Ada Film dan Sampul Novel 'Jadul' di Balik Quantum Realm Ant-Man 3
CNN Indonesia
Minggu, 19 Feb 2023 12:02 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sutradara menjelaskan visual Quantum Realm di Ant-Man 3 banyak terinspirasi dari film hingga kultur pop era '60 hingga '80-an. (Courtesy of Marvel Studios/Marvel Studios)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ant-Man and the Wasp: Quantumania menyelami semesta lain dari Marvel Cinematic Universe (MCU) lewat Quantum Realm, sebuah dimensi yang menjadi latar utama film ini.
Dimensi itu beberapa kali ditampilkan secara sekilas dalam rilisan MCU sebelumnya. Hingga kemudian, Peyton Reed selaku sutradara diberi kesempatan untuk mengeksplorasi Quantum Realm lewat Ant-Man 3.
Ia pun 'menciptakan' dimensi tersebut dengan mengacu berbagai referensi. Reed menjelaskan visual Quantum Realm banyak terinspirasi dari film hingga kultur pop era '60 hingga '80-an.
Sebagian besar film yang menjadi referensi penciptaan Quantum Realm itu punya kesamaan, yakni bergenre sci-fi. Referensi visual itu kemudian digabung dengan berbagai sampul novel sci-fi jadul.
"Untuk Quantum Realm, kami mengadopsi dari banyak hal. Kau tahu, Flash Gordon (1980), Barbarella (1968)," tutur Reed dalam konferensi pers virtual Ant-Man 3, beberapa waktu lalu.
"Maksud saya, kami terinspirasi semua hal yang lawas ini. Benar-benar mencari inspirasi dari sampul novel sci-fi lawas dari tahun '60-an, '70-an, hingga '80-an," lanjut Reed.
Reed menjelaskan berbagai referensi tersebut diambil lantaran ia dan tim visual Quantum Realm menilai karya-karya itu diciptakan oleh seniman hebat.
Para seniman lawas itu berhasil menciptakan visual yang menarik perhatian. Karya-karya itu menampilkan gambaran dunia yang aneh, tapi tetap memikat.
Reed lalu menjelaskan desain produksi Quantum Realm menggabungkan referensi visual tersebut dengan karya-karya mikrofotografi, potret benda dengan ukuran yang sangat kecil.
Berbagai karya mikrofotografi itu dikumpulkan untuk dicetak sehingga terlihat seperti sebuah lanskap. Dari situ, mereka mulai membayangkan bagaimana penggambaran Quantum Realm dan penempatan karakter serta unsur-unsur lain yang ada di dimensi tersebut.
Lanjut ke sebelah...
"Kami melihat dari mikrofotografi dunia nyata, mikrofotografi elektron, yang mengambil benda-benda yang amat sangat kecil," ucap Reed.
"Dan kemudian Anda mencetaknya agar terlihat seperti lanskap. Itu membuat Anda berpikir, di mana semua pikiran kita seharusnya berada," lanjut Reed.
Reed pun tak menampik bahwa dia sempat merasa bingung ketika mulai mencari ide soal Quantum Realm. Ia kemudian merekrut seniman-seniman visual untuk mengerjakan dimensi tersebut dengan mengacu berbagai referensi.
Reed kemudian menjelaskan penciptaan Quantum Realm butuh digarap secara rinci dengan berbagai latar belakang serta cara kerja dunia yang spesifik.
"Kau tahu, tidak ada film Marvel lain yang berhadapan dengan ini dan ingin menciptakan dunia yang hidup beserta berbagai sejarah dan cara kerjanya sendiri," tutur Reed.
Ant-Man and the Wasp: Quantumania merupakan film ketiga dari Ant-Man. Film pertamanya rilis pada 2015 dan diikuti Ant-Man and the Wasp tiga tahun kemudian.
Jajaran aktor film-film terdahulunya masih kembali untuk film ketiga ini, yaitu Paul Rudd, Evangeline Lilly, Michael Douglas, dan Michelle Pfeiffer.
Ant-Man 3 juga menjadi debut Kathryn Newton yang berperan sebagai Cassie Lang dewasa. Jonathan Majors juga siap melakoni penampilan perdana sebagai Kang the Conqueror, villain utama The Multiverse Saga.
