Ayu Anjani Merasa Janggal atas Kematian Ibu-Adik dalam Kapal Tenggelam

Tim | CNN Indonesia
Senin, 04 Jul 2022 17:30 WIB
Ayu Anjani merasakan kejanggalan terhadap kematian ibu dan adiknya yang tewas tenggelam dalam kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo, NTT. Ayu Anjani merasakan kejanggalan terhadap kematian ibu dan adiknya yang tewas tenggelam dalam kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo, NTT. (Foto: Tangkapan layar instagram @real.ayuanjani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktris Ayu Anjani masih merasakan kejanggalan terhadap kematian ibu dan adiknya yang tewas tenggelam dalam kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo, NTT. Ia merasa kejadian tersebut dapat ditangani jika proses evakuasi dijalani dengan benar.

"Masih ada kejanggalan dan keganjilan di dalam hati aku. Karena menurut aku hal seperti ini masih bisa ditanggulangi kalau SOP (Standard Operating Procedure) dijalankan dengan benar. Dan, tidak ada kelalaian atau keterlambatan dari pihak evakuasi atau apa pun itu," ujar Ayu Anjani di Cikarang Utara, Bekasi, seperti dilansir dari detikHot beberapa waktu lalu.

Ayu mengaku hal yang mengganjalnya selama ini adalah terkait proses evakuasi ketika kapal tersebut kecelakaan. Ia menyayangkan kru kapal tidak mengikuti prosedur standar dalam mengevakuasi penumpang ketika terjadi kecelakaan.

Jika SOP tersebut dijalankan dengan benar, kata Ayu, kejadian tersebut bisa cepat ditanggulangi.

"Ternyata tidak sesuai, sehingga membuat terlambatnya evakuasi," lanjutnya.

Selai itu, Ayu menyebut adanya human error dari cerita yang ia dapatkan dari ayah dan adik-adiknya yang selamat dari kecelakaan kapal tersebut. Ayu pun menegaskan bahwa ia sudah membawa kasus ini ke pihak yang berwenang.

"Ini human error. Karena dari pengakuan Papa dan adik-adikku yang di sana, yang selamat pada saat kecelakaan, diduga awak kapal minum-minum (alkohol) saat malam, sebelum tidur. Saya sudah limpahkan ke kuasa hukum," ungkap Ayu.

Sebelumnya, Ayu Anjani melaporkan seluruh kru kapal wisata yang ditumpangi ibu dan adiknya di Labuan Bajo. Ia akan mempolisikan pihak tersebut ke Polres Manggarai Barat, NTT, dari kru jajaran bawah hingga atas.

"Sudah saya urus ke kantor polisi di sana, dari mulai (jajaran) bawah sampai atas. Enggak peduli pokoknya," kata Ayu Anjani kepada detikHot, pada Jumat (1/7).

"Semua (kru) dan juga guide-nya. Makanya ini kenapa saya mau usut tuntas. Semuanya sudah saya serahin ke pihak lawyer saya juga," tambahnya.

Sebuah kapal wisata tenggelam di perairan dalam wilayah Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/6) pagi. Dua wisatawan ditemukan dalam kondisi meninggal dalam peristiwa tersebut, sedangkan satu orang luka berat.

Dalam dokumen manifes, KLM Tiana Liveaboard itu memuat 15 orang. Kapal terbalik pada pukul 05.00 WITA akibat angin kencang.

Gif banner Allo Bank
(pra/pra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER