Viral Muncul Loker Anti-Amber Heard, Dibayar Rp118 Ribu per Jam
CNN Indonesia
Jumat, 19 Agu 2022 10:04 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sebuah lowongan kerja viral di media sosial karena mencari orang yang bisa "membuktikan seberapa bersalah Amber Heard". (AP/Michael Reynolds)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah lowongan kerja viral di media sosial karena mencari orang yang bisa "membuktikan seberapa bersalahAmber Heard" alias mencari orang untuk menjadi anti-Amber Heard.
Diberitakan Newsweek pada Rabu (17/8) waktu Amerika Serikat, lowongan kerja tersebut muncul dari sebuah akun YouTube pro-Johnny Depp dan mengunggah loker itu ke situs Upwork.
Dalam lowongan kerja tersebut, si pembenci Amber Heard dijanjikan dibayar US$8 atau setara dengan Rp118 ribu per jam untuk mencitrakan buruk aktris tersebut.
"Pada dasarnya, kami mencari konten yang menyoroti sesuatu yang membuktikan betapa bersalahnya Amber Heard, karena semua penggemar kami adalah penggemar Johnny Depp," tulis dalam keterangan lowongan kerja tersebut.
"Sehingga mereka lebih suka video-video soal bukti baru, selebritas, atau sesuatu yang lain yang melawan Amber Heard atau mendukung Johnny Depp," lanjut keterangan tersebut.
Kanal tersebut bernama Just In, tapi muncul dalam nama resmi mereka, Film Streak. Konon, kanal tersebut berbasis di Siprus.
Menurut pantauan CNNIndonesia.com, Jumat (19/8), kanal tersebut memiliki 268 ribu pelanggan dengan banyak video memang menyudutkan Amber Heard ataupun menjunjung Johnny Depp.
Sebagian besar video tersebut menggunakan cuplikan dari hasil persidangan atau klip dari berita-berita lainnya. Video yang disematkan dan paling banyak ditonton bertajuk "7 Moments Of Camille Vasquez Being A Star In Court" sebanyak lebih dari 4,3 juta kali ditonton.
Sementara itu, video-video lainnya banyak yang memberikan judul dengan kesan negatif terhadap Amber Heard, seperti "Amber In HUGE Trouble! Faces 3 NEW Cases In Australian Court Prolonging Her Jail Time!" atau "Amber In TROUBLE After BLACKMAILING Team To Create Fake Threats!"
Sedangkan untuk berita terkait Johnny Depp cenderung positif, seperti "Johnny SPOTTED Donating MILLIONS To People In Poor Neighborhoods!" atau "Bruno Mars STANDS Up For Johnny With Humoristic Support!"
Lanjut ke sebelah...
"Johnny sekarang telah menang di pengadilan sehingga semakin sulit untuk mengikuti momen ini, tetapi kami tahu penggemar kami merindukan detail lebih lanjut tentang seluruh topik ini," tulis deskripsi lowongan tersebut.
Lowongan ini pun tidak mencantumkan persyaratan pelamar lebih lanjut meski bertugas menemukan "bukti baru" atas kemelut Johnny Depp dan Amber Heard ini.
Newsweek menyebut telah menghubungi pihak kanal tersebut dan situs Upwork terkait lowongan kerja yang viral itu.
Pada Kamis (21/7), Amber Heard resmi mengajukan banding atas putusan juri kasus pencemaran nama baik Johnny Depp. Gugatan tersebut diajukan melalui pengacaranya ke Pengadilan Banding Virginia.
"Kami percaya pengadilan membuat kesalahan yang membuat mencegah keputusan yang adil dengan konsisten terhadap Amandemen Pertama," kata keterangan resmi juru bicara Amber Heard seperti diberitakan AFP.
"Oleh karena itu, kami mengajukan banding atas putusan tersebut," tegas mereka.
Pihak Amber Heard merujuk pada Amandemen Pertama yang merupakan amandemen konstitusi untuk melindungi kebebasan berbicara. Penjelasan soal Amandemen Pertama bisa dibaca di sini.
Pengajuan banding dilakukan sekitar lebih dari satu bulan setelah juri pengadilan di Fairfax, Virginia memutuskan Amber Heard mencemarkan nama baik Johnny Depp dan wajib bayar ganti rugi US$10,35 juta ke mantan suaminya itu.
