Travis Japan dan 90 Detik Audisi AGT yang Menegangkan
CNN Indonesia
Jumat, 29 Jul 2022 15:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Travis Japan mengikuti audisi America's Got Talent dan hanya punya waktu 90 detik untuk mencuri hati para juri. (Foto: dok. Johnny & Associates)
Travis Japan hanya memiliki 90 detik di atas panggung AGT untuk menunjukkan bahwa mereka adalah sebuah grup dengan paket lengkap: menyanyi, menari, dan berkepribadian. Mereka mengerahkan segala yang mereka punya dan ingin menunjukkan bahwa pelatihan yang telah mereka ikuti sebelumnya sudah memiliki progres.
Mereka mengambil bagian lagu yang paling merepresentasikan impian dan perasaan mereka, dan memasukkan koreografi yang paling menunjukkan keterampilan terbaik.
"Karena ini adalah panggung dengan batas waktu, kami mencoba untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri kami sendiri dalam waktu yang singkat itu. Kami bertujuh memikirkan dan mempelajari AGT bersama-sama," kata Noel.
Selesai tampil, para juri dan penonton memberikan standing ovation. Ketiga juri itu pun memberikan pujian dan persetujuan kepada Travis Japan.
Grup bentukan tahun 2012 ini mengatakan masih tidak memercayai bahwa mereka bisa tampil di sebuah program televisi Amerika. Mereka melanjutkan jejak grup Shounentai yang pernah tampil di The Merv Griffin Show setelah 38 tahun.
Travis Japan mendapatkan tawaran dari produser AGT untuk tampil di acara tersebut tidak lama setelah mereka mengunci juara ketiga kompetisi World of Dance Orange County pada akhir Maret lalu. Tidak butuh berpikir panjang untuk menerima tawaran tersebut.
"Kami juga terkejut. Bahkan, sampai saat ini setelah kami menyaksikan bersama dan acaranya sudah selesai, ternyata keren, ya. Kami sampai sekarang juga masih tidak percaya," ujar Chaka.
"Ini acara yang sudah kami ketahui sejak kami di Jepang, dan juga acara yang kami tonton. Kami tidak mengira bisa muncul di sebuah acara yang menggerakkan hati kami," sambungnya.
Sekarang Travis Japan tinggal menanti nasib apakah mereka akan dipanggil untuk lanjut ke babak semifinal atau tidak. Jika lolos ke babak selanjutnya, grup naungan Johnny & Associates itu akan tetap memberikan penampilan yang tetap setia dengan jati diri mereka sebagai Travis Japan, lengkap dengan membawakan lagu sendiri.
"Kami akan berdiri di atas panggung sebagai seorang penampil, tapi tentu saja kami juga tampil sebagai seorang idol, talent, dan artis Johnny's," tegas Noel.
Ketujuh anggota itu tidak muluk-muluk dalam menentukan target jika lolos ke semifinal. Kaito Nakamura alias Umi membeberkan bahwa gol Travis Japan di AGT hanya sekadar "medium".
"Kalau kami memenangkan hadiahnya, (pilihannya) antara keluar dari rumah ini atau memperbaiki toilet, soalnya yang sekarang lagi rusak," kelakar Umi.
Travis Japan muncul di atas panggung mengenakan jaket ungu berlimang gliter dipadankan dengan celana strip hitam-putih. Mereka mengenakan kostum khas yang sering mereka gunakan selama tampil di Jepang.
Mereka mengenakan kembali kostum itu ketika mengikuti audisi America's Got Talent (AGT) di hadapan ketiga juri: Simon Cowell, Sofia Vergara, dan Heidi Klum. Tujuh orang idol group itu tampak semringah ketika disapa oleh Cowell.
Di atas panggung itu, Travis Japan mengungkapkan impian besar mereka untuk menjadi boyband terbesar di dunia. Travis Japan rela meninggalkan kampung halaman dan segala kenyamanan karier mereka demi meraih impian itu.
"Kami meninggalkan segalanya, namun tidak dengan para penggemar kami. Kami tidak akan meninggalkan mereka karena mereka ada di sini (dalam hati). Itulah mengapa saya mengatakan hal tersebut," kata Noel Kawashima ketika berbincang bersama CNNIndonesia.com usai Travis Japan menyaksikan siaran langsung America's Got Talent, pada Selasa (12/7) malam waktu AS.
Noel, Kaito Miyachika, Ryuya Shimekake, Shizuya Yoshizawa, Kaito Nakamura, Kaito Matsukura, dan Genta Matsuda kemudian bersiap untuk tampil. Rasa gugup tergambar di raut wajah mereka.
