Jakarta, CNN Indonesia -- Perselisihan soal manajemen bisnis antara petinggi SM Entertainment dengan sang pendiri agensi, Lee Soo-man, terus memanas. Prahara itu meluas hingga sejumlah karyawan merilis pernyataan bersama untuk menyikapi masalah tersebut.
Dalam pernyataan itu, sebanyak 208 karyawan SM Entertainment mengaku selama ini dimanfaatkan oleh Lee Soo-man untuk kepentingan pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan Sports DongA via Naver pada Jumat (17/2), mereka menolak kembali diperalat sang pendiri, terutama setelah Lee Soo-man menjual sebagian besar sahamnya kepada HYBE.
"Kami anggota SM telah sepenuhnya dimanfaatkan dalam tindakan ilegal mantan kepala produser Lee Soo-man, termasuk tindakan penipuan untuk kepentingan pribadi dan menghindari pajak," tulis pernyataan tersebut.
"Kami tidak dapat dimanfaatkan secara ilegal dan diperalat lagi oleh HYBE, bahkan sebelum kami memulai proyek SM 3.0," lanjut pernyataan itu.
Karyawan SM Entertainment itu kemudian menulis tiga sikap bersama terkait kemelut Lee Soo-man melawan para petinggi, yakni CEO Lee Sung-su alias Chris Lee dan COO Tak Young-joon.
[Gambas:Video CNN]
Pertama, 208 karyawan itu menyatakan akan mendukung keberagaman K-Pop dan berpegang teguh terhadap ciri khas SM Entertainment. Mereka menolak tunduk terhadap HYBE meski perusahaan itu kini menjadi pemilik saham.
Kedua, para karyawan juga memutuskan berpihak kepada CEO Lee dan COO Tak serta rencana transformasi menjadi SM 3.0. Mereka juga menuntut perlindungan yang lebih kuat untuk artis dan penggemar supaya tidak dirugikan.
Ketiga, karyawan menentang manuver HYBE yang diklaim berupaya masuk ke dalam dewan direksi SM Entertainment. Para karyawan juga menolak upaya HYBE mengambil alih perusahaan tersebut.
"Lee Soo-man meninggalkan SM dan Pink Blood lalu kabur, tapi kami akan tetap di Seoul Forest untuk melindungi SM dan Pink Blood," pungkas pernyataan itu.
Perselisihan antara Lee Soo-man dengan bos SM Entertainment masih terus memanas, terutama setelah CEO Chris Lee buka suara lewat video 28 menit di YouTube yang diunggah pada Kamis (16/2).
Dalam video itu, Chris Lee menuduh Lee Soo-man melakukan penggelapan pajak luar negeri. Dia juga mengatakan ada 14 hal yang akan dia singgung mulai saat itu untuk menjelaskan alasan SM Entertainment berpisah dengan Lee Soo-man.
Sementara itu, Lee Soo-man tak pernah memberikan komentar soal permasalahannya dengan SM Entertainment. Ia hanya pernah buka suara melalui firma hukumnya setelah mengetahui kemitraan SM Entertainment dengan Kakao.
Lanjut ke sebelah...
Pernyataan Lengkap Karyawan SM
Sebanyak 208 karyawan SM Entertainment mengaku selama ini dimanfaatkan oleh Lee Soo-man untuk kepentingan pribadi. (Dok. SM Entertainment)
Berikut pernyataan lengkap sikap bersama 208 karyawan SM Entertainment terkait konflik Bos SM Entertainment dengan Lee Soo-man.
Ketika mantan kepala produser Lee Soo-man berada dalam bahaya karena penghindaran pajak ilegalnya terungkap, dia menjual saham ke pesaing yang biasa dia bicarakan dan melarikan diri.
Kami anggota SM telah sepenuhnya dimanfaatkan dalam tindakan ilegal mantan kepala produser Lee Soo-man, termasuk tindakan penipuan untuk kepentingan pribadi dan menghindari pajak.
Kami tidak dapat dimanfaatkan secara ilegal dan diperalat lagi oleh HYBE, bahkan sebelum kami memulai proyek SM 3.0
Dengan demikian, kami 208 karyawan tetap SM Entertainment merilis pernyataan berikut karena kami tidak dapat menahan amarah kami tentang kolusi ilegal mantan kepala produser Lee Soo-man dan HYBE.
[Gambas:Video CNN]
1. Kami akan melindungi keragaman budaya K-Pop dan identitas khas SM. Kami menyatakan budaya SM tidak boleh tunduk pada modal HYBE.
2. Kami secara aktif mendukung dan berpihak kepada CEO Lee Sung-su dan COO Tak Young-joon serta rencana mereka terkait multi-produksi SM 3.0. Kami juga menuntut perlindungan yang kuat untuk artis dan penggemar kami agar mereka tidak dirugikan.
3. Kami menentang upaya merger dan akuisisi HYBE serta upaya mereka untuk masuk ke dewan direksi kami. Kami menolak upaya HYBE untuk mengambil alih SM dengan cara yang tidak normal.
Lee Soo-man meninggalkan SM dan Pink Blood lalu kabur, tapi kami akan tetap di Seoul Forest untuk melindungi SM dan Pink Blood.
Tertada,
Kolektif dari 208 karyawan tetap SM Entertainment.