Radja, Band Indonesia yang Dapat Ancaman Pembunuhan di Malaysia
CNN Indonesia
Selasa, 14 Mar 2023 19:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Profil Radja, band hit Indonesia era 2000-an awal yang baru-baru ini mendapat ancaman pembunuhan usai konser di Malaysia. (Courtesy of Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --
Radja merupakan salah satu band Indonesia yang begitu terkenal era 2000-an awal. Band yang kini beranggotakan Ian Kasela, Moldy, Indra Riwayat dan Seno Aji Wibowo itu berasal dari Banjarmasin dan aktif sejak 1999.
Formasi saat ini sejatinya bukan yang berasal dari sejak awal mula band berdiri. Dua personel, Shuma dan Adit, keluar pada 2001 imbas kegagalan album di pasaran.
Pada 2003, Indra mulai bergabung sebagai pemain bass dan diikuti Seno, kenalannya, sebagai drummer Radja. Formasi itu kemudian bertahan dalam waktu lama dan merilis banyak album.
Manusia Biasa menjadi album pertama yang dirilis dengan formasi tersebut. Single Cinderella dan Jujur pun hit di pasaran. Video musik Jujur pun dibuat kembali dengan versi baru dan rilis pada 2022.
"Lagu Jujur kembali dirilis untuk pencinta musik Tanah Air dengan kemasan sound & arrangement yang baru. Semoga persembahan terbaru dari band Radja ini bisa menghibur sekaligus mengobati rasa rindu," tulis Radja di saluran resmi YouTube mereka.
Meski mulai dikenal, popularitas band tersebut sesungguhnya meningkat setelah merilis repackaged Langkah Baru pada 2004, tak lama setelah bergabung dengan EMI Music Indonesia.
Album tersebut membuat Radja meraih Golden Awards dari label mereka untuk penjualan kaset di atas 75 ribu kopi, diikuti Platinum Award untuk penjualan di atas 150 ribu kopi.
Tak berhenti di situ, Langkah Baru juga mendapatkan Double Platinum Award untuk penjualan di atas 300 ribu kopi, Multi Platinum untuk penjualan kaset di atas 500 ribu kopi, karena terjual 1,2 juta kopi.
Pada 2006, mereka meluncurkan album keempat yang bertajuk Aku Ada Karena Kau Ada. Album tersebut juga mendapat respons yang cukup baik dalam masyarakat Indonesia.
Salah satu lagu yang begitu dikenal dari album tersebut adalah Benci Bilang Cinta dengan bagian Da da dam da da da yang menjadi hook di telinga pendengar.
Dalam beberapa tahun kemudian, band Radja merilis sedikitnya lima album baru, seperti 1000 Bulan, Untuk Semua, Membumi, Selalu Ada, dan Terus Terang.
Hingga pada 2010, Indra dan Seno sempat memutuskan keluar dan membuat band baru, Audio Jet. Radja pun pada 2011 mengisi kekosongan pemain dengan bergabungnya Aldi sebagai keyboardist, Ojie sebagai bassist, dan Vidi sebagai drummer.
Tak lama setelah terbentuk, Radja dengan formasi itu merilis album baru bertajuk Aku di Tanganmu (2011), diikuti dengan Ayo Melangkah pada 2012.
Kembalinya Indra dan Seno di sebelah...
Namun, formasi itu hanya bertahan empat tahun. Pada 2015, Radja kembali ke posisi lawas mengikuti kembalinya Indra dan Seno. Format anggota itu pun bertahan hingga kini.
Selain merilis album, mereka juga masih manggung hingga ke luar negeri, salah satunya adalah Malaysia. Namun, penampilan mereka kini malah ramai dengan pemberitaan ancaman pembunuhan.
Usai manggung di Larkin Area Indoor Stadium, Radja mengaku disekap dan mendapat ancaman pembunuhan meski konser mereka berjalan dengan baik.
Radja, kata Ian Kasela, kala itu tak berdaya karena diminta diam. Setiap kali hendak berbicara, mereka disebut selalu dibentak oleh orang-orang tersebut bahkan hingga kontak fisik dan ancaman.