Travis Japan memulai penampilan dengan membawakan sepenggal akapela My Dreamy Hollywood yang merupakan versi bahasa Inggris dari lagu orisinal perdana mereka, Yume no Hollywood. Ide menambahkan akapela itu merupakan buah pikiran Noel.
Ada alasan khusus Travis Japan membawakan lagu My Dreamy Hollywood. Lagu itu bercerita tentang gemerlapnya Hollywood - untuk bisa berdiri di atas panggung impian, menari semalaman, dan melupakan hal yang buruk. Kini, lirik lagu itu tidak lagi hanya sekadar lirik.
"Sekarang kami benar-benar bisa tampil di Hollywood sesuai dengan judul lagu Yume no Hollywood (Impian Hollywood)," ungkap Kaito Miyachika alias Chaka, leader Travis Japan.
"Kami ingin menyampaikan perasaan ini ketika memutuskan dari hati bahwa kami ingin bisa tampil di Amerika, lalu menyampaikannya lewat lagu tersebut," lanjut Chaka.
Selain itu, ada yang berbeda dari koreografi My Dreamy Hollywood pada saat itu. Mereka menyelipkan sedikit koreografi dari lagu mereka yang lain, berjudul Lock Lock, dan melakukan penyesuaian koreografi lainnya. Chaka dipercaya untuk mengurus koreografi tambahan Travis Japan untuk audisi tersebut.
Lanjut ke sebelah...
90 Detik yang Menentukan
Travis Japan mengikuti audisi America's Got Talent dan hanya punya waktu 90 detik untuk mencuri hati para juri. (Foto: dok. Johnny & Associates)
Travis Japan hanya memiliki 90 detik di atas panggung AGT untuk menunjukkan bahwa mereka adalah sebuah grup dengan paket lengkap: menyanyi, menari, dan berkepribadian. Mereka mengerahkan segala yang mereka punya dan ingin menunjukkan bahwa pelatihan yang telah mereka ikuti sebelumnya sudah memiliki progres.
Mereka mengambil bagian lagu yang paling merepresentasikan impian dan perasaan mereka, dan memasukkan koreografi yang paling menunjukkan keterampilan terbaik.
"Karena ini adalah panggung dengan batas waktu, kami mencoba untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri kami sendiri dalam waktu yang singkat itu. Kami bertujuh memikirkan dan mempelajari AGT bersama-sama," kata Noel.
Selesai tampil, para juri dan penonton memberikan standing ovation. Ketiga juri itu pun memberikan pujian dan persetujuan kepada Travis Japan.
Grup bentukan tahun 2012 ini mengatakan masih tidak memercayai bahwa mereka bisa tampil di sebuah program televisi Amerika. Mereka melanjutkan jejak grup Shounentai yang pernah tampil di The Merv Griffin Show setelah 38 tahun.
Travis Japan mendapatkan tawaran dari produser AGT untuk tampil di acara tersebut tidak lama setelah mereka mengunci juara ketiga kompetisi World of Dance Orange County pada akhir Maret lalu. Tidak butuh berpikir panjang untuk menerima tawaran tersebut.
"Kami juga terkejut. Bahkan, sampai saat ini setelah kami menyaksikan bersama dan acaranya sudah selesai, ternyata keren, ya. Kami sampai sekarang juga masih tidak percaya," ujar Chaka.
"Ini acara yang sudah kami ketahui sejak kami di Jepang, dan juga acara yang kami tonton. Kami tidak mengira bisa muncul di sebuah acara yang menggerakkan hati kami," sambungnya.
Sekarang Travis Japan tinggal menanti nasib apakah mereka akan dipanggil untuk lanjut ke babak semifinal atau tidak. Jika lolos ke babak selanjutnya, grup naungan Johnny & Associates itu akan tetap memberikan penampilan yang tetap setia dengan jati diri mereka sebagai Travis Japan, lengkap dengan membawakan lagu sendiri.
"Kami akan berdiri di atas panggung sebagai seorang penampil, tapi tentu saja kami juga tampil sebagai seorang idol, talent, dan artis Johnny's," tegas Noel.
Ketujuh anggota itu tidak muluk-muluk dalam menentukan target jika lolos ke semifinal. Kaito Nakamura alias Umi membeberkan bahwa gol Travis Japan di AGT hanya sekadar "medium".
"Kalau kami memenangkan hadiahnya, (pilihannya) antara keluar dari rumah ini atau memperbaiki toilet, soalnya yang sekarang lagi rusak," kelakar Umi.