Setelah mengajukan banding, Amber Heard menunjuk pengacara baru, yakni David Axelrod dan Jay Ward Brown dari firma hukum Ballard Spahr.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah lowongan kerja viral di media sosial karena mencari orang yang bisa "membuktikan seberapa bersalahAmber Heard" alias mencari orang untuk menjadi anti-Amber Heard.
Diberitakan Newsweek pada Rabu (17/8) waktu Amerika Serikat, lowongan kerja tersebut muncul dari sebuah akun YouTube pro-Johnny Depp dan mengunggah loker itu ke situs Upwork.
Dalam lowongan kerja tersebut, si pembenci Amber Heard dijanjikan dibayar US$8 atau setara dengan Rp118 ribu per jam untuk mencitrakan buruk aktris tersebut.
"Pada dasarnya, kami mencari konten yang menyoroti sesuatu yang membuktikan betapa bersalahnya Amber Heard, karena semua penggemar kami adalah penggemar Johnny Depp," tulis dalam keterangan lowongan kerja tersebut.
"Sehingga mereka lebih suka video-video soal bukti baru, selebritas, atau sesuatu yang lain yang melawan Amber Heard atau mendukung Johnny Depp," lanjut keterangan tersebut.
Kanal tersebut bernama Just In, tapi muncul dalam nama resmi mereka, Film Streak. Konon, kanal tersebut berbasis di Siprus.
Menurut pantauan CNNIndonesia.com, Jumat (19/8), kanal tersebut memiliki 268 ribu pelanggan dengan banyak video memang menyudutkan Amber Heard ataupun menjunjung Johnny Depp.
Sebagian besar video tersebut menggunakan cuplikan dari hasil persidangan atau klip dari berita-berita lainnya. Video yang disematkan dan paling banyak ditonton bertajuk "7 Moments Of Camille Vasquez Being A Star In Court" sebanyak lebih dari 4,3 juta kali ditonton.
Sementara itu, video-video lainnya banyak yang memberikan judul dengan kesan negatif terhadap Amber Heard, seperti "Amber In HUGE Trouble! Faces 3 NEW Cases In Australian Court Prolonging Her Jail Time!" atau "Amber In TROUBLE After BLACKMAILING Team To Create Fake Threats!"
Sedangkan untuk berita terkait Johnny Depp cenderung positif, seperti "Johnny SPOTTED Donating MILLIONS To People In Poor Neighborhoods!" atau "Bruno Mars STANDS Up For Johnny With Humoristic Support!"
Lanjut ke sebelah...
"Johnny Depp Sudang Menang, Susah Cari Konten"
Sebuah lowongan kerja viral di media sosial karena mencari orang yang bisa "membuktikan seberapa bersalah Amber Heard". (AP/Michael Reynolds)
"Johnny sekarang telah menang di pengadilan sehingga semakin sulit untuk mengikuti momen ini, tetapi kami tahu penggemar kami merindukan detail lebih lanjut tentang seluruh topik ini," tulis deskripsi lowongan tersebut.
Lowongan ini pun tidak mencantumkan persyaratan pelamar lebih lanjut meski bertugas menemukan "bukti baru" atas kemelut Johnny Depp dan Amber Heard ini.
Newsweek menyebut telah menghubungi pihak kanal tersebut dan situs Upwork terkait lowongan kerja yang viral itu.
Pada Kamis (21/7), Amber Heard resmi mengajukan banding atas putusan juri kasus pencemaran nama baik Johnny Depp. Gugatan tersebut diajukan melalui pengacaranya ke Pengadilan Banding Virginia.
"Kami percaya pengadilan membuat kesalahan yang membuat mencegah keputusan yang adil dengan konsisten terhadap Amandemen Pertama," kata keterangan resmi juru bicara Amber Heard seperti diberitakan AFP.
"Oleh karena itu, kami mengajukan banding atas putusan tersebut," tegas mereka.
Pihak Amber Heard merujuk pada Amandemen Pertama yang merupakan amandemen konstitusi untuk melindungi kebebasan berbicara. Penjelasan soal Amandemen Pertama bisa dibaca di sini.
Pengajuan banding dilakukan sekitar lebih dari satu bulan setelah juri pengadilan di Fairfax, Virginia memutuskan Amber Heard mencemarkan nama baik Johnny Depp dan wajib bayar ganti rugi US$10,35 juta ke mantan suaminya itu.
Setelah mengajukan banding, Amber Heard menunjuk pengacara baru, yakni David Axelrod dan Jay Ward Brown dari firma hukum Ballard Spahr.