Penjelasan Ending Episode 1 The Last of Us, Pesan dari Lagu Penutup
CNN Indonesia
Sabtu, 21 Jan 2023 12:49 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Showrunner ungkap makna lagu yang diputar di akhir episode 1 The Last of Us dan kaitannya dengan episode mendatang. (HBO)
Jakarta, CNN Indonesia --
Artikel ini mengandung spoiler/beberan.
The Last of Us akhirnya tayang awal pekan ini berdasarkan waktu Indonesia. Dalam episode 1 bertajuk When You're Lost in the Darkness, Craig Mazin dan Neil Druckmann menampilkan poin-poin penting dalam game, karya original The Last os Us.
Diawali dengan peringatan soal virus jamur beberapa dekade lalu, kisah menyedihkan yang menimpa Sarah (Nico Parker) hingga pertemuan Joel (Pedro Pascal) dan Ellie (Bella Ramsey).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Ellie sudah berpisah dengan Marlene (Merle Dandridge), ia ikut ke tempat Joel dan Tess (Anna Trov). Di sana, Ellie menemukan buku daftar lagu-lagu tersukses sepanjang era Billboard.
Buku itu bukan untuk hiburan atau bacaan semata, tapi juga sebagai alat bantu komunikasi radio antara Joel yang sang penyelundup dengan orang-orang di luar zona karantina Boston (Boston QZ).
Ellie berhasil memecahkan kode tersebut, yakni lagu 1960an berarti belum mendapatkan barang baru, era 1970an artinya sudah ada stok baru, dan 1980an berarti "X" yang kemudian diketahui bermakna masalah.
Di akhir episode 1, Joel, Ellie, dan Tess meninggalkan tempat mereka dan keluar Boston QZ untuk memulai petualangan.
Ketika mereka keluar, radio alat komunikasi Joel itu memutarkan lagu Never Let Me Down Again. Lagu tersebut terus diputar hingga closing credits.
Lagu itu dipopulerkan Depeche Mode pada 1980an, tepatnya 1987. Lagu tersebut sesungguhnya menggambarkan situasi Joel dan Ellie, terutama untuk episode-episode mendatang yang penuh masalah.
Showrunner Craig Mazin mengonfirmasi hal tersebut dan mengatakan itu dilakukan untuk menjaga tradisi yang dilakukan video game Last of Us.
Ia mengaku melakukan riset lagu-lagu era 80-an yang menjadi kode 'penanda masalah' untuk serial itu. Menurutnya, lagu era itu banyak yang ceria dan menyenangkan, hingga akhirnya mendapatkan Never Let Me Down Again.
Lagu tersebut dinilai memiliki tempo cepat dengan lirik yang bernuansa gelap, sesuai dengan kisah Joel dan Ellie. Ia pun membedah lirik tersebut dalam podcast The Last of Us HBO.
"Lirik 'I'm taking a ride with my best friend' dia menyanyi tentang obat-obatan, lagu tentang ketergantungan. Nah (dalam The Last of Us), Ellie akan melakukan perjalanan dengan teman terbaiknya. Sedangkan Joel adalah pria berbahaya," kata Craig Mazin.
"Joel juga akan melakukan perjalanan dengan teman baiknya, dia belum menyadari bahwa Ellie adalah teman terbaiknya. Dia juga gadis kecil berbahaya."
Hal itu merujuk pada perjalanan Joel membawa Ellie yang sejak lahir terperangkap dalam Boston QZ, keluar untuk pertama kali dengan tujuan akhir State House.
Rencana awal, mereka akan menyerahkan Ellie ke State House, Joel dan Tess kemudian akan mencari Tommy dengan berhenti di tempat Bill (Nick Offerman) dan Frank (Murray Bartlett) yang selama ini berkomunikasi lewat radio untuk mengambil perlengkapan.
Namun, semua tak berjalan lancar sesuai rencana. Hal tersebut akan terlihat dalam beberapa episode mendatang yang membuktikan terdapat masalah, seperti yang telah diinformasikan lewat radio.
"Sekarang intinya adalah di bagian 'tidak akan pernah mengecewakan saya.' Mereka akan mengecewakan satu sama lain, kemudian tidak, mengecewakan lagi, terus tidak. Pemikiran itu sangat menarik," Mazin menekankan.
The Last of Us merupakan serial hasil adaptasi video game bertajuk serupa yang dikembangkan Naughty Dog. Serial ini mengisahkan Joel yang bertugas mengawal Ellie melintasi Amerika Serikat pasca-apokaliptik.
Semua itu bermula sekitar 20 tahun lalu. Pada 2003, sebuah virus jamur membuat korban yang terinfeksi menjadi haus darah dan dengan mudah menginfeksi orang lain. Kondisi ini menyebabkan kekacauan dan memicu pandemi global.
Dunia berubah drastis dalam 20 tahun. Masyarakat kini dikawal ketat oleh ketat Badan Penanggulangan Bencana Federal (FEDRA). Mereka yang sehat tinggal di zona karantina Boston (Boston QZ).
Kondisi itu membuat sekelompok masyarakat yang menentang FEDRA bersatu dan dikenal dengan sebutan Fireflies. Suatu kejadian mempertemukan Joel dengan Ellie, sang anak yang begitu dijaga oleh pimpinan Fireflies.
Pimpinan Fireflies, tanpa memberi tahu banyak soal Ellie, meminta Joel mengantarkan anak itu Massachusetts State House. Hal itu jadi awal perjuangan hidup mereka.
Pekerjaan yang awalnya dikira mudah, malah akan menjadi petualangan menyedihkan. Joel dan Ellie harus mengelilingi AS dan bergantung satu dengan yang lain untuk bertahan.
