Chris Lee Tuding Lee Soo-man Soal Salah Kelola di SM Entertainment
CNN Indonesia
Kamis, 16 Feb 2023 11:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Masalah Lee Soo-man vs SM Entertainment masuk babak baru. CEO SM Chris Lee tuding Lee Soo-man berada di balik salah kelola agensi itu. (SM Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia --
Permasalahan Lee Soo-man dengan SM Entertainment belum berakhir. Kini, CEO SM Entertainment Lee Sung-soo atau Chris Lee yang juga keponakan Lee Soo-man mengeluarkan pernyataan mengejutkan mengenai pendiri agensi itu.
Pada Kamis (16/2), Lee Sung-soo merilis video bertajuk Presentasi Pernyataan CEO SM Entertainment Lee Sung-soo Part 1. Sejumlah tudingan disampaikan dalam video berdurasi 28 menit itu.
Salah satunya adalah tudingan upaya Lee Soo-man supaya para pemegang saham lainnya mencari cara agar dirinya bisa kembali ke perusahaan yang ia dirikan.
"Fokus tim pemegang saham adalah menemukan cara bagi Lee Soo-man untuk kembali ke perusahaan. Rapat tanggap darurat yang dipimpin Lee Soo-man berlanjut tanpa arti," kata Chris Lee dalam video tersebut.
"Tim eksekutif SM Entertainment saat ini, termasuk saya, kelelahan karena menolak hal itu," ia menegaskan.
Sebelum menjual saham kepada HYBE, Lee Soo-man merupakan pendiri sekaligus pemegang saham terbesar SM Entertainment. Ia tak lagi menjadi board of directors SM sejak mundur pada 2010.
Sejak saat itu, Lee Soo-man aktif sebagai chief producers melalui perusahaan Like Planning sebelum kontraknya dengan SM Entertainment berakhir pada Desember 2022.
Lee Soo-man tidak memegang posisi resmi apapun di SM selama lebih dari satu dekade tetapi dilaporkan memberikan pengaruh yang signifikan dalam mengelola dan melatih artis K-pop perusahaan tersebut.
Dalam video tersebut, Chris Lee juga menuding pamannya telah memerintah dewan eksekutif untuk membuat perubahan yang aneh beberapa waktu lalu.
"Pada 17 Januari, saya mendapatkan pesan dari Lee Soo-man yang isinya, 'Saya akan membuat keputusan bukan sebagai Lee Soo-man, tapi sebagai pimpinan dewan eksekutif,'" kata Chris Lee.
"Setelah itu sesuatu yang aneh terjadi. Seorang pimpinan abstain dari posisinya saat resolusi dewan yang seharusnya menjadi langkah pertama dalam meningkatkan tata kelola."
Lee Sung-soo kemudian menyoroti kontrak pembelian saham Lee Soo-man oleh HYBE mengenai peran Lee Soo-man sebagai produser di Korea terbatas hingga tiga tahun tapi tak ada batasan di luar negeri.
"Kenapa kamu membuat klausul untuk produksi luar negeri sama sekali dalam kontrak akuisisi saham? Apakah HYBE setuju, mengetahui kemungkinan bisnis asing Lee Soo-man (CTP) mungkin ilegal? Atau apakah mereka menandatangani kontrak tanpa mengetahuinya?"
Lanjut ke sebelah...
Ia juga merinci soal royalti enam persen dari seluruh pendapatan SM 70 tahun, sejak 2022 hingga 2092 yang diberikan kepada Lee Soo-man. Itu jadi klausul yang disoroti HYBE saat beli saham Lee Soo-man.
Selain itu, Lee Soo-man juga akan menerima royalti 3 persen dari manajemen perusahaan hingga 2025.
"Bahkan setelah dia berhenti memproduksi, SM harus membayar Lee Soo-man 6 persen dari pendapatan penjualan album artis selama 70 tahun ke depan, serta 3 persendari pendapatan manajemen selama tiga tahun mulai 2023," kata Chris Lee.
"Itu kira-kira 80 miliar won. Saya sangat malu bertemu dengan karyawan SM, artis, dan semua investor kami."
Pernyataan Chris Lee tersebut menjadi babak baru dalam perseteruan SM Entertainment vs Lee Soo-man. Situasi memanas ketika SM Entertainment bekerja sama dengan Kakao dan membuat perusahaan raksasa di Korea itu memiliki 9,05 persen saham agensi itu.
Lee Soo-man pun buka suara melalui firma hukumnya, menilai penjualan saham kepada Kakao merupakan pelanggaran.
Dalam hitungan hari, Lee Soo-man mengejutkan industri hiburan Korea karena menjual 14,8 persen sahamnya kepada HYBE. Hal itu yang kemudian ditentang balik oleh SM Entertainment.
Sejak saat itu, Lee Soo-man tak pernah memberikan komentar soal permasalahannya dengan SM Entertainment. Ia pernah terlihat di publik beberapa waktu lalu bersama Kim Min-jong, artis senior SM.
Mereka menghadiri acara Korea-Mongolia Business Forum di Hyatt Seoul, Hannam-dong, Selasa (14/2) atas undangan Perdana Menteri Mongolia Luvsannamsrain Oyun-Erdene.
Berdasarkan pemberitaan media lokal, Lee Soo-man kala itu diberondong pertanyaan soal permasalahan manajemen di SM Entertainment. Namun, ia memilih tutup mulut dan terus berjalan menuju dining hall.
