Berikut review manga One Piece 1.064 yang menyoroti pertarungan antara Law dan Kurohige. Foto: CNN Indonesia/Hanna Azarya
Jakarta, CNN Indonesia --
One Piece chapter 1.064 dibuka dengan kelanjutan pertarungan antara Law dan Kurohige.
Kurohige yang tampak sudah siap melancarkan kekuatan Gura Gura no Mi langsung disambut kemampuan Awakening dari Ope Ope no Mi milik Law.
Jurus R-Room Amputate dilancarkan dan tubuh Stronger, kuda milik Doc Q, langsung terbelah dua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pijakan Kurohige pun hilang, tapi dia masih sempat melancarkan jurus balasan, yaitu Grush.
Jurus itu membuat anak buah Law dari Heart Pirates terhempas ke tanah, tapi ada beberapa yang mampu bertahan.
Hakugan, Sachi, dan Penguin lantas diberi tugas menyelam ke laut dan melancarkan serangan dari wilayah perairan. Sachi sukses menghalau bom apel yang dilempar Doc Q, sementara Hakugan dan Penguin bertugas mengamankan Polar Tang dan menyerang kapal milik Kurohige.
Sementara itu, Jean Bart, anak buah Law yang dulunya adalah budak milik Naga Langit, bertugas melindungi Law dari serangan sniper dari Van Augur.
Serangan Law pun berlanjut, dan kini dia menggunakan jurus yang membuat Big Mom bertekuk lutut. K-Room Shock Wile diarahkan ke Kurohige dan pria bernama asli Marshal D. Teach itu memuntahkan darah.
Melihat sang kapten terdesak, Van Augur memindahkan Kurohige untuk sedikit menjauh dari arena pertarungan.
Augur sempat menawarkan kesempatan Kurohige untuk mundur dari pertarungan, tapi tawaran itu ditolak dan mau tetap menyerang Law dan timnya.
Kurohige kembali ke dataran dan kembali siap menghadapi Law.
Sedangkan Law mengatakan Kurohige cs kini berada di situasi yang lemah lantaran semua anak buahnya punya kekuatan buah iblis sedangkan anak buah Law adalah orang-orang yang piawai dalam pertarungan di laut.
Menurut Law, kondisi itu menguntungkan dirinya karena pemakan buah iblis lemah terhadap air laut, tapi Kurohige menegaskan buah iblis memberikan lebih banyak keunggulan jika dibandingkan dengan kelemahannya.
Di sisi lain, anak buah Law masih terus melancarkan serangan ke Saber of Xebec di mana Charlotte Pudding ternyata menjadi tawanan di sana.
Pudding diculik oleh anak buah Kurohige, yaitu Augur dan Kuzan, saat rombongan Big Mom sedang berada di Wano.
Kurohige cs menculik Pudding karena mereka membutuhkan anak Big Mom itu untuk membaca poneglyph, dan Pudding bisa melakukan itu jika kemampuan Memo Memo no Mi miliknya sudah awakening.
Kembali ke arena pertarungan di daratan, Kurohige memamerkan jurus Black Vortex yang berasal dari Yami Yami no Mi milikinya, dan jurus itu mampu menghilangkan kemampuan buah iblis dari lawannya.
Wajah Law pun terlihat kaget dan adegan langsung berpindah ke Markas Besar Angkatan Laut.
Kabar pertarungan di Pulau Winner itu ternyata sudah sampai ke telinga Akainu dan dia menyebut tidak bisa apa-apa melainkan menanti hasil dari pertarungan itu.
Lanjut ke sebelah...
Cerita pindah ke Egghead di mana rombongan Bajak Laut Topi Jerami melanjutkan petualangan mereka.
Pacifista berbentuk Kuma telah menghentikan serangan dia setelah Bonney menggunakan kemampuan buah iblisnya untuk memanipulasi umur Luffy Cs.
Luffy dan Chopper berubah dari orang tua, sedangkan Bonney dan Jinbei jadi anak-anak.
Di momen ini, Jinbei mengungkapkan pandangannya soal citra Kuma di mata orang-orang.
Menurut Jinbei, Kuma mendapat predikat raja yang keji saat memerintah Kerajaan Sorbet, dan itu membuat dia diusir dari negaranya dan akhirnya menjadi bajak laut.
Tak lama setelah itu, dia bergabung dengan Pasukan Revolusi dan ditangkap oleh Angkatan Laut.
Namun, saat dia hendak dihukum mati, Dr. Vegapunk datang untuk melakukan modifikasi tubuh Kuma lantaran dia tertarik pada kemampuan tubuh Kuma.
Bonney pun mengamini beberapa pandangan Jinbei, tapi menurut dia mengubah Kuma menjadi cyborg sama saja dengan memberi dia hukuman mati.
Bonney juga mengatakan bahwa Kuma bukan seorang tiran, melainkan hanya membenci Pemerintah Dunia.
Dengan segala alasan itu, Bonney memantapkan hati untuk membunuh Vegapunk yang dia anggap jadi penyebab utama perubahan sang ayah.
Sementara itu, rombongan Thousand Sunny sudah semakin dekat dengan laboratorium utama yang ada di Egghead. Lokasi Lab Phase itu berada di bagian paling atas dan dibangun di tanah yang serupa dengan pulau langit.
Lilith pun mengamini bahwa tanah itu memang terinspirasi dari tanah di pulau langit.
Menurut Lilith, kendali penuh terhadap atmosfer di area Egghead memungkinkan Vegapunk untuk mengubah kadar Pyrobloin dan air di inti kondensasi.
Dengan modifikasi itu, tanah pulau langit pun bisa diciptakan dan Lab Phase dibangun di sana.
Franky, Sanji, Nami, Usopp, dan Robin memutuskan turun dari kapal dan menerima undangan Vegapunk. Sedangkan Zoro dan Brook memilih tinggal di Sunny lantaran Zoro tak percaya pada sosok Lilith.
Sebelum masuk lab, Nami dkk diminta mengganti baju mereka dan mereka pun kini menggunakan kostum yang serupa dengan yang digunakan Luffy.
Pakaian yang mereka gunakan sangat futuristik, dan hanya Sanji yang mengenakan baju pantai seperti yang dipakai Jinbei.
One Piece chapter 1.064 pun ditutup dengan percakapan antara Punk 01 alias Shaka dan Monkey D. Dragon.
Dalam komunikasi itu, Vegapunk mengatakan bahwa saat manusia menjadi sosok yang jenius maka mereka bisa melihat masa depan mereka sendiri.
Tak hanya itu, Vegapunk pun merasa bahwa tak lama lagi dia akan mati.
Jakarta, CNN Indonesia --
One Piece chapter 1.064 dibuka dengan kelanjutan pertarungan antara Law dan Kurohige.
Kurohige yang tampak sudah siap melancarkan kekuatan Gura Gura no Mi langsung disambut kemampuan Awakening dari Ope Ope no Mi milik Law.
Jurus R-Room Amputate dilancarkan dan tubuh Stronger, kuda milik Doc Q, langsung terbelah dua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pijakan Kurohige pun hilang, tapi dia masih sempat melancarkan jurus balasan, yaitu Grush.
Jurus itu membuat anak buah Law dari Heart Pirates terhempas ke tanah, tapi ada beberapa yang mampu bertahan.
Hakugan, Sachi, dan Penguin lantas diberi tugas menyelam ke laut dan melancarkan serangan dari wilayah perairan. Sachi sukses menghalau bom apel yang dilempar Doc Q, sementara Hakugan dan Penguin bertugas mengamankan Polar Tang dan menyerang kapal milik Kurohige.
Sementara itu, Jean Bart, anak buah Law yang dulunya adalah budak milik Naga Langit, bertugas melindungi Law dari serangan sniper dari Van Augur.
Serangan Law pun berlanjut, dan kini dia menggunakan jurus yang membuat Big Mom bertekuk lutut. K-Room Shock Wile diarahkan ke Kurohige dan pria bernama asli Marshal D. Teach itu memuntahkan darah.
Melihat sang kapten terdesak, Van Augur memindahkan Kurohige untuk sedikit menjauh dari arena pertarungan.
Augur sempat menawarkan kesempatan Kurohige untuk mundur dari pertarungan, tapi tawaran itu ditolak dan mau tetap menyerang Law dan timnya.
Kurohige kembali ke dataran dan kembali siap menghadapi Law.
Sedangkan Law mengatakan Kurohige cs kini berada di situasi yang lemah lantaran semua anak buahnya punya kekuatan buah iblis sedangkan anak buah Law adalah orang-orang yang piawai dalam pertarungan di laut.
Menurut Law, kondisi itu menguntungkan dirinya karena pemakan buah iblis lemah terhadap air laut, tapi Kurohige menegaskan buah iblis memberikan lebih banyak keunggulan jika dibandingkan dengan kelemahannya.
