Mengenal Yu-Gi-Oh!, Manga Populer Karya Kazuki Takahashi
CNN Indonesia
Kamis, 07 Jul 2022 18:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Salah satu bacaan juga tontonan yang banyak disaksikan anak-anak '90-an dan awal milenium adalah manga serta anime Yu-Gi-Oh!. (dok. Nihon Ad System (NAS)/Shueisha/Studio Gallop via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Salah satu bacaan juga tontonan yang banyak disaksikan anak-anak '90-an dan awal milenium adalah manga serta anime Yu-Gi-Oh! yang merupakan karya Kazuki Takahashi.
Yu-Gi-Oh! merupakan manga karya Kazuki Takahashi yang pertama kali terbit di Jepang lewat majalah Weekly Shonen Jump pada 1996.
Manga tersebut begitu populer baik di Jepang maupun secara global, hingga waralaba itu diadaptasi ke berbagai platform.
Manga ini mengisahkan Yugi Mutou, laki-laki pemalu yang juga gemar bermain game dan sering menjadi korban perundungan. Suatu hari, ia memecahkan teka-teki kuno bernama Millenium Puzzle yang membuat tubuhnya kerasukan arwah misterius.
Arwah tersebut ternyata bernama Atem, seorang roh Firaun berusia 3.000 tahun yang kehilangan ingatan. Sejak saat itu, arwah tersebut akan merasuki Yugi setiap kali dia atau salah satu temannya dirundung.
Sang arwah akan menantang para perundung ke sebuah permainan bernama Shadow Games. Bagi orang yang kalah dari permainan itu, mereka akan diberi hukuman keji bernama Penalty Game.
Yu-Gi-Oh kemudian diadaptasi menjadi sejumlah anime, salah satu yang paling populer yakni Yu-Gi-Oh! Duel Monsters. Anime tersebut memulai cerita dari manga volume 7, mengisahkan Yugi Mutou yang bertarung dalam permainan kartu Duel Monsters.
Setelah mengalahkan saingannya dalam Duel Monsters, Seto Kaiba, Yugi didekati Maximillion Pegasus yang merupakan pencipta permainan tersebut. Maximillion Pegasus ternyata menggunakan kekuatan bernama Millenium Eye untuk menculik jiwa kakek Yugi.
Ia pun akhirnya bergabung dengan Joey Wheeler, Tristan Taylor, dan Tea Gardner untuk ikut turnamen Duelist Kingdom demi mengalahkan Pegasus dan membebaskan jiwa kakeknya.
Lanjut ke sebelah...
Waralaba tersebut kemudian sukses menggaet banyak penggemar hingga kancah global. Yu-Gi-Oh! pun diadaptasi menjadi berbagai format selain manga dan anime. Beberapa di antaranya yakni permainan kartu Yu-Gi-Oh versi nyata, video gim, mainan, dan sejumlah produk lain.
Salah satu aspek paling menarik dari dunia Yu-Gi-Oh yakni kartu-kartu yang digunakan dalam Duel Monsters. Setiap kartu memiliki monster dengan kekuatan beragam yang digunakan untuk bertarung dalam permainan tersebut.
Kartu tersebut diciptakan oleh Kazuki Takahashi dan digarap menjadi sebuah permainan bernama Magic & Wizards.
Terdapat tiga versi permainan yang pernah diciptakan. Versi pertama dikenal sebagai Carddas dan dirilis Bandai pada September 1998. Versi kedua dan ketiga dirilis oleh Konami pada 1998 dan 1999 dengan format serta peraturan yang lebih canggih.
Beberapa kartu juga begitu populer di kalangan penggemar, seperti Master of Dragon Soldier, Blue Eyes White Dragon, Five-Headed Dragon, Gate Guardian, hingga Black Skull Dragon.
Sementara itu, Kazuki Takahashi atau yang juga dikenal sebagai Kazuo Takahashi merupakan seniman manga atau mangaka dan kreator gim.
Pria kelahiran 4 Oktober 1961 ini terkenal dengan karyanya yang menjadi kegemaran pencinta manga Shonen dan video gim, Yu-Gi-Oh!
Ia mulai menjadi seniman manga pada 1982. Karya pertamanya bertajuk Fighting Hawk yang rilis pada 1990. Namun namanya belum kondang hingga beberapa karya setelahnya.
Kazuki Takahashi baru mulai dikenal setelah karyanya Yu-Gi-Oh! laris di pasaran saat dirilis pada 1996.
Yu-Gi-Oh! juga salah satu manga pertama yang diadaptasi menjadi anime oleh Toei Animation pada Oktober 1998 dan menjadi salah satu waralaba media terlaris sepanjang massa.