Permasalahan Lee Soo-man dengan SM Entertainment belum berakhir. Kini, CEO SM Entertainment Lee Sung-soo atau Chris Lee yang juga keponakan Lee Soo-man mengeluarkan pernyataan mengejutkan mengenai pendiri agensi itu.
Pada Kamis (16/2), Lee Sung-soo merilis video bertajuk Presentasi Pernyataan CEO SM Entertainment Lee Sung-soo Part 1. Sejumlah tudingan disampaikan dalam video berdurasi 28 menit itu.
Salah satunya adalah tudingan upaya Lee Soo-man supaya para pemegang saham lainnya mencari cara agar dirinya bisa kembali ke perusahaan yang ia dirikan.
"Fokus tim pemegang saham adalah menemukan cara bagi Lee Soo-man untuk kembali ke perusahaan. Rapat tanggap darurat yang dipimpin Lee Soo-man berlanjut tanpa arti," kata Chris Lee dalam video tersebut.
"Tim eksekutif SM Entertainment saat ini, termasuk saya, kelelahan karena menolak hal itu," ia menegaskan.
Sebelum menjual saham kepada HYBE, Lee Soo-man merupakan pendiri sekaligus pemegang saham terbesar SM Entertainment. Ia tak lagi menjadi board of directors SM sejak mundur pada 2010.
Sejak saat itu, Lee Soo-man aktif sebagai chief producers melalui perusahaan Like Planning sebelum kontraknya dengan SM Entertainment berakhir pada Desember 2022.
Lee Soo-man tidak memegang posisi resmi apapun di SM selama lebih dari satu dekade tetapi dilaporkan memberikan pengaruh yang signifikan dalam mengelola dan melatih artis K-pop perusahaan tersebut.
Dalam video tersebut, Chris Lee juga menuding pamannya telah memerintah dewan eksekutif untuk membuat perubahan yang aneh beberapa waktu lalu.
"Pada 17 Januari, saya mendapatkan pesan dari Lee Soo-man yang isinya, 'Saya akan membuat keputusan bukan sebagai Lee Soo-man, tapi sebagai pimpinan dewan eksekutif,'" kata Chris Lee.
"Setelah itu sesuatu yang aneh terjadi. Seorang pimpinan abstain dari posisinya saat resolusi dewan yang seharusnya menjadi langkah pertama dalam meningkatkan tata kelola."
Lee Sung-soo kemudian menyoroti kontrak pembelian saham Lee Soo-man oleh HYBE mengenai peran Lee Soo-man sebagai produser di Korea terbatas hingga tiga tahun tapi tak ada batasan di luar negeri.
"Kenapa kamu membuat klausul untuk produksi luar negeri sama sekali dalam kontrak akuisisi saham? Apakah HYBE setuju, mengetahui kemungkinan bisnis asing Lee Soo-man (CTP) mungkin ilegal? Atau apakah mereka menandatangani kontrak tanpa mengetahuinya?"
Lanjut ke sebelah...
Chris Lee Soroti Keserakahan Lee Soo-man dari Royalti
Masalah Lee Soo-man vs SM Entertainment masuk babak baru. CEO SM Chris Lee tuding Lee Soo-man berada di balik salah kelola agensi itu. (SM Entertainment)
Ia juga merinci soal royalti enam persen dari seluruh pendapatan SM 70 tahun, sejak 2022 hingga 2092 yang diberikan kepada Lee Soo-man. Itu jadi klausul yang disoroti HYBE saat beli saham Lee Soo-man.
Selain itu, Lee Soo-man juga akan menerima royalti 3 persen dari manajemen perusahaan hingga 2025.
"Bahkan setelah dia berhenti memproduksi, SM harus membayar Lee Soo-man 6 persen dari pendapatan penjualan album artis selama 70 tahun ke depan, serta 3 persendari pendapatan manajemen selama tiga tahun mulai 2023," kata Chris Lee.
"Itu kira-kira 80 miliar won. Saya sangat malu bertemu dengan karyawan SM, artis, dan semua investor kami."
Pernyataan Chris Lee tersebut menjadi babak baru dalam perseteruan SM Entertainment vs Lee Soo-man. Situasi memanas ketika SM Entertainment bekerja sama dengan Kakao dan membuat perusahaan raksasa di Korea itu memiliki 9,05 persen saham agensi itu.
Lee Soo-man pun buka suara melalui firma hukumnya, menilai penjualan saham kepada Kakao merupakan pelanggaran.
Dalam hitungan hari, Lee Soo-man mengejutkan industri hiburan Korea karena menjual 14,8 persen sahamnya kepada HYBE. Hal itu yang kemudian ditentang balik oleh SM Entertainment.
Sejak saat itu, Lee Soo-man tak pernah memberikan komentar soal permasalahannya dengan SM Entertainment. Ia pernah terlihat di publik beberapa waktu lalu bersama Kim Min-jong, artis senior SM.
Mereka menghadiri acara Korea-Mongolia Business Forum di Hyatt Seoul, Hannam-dong, Selasa (14/2) atas undangan Perdana Menteri Mongolia Luvsannamsrain Oyun-Erdene.
Berdasarkan pemberitaan media lokal, Lee Soo-man kala itu diberondong pertanyaan soal permasalahan manajemen di SM Entertainment. Namun, ia memilih tutup mulut dan terus berjalan menuju dining hall.