Penyintas Soal Vonis 30 Tahun R. Kelly: Ini Baru Permulaan

CNN Indonesia
Jumat, 01 Jul 2022 10:15 WIB
Penyintas kasus pelecehan seksual R. Kelly mengungkapkan hukuman terhadap sang penyanyi sebagai kemajuan dan hanya permulaan. Penyintas kasus pelecehan seksual R. Kelly mengungkapkan hukuman terhadap sang penyanyi sebagai kemajuan dan hanya permulaan. (Foto: AFP/KAMIL KRZACZYNSKI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu penyintas kasus pelecehan seksual R. Kelly, Lisa Van Allen, mengungkapkan hukuman 30 tahun penjara terhadap sang penyanyi merupakan suatu kemajuan.

Ia mengatakan hukuman tersebut pantas diberikan kepada R. Kelly yang telah menjadi pelaku pelecehan seksual hingga perdagangan seks selama tiga dekade.

"Dia memangsa anak perempuan dan laki-laki selama lebih dari 30 tahun--sepertinya tepat untuk menyingkirkannya dalam jangka waktu yang sama," kata Van Vallen, seperti diberitakan Variety pada Kamis (30/6).

Lisa Van Allen merupakan salah satu korban yang bersaksi dalam persidangan kasus pornografi anak R. Kelly pada 2008. Ia pertama kali bertemu pelantun I Believe I Can Fly itu di lokasi syuting video musik ketika masih di bawah umur.

Van Allen kemudian menjalin hubungan yang rumit dengan R. Kelly, serta menjadi korban rekaman video seks. Ia kemudian hadir dalam persidangan dan menyatakan memiliki bukti, tetapi tidak ada yang mendengarkan.

R. Kelly pun pada saat itu dibebaskan dari kasus tersebut. Pengakuan Van Allen akhirnya diungkap dalam serial dokumenter Surviving R. Kelly, yang juga menjadi wadah bagi para penyintas lain untuk mengungkapkan kesaksian atas perilaku kriminal sang penyanyi.

"Tidak ada hal lain selain kegembiraan bahwa saya akan terus menjadi bagian dari solusi. Saya berterima kasih kepada semua orang yang mendengarkan kami," tutur Van Allen.

"Kami bukan korban. Kami adalah penyintas. Pekerjaan kami belum selesai, ini baru permulaan," lanjutnya.

Lanjut ke sebelah...

Gif banner Allo Bank

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER