Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang bintang OnlyFans mengisahkan pengalamannya berpesta di Playboy Mansion semasa masih dalam rezim mendiang Hugh Hefner.
Kayla Kayden yang berusia 34 mengaku pernah berpesta di bangunan ikonis tersebut lebih sedekade lalu dan mengatakan dirinya tak bisa berkata-kata dengan apa yang ia lihat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hugh Hefner bakal menendang ke luar cewek dan menyuruh keamanan untuk menyingkirkan mereka bila mereka tak mau memenuhi permintaan," kata model pirang tersebut dalam wawancara dengan sebuah media dewasa dan diberitakan New York Post, Kamis (5/1).
"Saya ingat orang-orang ada di mana-mana saling berhubungan seks, di kolam renang, lobi, dapur, sebut saja, ada banyak orang saling bercumbu," kata Kayden.
"Saya tetap ada di belakang dan sebagian besar hanya melihat mereka, tapi kami masih hanyut akan pikiran bahwa kami bisa menikahi pria kaya yang ada di Playboy Mansion," lanjutnya.
"Jadi banyak dari kami bertahan ada di sana untuk itu," kata Kayden.
[Gambas:Video CNN]
Kayden juga menyebut temannya adalah salah satu cewek yang 'ditendang' dari pesta Hugh Hefner. Kejadian itu disebutnya terjadi di Las Vegas.
Menurut Kayden, seorang teman perempuannya diajak untuk melakukan oral seks dengan seorang musisi yang juga teman dari Hefner. Teman Kayden itu pun dijanji akan diberi imbalan.
"Dia menolaknya, dan langsung saat itu juga dia diusir dari pesta Las Vegas itu," kata Kayden. "Ada anggota band yang komplain ke Hefner bahwa teman ku itu tak bisa diajak enak-enak,"
"Saya ingat kami semua saling melihat dan bertanya apa yang dia lakukan, dan kami semua kaget. Ketika Hef mengetahui teman ku itu kembali ke Mansion, dia langsung diusir dan tak diizinkan masuk lagi," kata Kayden.
"Bila kau tak melakukan apa yang diminta, kau akan masuk daftar hitam dari seluruh aspek Hollywood, karena sebagian besar selebritas itu temannya Hugh," katanya.
"Dia akan segera tahu dan bila kami tak 'melayani' mereka atau bila kami bikin komplain, matilah sudah," lanjutnya.
Kayden menyebut saat itu ia merupakan model dewasa yang bertugas sebagai gadis penghibur di dunia maya.
Lanjut ke sebelah...
Ditawari Masuk Majalah Playboy
Seorang bintang OnlyFans mengisahkan pengalamannya berpesta di Playboy Mansion semasa masih dalam rezim mendiang Hugh Hefner. (Donald Miralle/Getty Images/AFP)
Ia menyebut seorang pegawai Playboy Mansion pernah menawarinya uang muka US$25 ribu untuk kontrak dua tahun sebagai model majalah itu.
Namun sikap Hefner membuat Kayden mundur. Ia menolak dengan alasan pekerjaan itu butuh banyak dinas yang berat baginya untuk dijalani.
"Saat itu saya menghasilkan US$800 - US$1.000 per hari sebagai gadis dunia maya. Saya juga sempat memulai bisnis video dewasa yang kubuat sendiri di rumah," kata Kayden.
"Jadi meskipun itu adalah salah satu impian masa muda saya [untuk menjadi model bagi Playboy], saya tak lagi tertaik karena saya menghasilkan lebih banyak uang dari pekerjaan lain," cetusnya.
Kini menjadi salah seoran model dewasa paling populer di OnlyFans, Kayden dilaporkan memiliki penghasilan sebesar US$50 ribu perbulan hanya melalui situs tersebut.
[Gambas:Infografis CNN]
Meski begitu, Kayden mengaku tetap tak menolak jika kesempatan menjadi model di Playboy datang kembali. Menurutnya, sikap dan aktivitas merek berlogo kelinci itu telah berubah dalam beberapa dekade terakhir.
"Terlepas dari apa yang saya lihat di masa lalu, ada perubahan dramatis nan positif dalam beberapa tahun terakhir - merek itu kini menjadi lebih beragam," pungkas Kayden memandang merek Playboy saat ini.
Dalam sebuah pernyataan terpisah kepada NY Post, PLBY Group, pemegang lisensi merek Playboy saat ini, menegaskan bahwa keluarga Hefner tak lagi terafiliasi dengan Playboy.
[Gambas:Photo CNN]
"Keluarga Hefner tidak lagi terlibat dengan Playboy, dan Playboy hari ini bukanlah Playboy milik Hugh Hefner," ungkap pernyataan tersebut.
"Saat ini, organisasi kami dijalankan oleh lebih dari 80 persen tenaga kerja perempuan. Kami akan terus melawan bagian mana pun dari warisan kami yang tidak mencerminkan nilai-nilai yang kami anut saat ini," imbuh pernyataan dari PLBY Group.
"Untuk membangun kemajuan yang telah kami buat saat kami berkembang sebagai sebuah perusahaan, sehingga kami dapat mendorong perubahan positif bagi karyawan dan komunitas kita."