Di sisi lain, anak buah Law masih terus melancarkan serangan ke Saber of Xebec di mana Charlotte Pudding ternyata menjadi tawanan di sana.
Pudding diculik oleh anak buah Kurohige, yaitu Augur dan Kuzan, saat rombongan Big Mom sedang berada di Wano.
Kurohige cs menculik Pudding karena mereka membutuhkan anak Big Mom itu untuk membaca poneglyph, dan Pudding bisa melakukan itu jika kemampuan Memo Memo no Mi miliknya sudah awakening.
Kembali ke arena pertarungan di daratan, Kurohige memamerkan jurus Black Vortex yang berasal dari Yami Yami no Mi milikinya, dan jurus itu mampu menghilangkan kemampuan buah iblis dari lawannya.
Wajah Law pun terlihat kaget dan adegan langsung berpindah ke Markas Besar Angkatan Laut.
Kabar pertarungan di Pulau Winner itu ternyata sudah sampai ke telinga Akainu dan dia menyebut tidak bisa apa-apa melainkan menanti hasil dari pertarungan itu.
Lanjut ke sebelah...
Review Manga: One Piece 1.064
Berikut review manga One Piece 1.064 yang menyoroti pertarungan antara Law dan Kurohige. Foto: CNN Indonesia/Hanna Azarya
Cerita pindah ke Egghead di mana rombongan Bajak Laut Topi Jerami melanjutkan petualangan mereka.
Pacifista berbentuk Kuma telah menghentikan serangan dia setelah Bonney menggunakan kemampuan buah iblisnya untuk memanipulasi umur Luffy Cs.
Luffy dan Chopper berubah dari orang tua, sedangkan Bonney dan Jinbei jadi anak-anak.
Di momen ini, Jinbei mengungkapkan pandangannya soal citra Kuma di mata orang-orang.
Menurut Jinbei, Kuma mendapat predikat raja yang keji saat memerintah Kerajaan Sorbet, dan itu membuat dia diusir dari negaranya dan akhirnya menjadi bajak laut.
Tak lama setelah itu, dia bergabung dengan Pasukan Revolusi dan ditangkap oleh Angkatan Laut.
Namun, saat dia hendak dihukum mati, Dr. Vegapunk datang untuk melakukan modifikasi tubuh Kuma lantaran dia tertarik pada kemampuan tubuh Kuma.
Bonney pun mengamini beberapa pandangan Jinbei, tapi menurut dia mengubah Kuma menjadi cyborg sama saja dengan memberi dia hukuman mati.
Bonney juga mengatakan bahwa Kuma bukan seorang tiran, melainkan hanya membenci Pemerintah Dunia.
Dengan segala alasan itu, Bonney memantapkan hati untuk membunuh Vegapunk yang dia anggap jadi penyebab utama perubahan sang ayah.
Sementara itu, rombongan Thousand Sunny sudah semakin dekat dengan laboratorium utama yang ada di Egghead. Lokasi Lab Phase itu berada di bagian paling atas dan dibangun di tanah yang serupa dengan pulau langit.
Lilith pun mengamini bahwa tanah itu memang terinspirasi dari tanah di pulau langit.
Menurut Lilith, kendali penuh terhadap atmosfer di area Egghead memungkinkan Vegapunk untuk mengubah kadar Pyrobloin dan air di inti kondensasi.
Dengan modifikasi itu, tanah pulau langit pun bisa diciptakan dan Lab Phase dibangun di sana.
Franky, Sanji, Nami, Usopp, dan Robin memutuskan turun dari kapal dan menerima undangan Vegapunk. Sedangkan Zoro dan Brook memilih tinggal di Sunny lantaran Zoro tak percaya pada sosok Lilith.
Sebelum masuk lab, Nami dkk diminta mengganti baju mereka dan mereka pun kini menggunakan kostum yang serupa dengan yang digunakan Luffy.
Pakaian yang mereka gunakan sangat futuristik, dan hanya Sanji yang mengenakan baju pantai seperti yang dipakai Jinbei.
One Piece chapter 1.064 pun ditutup dengan percakapan antara Punk 01 alias Shaka dan Monkey D. Dragon.
Dalam komunikasi itu, Vegapunk mengatakan bahwa saat manusia menjadi sosok yang jenius maka mereka bisa melihat masa depan mereka sendiri.
Tak hanya itu, Vegapunk pun merasa bahwa tak lama lagi dia akan mati.