Wejangan Anggun di M20 untuk Anak Muda yang Ingin Tenar
CNN Indonesia
Sabtu, 01 Okt 2022 17:16 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ada sejumlah hal yang menurut Anggun tetap harus dipegang anak muda saat ini yang ingin tenar. (Dok. Pribadi Anggun Cipta Sasmi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menurut Anggun, anak muda pada era saat ini memiliki peluang berkarier menjadi musisi jauh lebih besar dibanding semasa ia masih muda dulu.
Hal itu ia ungkapkan saat menjadi salah satu musisi yang tampil dalam Pre-Event 1 Music20 (M20) yang bertajuk StarsTalk, dan digelar streaming di CNN Indonesia pada Jumat (30/9) malam.
"Kalian kini bisa menyanyi, lalu mengunggahnya di media sosial, Instagram, lalu jika kalian memiliki koneksi yang bagus, itu akan dengan cepat viral," kata Anggun.
"Belum lagi adanya ajang pencarian bakat seperti The Voice, Idols, dan semacamnya. Banyak hal yang sangat bisa dilakukan hari ini," lanjut salah satu juri ajang pencarian bakat tersebut.
"Pada intinya, menjadi terkenal itu bagus. Tapi menciptakan sesuatu yang indah, yang inspirasional, harus menjadi tujuan utamanya," kata Anggun.
Dalam acara StarsTalk M20, Anggun memberikan pesan dan pendapatnya soal inklusi dan keadilan bagi musisi dalam industri musik.
Melalui pesan tersebut, Anggun menekankan perihal transparansi yang di rasa masih kurang diterapkan apalagi dalam era digital dan streaming.
Menurut Anggun, hak transparansi untuk musisi atas royalti yang berhak diperoleh dari streaming masih minim. Apalagi, pasar penjualan rilisan fisik sudah begitu kecil.
"Jadi, sangat susah bagi musisi untuk masih bisa hidup secara layak hanya dari streaming album," kata Anggun.
"Itu akan terasa mudah bila musisi itu berada di Top 10, superstar raksasa seperti Beyonce dan Adele, sementara sisanya, hanya berbagi yang remah-remah," lanjutnya.
"Sehingga saya merasa kita perlu lebih banyak keadilan, itu baru bisa adil bagi kita, para musisi dan seniman, untuk mendapatkan hasil yang adil soal ini," katanya.
Lanjut ke sebelah...
Musisi asal Indonesia yang kini berkarier di Prancis itu kemudian menyinggung soal penggunaan karya dari musisi dalam konten di internet seperti YouTube oleh sponsor atau pengiklan, sementara mereka tidak mendapatkan pemberitahuan atas hal tersebut.
Menurut Anggun, hanya sedikit negara yang sungguh peduli dan melindungi para musisi dan senimannya untuk bisa mendapatkan hak royalti secara adil atas karyanya, salah satunya adalah Jerman.
"Perlindungan itu memang bagus untuk musisinya, tapi tidak bagi publik atau para penggemar," kata mantan penyanyi rock Indonesia di era 80-an tersebut.
"Solusinya adalah kita perlu menemukan sesuatu semacam jembatan antara kreator konten, seniman, dan platform sehingga semua pihak bisa mendapatkan hasil yang adil," kata Anggun.
Pre-Event 1 ini merupakan bagian dari rangkaian M20 yang berisi pembahasan berbagai isu dalam dunia musik, dalam rangka menguatkan isu utama Kepresidenan G20 Indonesia.
Kepresidenan G20 Indonesia yang puncaknya akan digelar di Bali pada pertengahan November 2022 membawa empat isu utama, yaitu Arsitektur Kesehatan Global, Transisi Energi, Transformasi Ekonomi Digital, dan Krisis Pangan.
Sementara untuk rangkaian M20, akan membahas mulai dari hak intelektual, keberlangsungan industri musik yang adil dan inklusif, transformasi digital berkelanjutan dalam industri musik, hingga soal konser ramah lingkungan, dan soal kesejahteraan pekerja kreatif.
Setelah Pre-Event 1 yang akan digelar pada Jumat ini, M20 akan dilanjutkan dengan Pre-Event 2 pada 14 Oktober secara daring, dan puncaknya berupa M20 Summit yang digelar hybrid di TMII Jakarta.