Semua kisah itu akan disajikan dalam sembilan episode The Last of Us yang tayang setiap Senin di HBO GO sejak 16 Januari.
Jakarta, CNN Indonesia --
Artikel ini mengandung spoiler/beberan.
The Last of Us akhirnya tayang awal pekan ini berdasarkan waktu Indonesia. Dalam episode 1 bertajuk When You're Lost in the Darkness, Craig Mazin dan Neil Druckmann menampilkan poin-poin penting dalam game, karya original The Last os Us.
Diawali dengan peringatan soal virus jamur beberapa dekade lalu, kisah menyedihkan yang menimpa Sarah (Nico Parker) hingga pertemuan Joel (Pedro Pascal) dan Ellie (Bella Ramsey).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Ellie sudah berpisah dengan Marlene (Merle Dandridge), ia ikut ke tempat Joel dan Tess (Anna Trov). Di sana, Ellie menemukan buku daftar lagu-lagu tersukses sepanjang era Billboard.
Buku itu bukan untuk hiburan atau bacaan semata, tapi juga sebagai alat bantu komunikasi radio antara Joel yang sang penyelundup dengan orang-orang di luar zona karantina Boston (Boston QZ).
Ellie berhasil memecahkan kode tersebut, yakni lagu 1960an berarti belum mendapatkan barang baru, era 1970an artinya sudah ada stok baru, dan 1980an berarti "X" yang kemudian diketahui bermakna masalah.
Di akhir episode 1, Joel, Ellie, dan Tess meninggalkan tempat mereka dan keluar Boston QZ untuk memulai petualangan.
Ketika mereka keluar, radio alat komunikasi Joel itu memutarkan lagu Never Let Me Down Again. Lagu tersebut terus diputar hingga closing credits.
Lagu itu dipopulerkan Depeche Mode pada 1980an, tepatnya 1987. Lagu tersebut sesungguhnya menggambarkan situasi Joel dan Ellie, terutama untuk episode-episode mendatang yang penuh masalah.
Showrunner Craig Mazin mengonfirmasi hal tersebut dan mengatakan itu dilakukan untuk menjaga tradisi yang dilakukan video game Last of Us.
Ia mengaku melakukan riset lagu-lagu era 80-an yang menjadi kode 'penanda masalah' untuk serial itu. Menurutnya, lagu era itu banyak yang ceria dan menyenangkan, hingga akhirnya mendapatkan Never Let Me Down Again.
Lagu tersebut dinilai memiliki tempo cepat dengan lirik yang bernuansa gelap, sesuai dengan kisah Joel dan Ellie. Ia pun membedah lirik tersebut dalam podcast The Last of Us HBO.
"Lirik 'I'm taking a ride with my best friend' dia menyanyi tentang obat-obatan, lagu tentang ketergantungan. Nah (dalam The Last of Us), Ellie akan melakukan perjalanan dengan teman terbaiknya. Sedangkan Joel adalah pria berbahaya," kata Craig Mazin.
"Joel juga akan melakukan perjalanan dengan teman baiknya, dia belum menyadari bahwa Ellie adalah teman terbaiknya. Dia juga gadis kecil berbahaya."
Showrunner ungkap makna lagu yang diputar di akhir episode 1 The Last of Us dan kaitannya dengan episode mendatang. (HBO)
Hal itu merujuk pada perjalanan Joel membawa Ellie yang sejak lahir terperangkap dalam Boston QZ, keluar untuk pertama kali dengan tujuan akhir State House.
Rencana awal, mereka akan menyerahkan Ellie ke State House, Joel dan Tess kemudian akan mencari Tommy dengan berhenti di tempat Bill (Nick Offerman) dan Frank (Murray Bartlett) yang selama ini berkomunikasi lewat radio untuk mengambil perlengkapan.
Namun, semua tak berjalan lancar sesuai rencana. Hal tersebut akan terlihat dalam beberapa episode mendatang yang membuktikan terdapat masalah, seperti yang telah diinformasikan lewat radio.
"Sekarang intinya adalah di bagian 'tidak akan pernah mengecewakan saya.' Mereka akan mengecewakan satu sama lain, kemudian tidak, mengecewakan lagi, terus tidak. Pemikiran itu sangat menarik," Mazin menekankan.
The Last of Us merupakan serial hasil adaptasi video game bertajuk serupa yang dikembangkan Naughty Dog. Serial ini mengisahkan Joel yang bertugas mengawal Ellie melintasi Amerika Serikat pasca-apokaliptik.
Semua itu bermula sekitar 20 tahun lalu. Pada 2003, sebuah virus jamur membuat korban yang terinfeksi menjadi haus darah dan dengan mudah menginfeksi orang lain. Kondisi ini menyebabkan kekacauan dan memicu pandemi global.
Dunia berubah drastis dalam 20 tahun. Masyarakat kini dikawal ketat oleh ketat Badan Penanggulangan Bencana Federal (FEDRA). Mereka yang sehat tinggal di zona karantina Boston (Boston QZ).
Kondisi itu membuat sekelompok masyarakat yang menentang FEDRA bersatu dan dikenal dengan sebutan Fireflies. Suatu kejadian mempertemukan Joel dengan Ellie, sang anak yang begitu dijaga oleh pimpinan Fireflies.
Pimpinan Fireflies, tanpa memberi tahu banyak soal Ellie, meminta Joel mengantarkan anak itu Massachusetts State House. Hal itu jadi awal perjuangan hidup mereka.
Pekerjaan yang awalnya dikira mudah, malah akan menjadi petualangan menyedihkan. Joel dan Ellie harus mengelilingi AS dan bergantung satu dengan yang lain untuk bertahan.
Semua kisah itu akan disajikan dalam sembilan episode The Last of Us yang tayang setiap Senin di HBO GO sejak 16 Januari.