebarluaskan klaim sepihak secara daring tanpa ada pemeriksaan fakta terlebih dulu.
Oleh karena itu, Management SOOP meminta publik agar menghentikan penyebarluasan rumor dan membuat spekulasi terhadap Joo-hyuk.
"Kami akan mengambil tindakan tegas tanpa hukuman ringan untuk interpretasi jahat yang berlebihan, tindakan yang mendorong interpretasi tersebut, atau postingan dan komentar jahat yang melampaui ekspresi opini sederhana," tegas Management SOOP.
"Data yang telah dikumpulkan melalui pemantauan juga akan dikenakan tindakan hukum," lanjutnya.
Terduga Korban Beberkan Perilaku Bullying Nam Joo-hyukk
Pihak agensi membantah Nam Joo-hyuk melakukan bullying selama di bangku sekolah. *Foto: dok. Choi Yong-bin for Netflix)
Nam Joo-hyukdiduga melakukan perundungan saat duduk di kursi SMP dan SMA. Sumber anonim tersebut, dilansir dari The Days News, mengungkapkan bahwa ia merupakan korban perundungan selama enam tahun oleh seorang aktor yang sedang naik daun saat ini.
Kemudian, sumber tersebut mengungkap bahwa Nam Joo-hyuk merupakan salah satu dari 15 pelaku perundungan di sekolah.
Para pelaku perundungan itu disebut mendorong tubuh, mengumpat, hingga memukul korban. Selain itu, korban juga disuruh membelikan para pelaku roti dari kantin, dan pelaku pernah menarik kursi yang hendak diduduki korban.
Selain itu, korban lain bahkan mengatakan ia mesti menemui psikiater setelah dirundung secara parah oleh pelaku. Korban ini disebut menghindari layar TV agar tidak melihat wajah Joo-hyuk.
Korban yang tidak disebutkan identitasnya ini berharap kejadian perundungan ini tidak terulang lagi di masa depan. Maka dari itu, ia membuat laporan ini.
Nam Joo-hyuk merupakan aktor Korea Selatan yang berkecimpung di industri hiburan sejak 2014 ketika ia membintangi drama korea The Idle Mermaid.
Nama Nam Joo-hyuk dikenal ketika ia membintangi serial Start-Up bersama Bae Suzy, Kim Seon-ho, dan Kang Han-na.
Kemudian, namanya semakin melesat ketika Twenty Five Twenty One bersama im Tae-ri. Saat serial itu tayang, keduanya pernah menguasai daftar bintang drama yang banyak dibincangkan di media sosial.
Nam Joo-hyukmenduduki peringkat pertama, sementara Kim Tae-ri ikut di peringkat kedua dari daftar yang dirilis Good Data Corporation.