Jakarta, CNN Indonesia --
Menurut Anggun, anak muda pada era saat ini memiliki peluang berkarier menjadi musisi jauh lebih besar dibanding semasa ia masih muda dulu.
Hal itu ia ungkapkan saat menjadi salah satu musisi yang tampil dalam Pre-Event 1 Music20 (M20) yang bertajuk StarsTalk, dan digelar streaming di CNN Indonesia pada Jumat (30/9) malam.
"Kalian kini bisa menyanyi, lalu mengunggahnya di media sosial, Instagram, lalu jika kalian memiliki koneksi yang bagus, itu akan dengan cepat viral," kata Anggun.
"Belum lagi adanya ajang pencarian bakat seperti The Voice, Idols, dan semacamnya. Banyak hal yang sangat bisa dilakukan hari ini," lanjut salah satu juri ajang pencarian bakat tersebut.
"Pada intinya, menjadi terkenal itu bagus. Tapi menciptakan sesuatu yang indah, yang inspirasional, harus menjadi tujuan utamanya," kata Anggun.
Dalam acara StarsTalk M20, Anggun memberikan pesan dan pendapatnya soal inklusi dan keadilan bagi musisi dalam industri musik.
Melalui pesan tersebut, Anggun menekankan perihal transparansi yang di rasa masih kurang diterapkan apalagi dalam era digital dan streaming.
Menurut Anggun, hak transparansi untuk musisi atas royalti yang berhak diperoleh dari streaming masih minim. Apalagi, pasar penjualan rilisan fisik sudah begitu kecil.
"Jadi, sangat susah bagi musisi untuk masih bisa hidup secara layak hanya dari streaming album," kata Anggun.
"Itu akan terasa mudah bila musisi itu berada di Top 10, superstar raksasa seperti Beyonce dan Adele, sementara sisanya, hanya berbagi yang remah-remah," lanjutnya.
"Sehingga saya merasa kita perlu lebih banyak keadilan, itu baru bisa adil bagi kita, para musisi dan seniman, untuk mendapatkan hasil yang adil soal ini," katanya.
Lanjut ke sebelah...
Cari Solusi Bersama Soal Royalti
Ada sejumlah hal yang menurut Anggun tetap harus dipegang anak muda saat ini yang ingin tenar. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Musisi asal Indonesia yang kini berkarier di Prancis itu kemudian menyinggung soal penggunaan karya dari musisi dalam konten di internet seperti YouTube oleh sponsor atau pengiklan, sementara mereka tidak mendapatkan pemberitahuan atas hal tersebut.
Menurut Anggun, hanya sedikit negara yang sungguh peduli dan melindungi para musisi dan senimannya untuk bisa mendapatkan hak royalti secara adil atas karyanya, salah satunya adalah Jerman.
"Perlindungan itu memang bagus untuk musisinya, tapi tidak bagi publik atau para penggemar," kata mantan penyanyi rock Indonesia di era 80-an tersebut.
"Solusinya adalah kita perlu menemukan sesuatu semacam jembatan antara kreator konten, seniman, dan platform sehingga semua pihak bisa mendapatkan hasil yang adil," kata Anggun.
Pre-Event 1 ini merupakan bagian dari rangkaian M20 yang berisi pembahasan berbagai isu dalam dunia musik, dalam rangka menguatkan isu utama Kepresidenan G20 Indonesia.
Kepresidenan G20 Indonesia yang puncaknya akan digelar di Bali pada pertengahan November 2022 membawa empat isu utama, yaitu Arsitektur Kesehatan Global, Transisi Energi, Transformasi Ekonomi Digital, dan Krisis Pangan.
Sementara untuk rangkaian M20, akan membahas mulai dari hak intelektual, keberlangsungan industri musik yang adil dan inklusif, transformasi digital berkelanjutan dalam industri musik, hingga soal konser ramah lingkungan, dan soal kesejahteraan pekerja kreatif.
Setelah Pre-Event 1 yang akan digelar pada Jumat ini, M20 akan dilanjutkan dengan Pre-Event 2 pada 14 Oktober secara daring, dan puncaknya berupa M20 Summit yang digelar hybrid di TMII Jakarta.