Ant-Man and the Wasp: Quantumania dijadwalkan tayang di bioskop 15 Februari.
Ant-Man and the Wasp: Quantumania menyelami semesta lain dari Marvel Cinematic Universe (MCU) lewat Quantum Realm, sebuah dimensi yang menjadi latar utama film ini.
Dimensi itu beberapa kali ditampilkan secara sekilas dalam rilisan MCU sebelumnya. Hingga kemudian, Peyton Reed selaku sutradara diberi kesempatan untuk mengeksplorasi Quantum Realm lewat Ant-Man 3.
Ia pun 'menciptakan' dimensi tersebut dengan mengacu berbagai referensi. Reed menjelaskan visual Quantum Realm banyak terinspirasi dari film hingga kultur pop era '60 hingga '80-an.
Sebagian besar film yang menjadi referensi penciptaan Quantum Realm itu punya kesamaan, yakni bergenre sci-fi. Referensi visual itu kemudian digabung dengan berbagai sampul novel sci-fi jadul.
"Untuk Quantum Realm, kami mengadopsi dari banyak hal. Kau tahu, Flash Gordon (1980), Barbarella (1968)," tutur Reed dalam konferensi pers virtual Ant-Man 3, beberapa waktu lalu.
"Maksud saya, kami terinspirasi semua hal yang lawas ini. Benar-benar mencari inspirasi dari sampul novel sci-fi lawas dari tahun '60-an, '70-an, hingga '80-an," lanjut Reed.
Reed menjelaskan berbagai referensi tersebut diambil lantaran ia dan tim visual Quantum Realm menilai karya-karya itu diciptakan oleh seniman hebat.
Para seniman lawas itu berhasil menciptakan visual yang menarik perhatian. Karya-karya itu menampilkan gambaran dunia yang aneh, tapi tetap memikat.
Reed lalu menjelaskan desain produksi Quantum Realm menggabungkan referensi visual tersebut dengan karya-karya mikrofotografi, potret benda dengan ukuran yang sangat kecil.
Berbagai karya mikrofotografi itu dikumpulkan untuk dicetak sehingga terlihat seperti sebuah lanskap. Dari situ, mereka mulai membayangkan bagaimana penggambaran Quantum Realm dan penempatan karakter serta unsur-unsur lain yang ada di dimensi tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Digarap Secara Rinci
Sutradara menjelaskan visual Quantum Realm di Ant-Man 3 banyak terinspirasi dari film hingga kultur pop era '60 hingga '80-an. (Marvel/Jay Maidment)
"Kami melihat dari mikrofotografi dunia nyata, mikrofotografi elektron, yang mengambil benda-benda yang amat sangat kecil," ucap Reed.
"Dan kemudian Anda mencetaknya agar terlihat seperti lanskap. Itu membuat Anda berpikir, di mana semua pikiran kita seharusnya berada," lanjut Reed.
Reed pun tak menampik bahwa dia sempat merasa bingung ketika mulai mencari ide soal Quantum Realm. Ia kemudian merekrut seniman-seniman visual untuk mengerjakan dimensi tersebut dengan mengacu berbagai referensi.
Reed kemudian menjelaskan penciptaan Quantum Realm butuh digarap secara rinci dengan berbagai latar belakang serta cara kerja dunia yang spesifik.
"Kau tahu, tidak ada film Marvel lain yang berhadapan dengan ini dan ingin menciptakan dunia yang hidup beserta berbagai sejarah dan cara kerjanya sendiri," tutur Reed.
Ant-Man and the Wasp: Quantumania merupakan film ketiga dari Ant-Man. Film pertamanya rilis pada 2015 dan diikuti Ant-Man and the Wasp tiga tahun kemudian.
Jajaran aktor film-film terdahulunya masih kembali untuk film ketiga ini, yaitu Paul Rudd, Evangeline Lilly, Michael Douglas, dan Michelle Pfeiffer.
Ant-Man 3 juga menjadi debut Kathryn Newton yang berperan sebagai Cassie Lang dewasa. Jonathan Majors juga siap melakoni penampilan perdana sebagai Kang the Conqueror, villain utama The Multiverse Saga.
Ant-Man and the Wasp: Quantumania dijadwalkan tayang di bioskop 15 Februari.