Jakarta, CNN Indonesia --
Salah satu bacaan juga tontonan yang banyak disaksikan anak-anak '90-an dan awal milenium adalah manga serta anime Yu-Gi-Oh! yang merupakan karya Kazuki Takahashi.
Yu-Gi-Oh! merupakan manga karya Kazuki Takahashi yang pertama kali terbit di Jepang lewat majalah Weekly Shonen Jump pada 1996.
Manga tersebut begitu populer baik di Jepang maupun secara global, hingga waralaba itu diadaptasi ke berbagai platform.
Manga ini mengisahkan Yugi Mutou, laki-laki pemalu yang juga gemar bermain game dan sering menjadi korban perundungan. Suatu hari, ia memecahkan teka-teki kuno bernama Millenium Puzzle yang membuat tubuhnya kerasukan arwah misterius.
Arwah tersebut ternyata bernama Atem, seorang roh Firaun berusia 3.000 tahun yang kehilangan ingatan. Sejak saat itu, arwah tersebut akan merasuki Yugi setiap kali dia atau salah satu temannya dirundung.
Sang arwah akan menantang para perundung ke sebuah permainan bernama Shadow Games. Bagi orang yang kalah dari permainan itu, mereka akan diberi hukuman keji bernama Penalty Game.
Yu-Gi-Oh kemudian diadaptasi menjadi sejumlah anime, salah satu yang paling populer yakni Yu-Gi-Oh! Duel Monsters. Anime tersebut memulai cerita dari manga volume 7, mengisahkan Yugi Mutou yang bertarung dalam permainan kartu Duel Monsters.
Setelah mengalahkan saingannya dalam Duel Monsters, Seto Kaiba, Yugi didekati Maximillion Pegasus yang merupakan pencipta permainan tersebut. Maximillion Pegasus ternyata menggunakan kekuatan bernama Millenium Eye untuk menculik jiwa kakek Yugi.
Ia pun akhirnya bergabung dengan Joey Wheeler, Tristan Taylor, dan Tea Gardner untuk ikut turnamen Duelist Kingdom demi mengalahkan Pegasus dan membebaskan jiwa kakeknya.
Lanjut ke sebelah...
Pembawa Hoki Kazuki Takahashi
Salah satu bacaan juga tontonan yang banyak disaksikan anak-anak '90-an dan awal milenium adalah manga serta anime Yu-Gi-Oh!.: (dok. Nihon Ad System (NAS)/Shueisha/Studio Gallop via IMDb)
Waralaba tersebut kemudian sukses menggaet banyak penggemar hingga kancah global. Yu-Gi-Oh! pun diadaptasi menjadi berbagai format selain manga dan anime. Beberapa di antaranya yakni permainan kartu Yu-Gi-Oh versi nyata, video gim, mainan, dan sejumlah produk lain.
Salah satu aspek paling menarik dari dunia Yu-Gi-Oh yakni kartu-kartu yang digunakan dalam Duel Monsters. Setiap kartu memiliki monster dengan kekuatan beragam yang digunakan untuk bertarung dalam permainan tersebut.
Kartu tersebut diciptakan oleh Kazuki Takahashi dan digarap menjadi sebuah permainan bernama Magic & Wizards.
Terdapat tiga versi permainan yang pernah diciptakan. Versi pertama dikenal sebagai Carddas dan dirilis Bandai pada September 1998. Versi kedua dan ketiga dirilis oleh Konami pada 1998 dan 1999 dengan format serta peraturan yang lebih canggih.
Beberapa kartu juga begitu populer di kalangan penggemar, seperti Master of Dragon Soldier, Blue Eyes White Dragon, Five-Headed Dragon, Gate Guardian, hingga Black Skull Dragon.
Sementara itu, Kazuki Takahashi atau yang juga dikenal sebagai Kazuo Takahashi merupakan seniman manga atau mangaka dan kreator gim.
Pria kelahiran 4 Oktober 1961 ini terkenal dengan karyanya yang menjadi kegemaran pencinta manga Shonen dan video gim, Yu-Gi-Oh!
Ia mulai menjadi seniman manga pada 1982. Karya pertamanya bertajuk Fighting Hawk yang rilis pada 1990. Namun namanya belum kondang hingga beberapa karya setelahnya.
Kazuki Takahashi baru mulai dikenal setelah karyanya Yu-Gi-Oh! laris di pasaran saat dirilis pada 1996.
Yu-Gi-Oh! juga salah satu manga pertama yang diadaptasi menjadi anime oleh Toei Animation pada Oktober 1998 dan menjadi salah satu waralaba media terlaris sepanjang massa.