Ian Kasela kemudian mengungkapkan berada di ruangan tersebut sekitar 30 menit. Tim Radja bisa keluar setelah orang-orang tersebut meninggalkan tempat itu dengan sendirinya.
Tim Radja kemudian membuat laporan dengan pihak berwenang setempat. Seperti dilansir kantor berita Bernama, laporan itu berisi ancaman pembunuhan yang diterima Radja sekitar pukul 23.15.
Dalam laporan, Ian mengatakan insiden itu terkait dengan kesalahpahaman antara Radja dan penyelenggara acara. Kesalahpahaman itu membuat Radja akhirnya dibanjiri kritik, bahkan hingga ancaman pembunuhan.
Kepolisian Malaysia sempat menahan mereka sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Namun, mereka bebas dengan membayar jaminan 10 ribu ringgit atau sekitar Rp34,3 juta.
Setelah mengetahui hal itu, Radja langsung meminta perlindungan dari Mabes Polri setibanya mereka kembali ke Indonesia. Ian mengaku takut dirinya dan keluarga mendapat ancaman kembali.
"Kami enggak bisa berbuat apa-apa. Makanya, kami ngobrol coba sharing ke Mabes, berharap di sini bisa semacam memberikan perlindungan terhadap anak istri kami," ucap Ian di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/3).
Jakarta, CNN Indonesia --
Radja merupakan salah satu band Indonesia yang begitu terkenal era 2000-an awal. Band yang kini beranggotakan Ian Kasela, Moldy, Indra Riwayat dan Seno Aji Wibowo itu berasal dari Banjarmasin dan aktif sejak 1999.
Formasi saat ini sejatinya bukan yang berasal dari sejak awal mula band berdiri. Dua personel, Shuma dan Adit, keluar pada 2001 imbas kegagalan album di pasaran.
Pada 2003, Indra mulai bergabung sebagai pemain bass dan diikuti Seno, kenalannya, sebagai drummer Radja. Formasi itu kemudian bertahan dalam waktu lama dan merilis banyak album.
Manusia Biasa menjadi album pertama yang dirilis dengan formasi tersebut. Single Cinderella dan Jujur pun hit di pasaran. Video musik Jujur pun dibuat kembali dengan versi baru dan rilis pada 2022.
"Lagu Jujur kembali dirilis untuk pencinta musik Tanah Air dengan kemasan sound & arrangement yang baru. Semoga persembahan terbaru dari band Radja ini bisa menghibur sekaligus mengobati rasa rindu," tulis Radja di saluran resmi YouTube mereka.
Meski mulai dikenal, popularitas band tersebut sesungguhnya meningkat setelah merilis repackaged Langkah Baru pada 2004, tak lama setelah bergabung dengan EMI Music Indonesia.
Album tersebut membuat Radja meraih Golden Awards dari label mereka untuk penjualan kaset di atas 75 ribu kopi, diikuti Platinum Award untuk penjualan di atas 150 ribu kopi.
Tak berhenti di situ, Langkah Baru juga mendapatkan Double Platinum Award untuk penjualan di atas 300 ribu kopi, Multi Platinum untuk penjualan kaset di atas 500 ribu kopi, karena terjual 1,2 juta kopi.
Pada 2006, mereka meluncurkan album keempat yang bertajuk Aku Ada Karena Kau Ada. Album tersebut juga mendapat respons yang cukup baik dalam masyarakat Indonesia.
Salah satu lagu yang begitu dikenal dari album tersebut adalah Benci Bilang Cinta dengan bagian Da da dam da da da yang menjadi hook di telinga pendengar.
Dalam beberapa tahun kemudian, band Radja merilis sedikitnya lima album baru, seperti 1000 Bulan, Untuk Semua, Membumi, Selalu Ada, dan Terus Terang.
Hingga pada 2010, Indra dan Seno sempat memutuskan keluar dan membuat band baru, Audio Jet. Radja pun pada 2011 mengisi kekosongan pemain dengan bergabungnya Aldi sebagai keyboardist, Ojie sebagai bassist, dan Vidi sebagai drummer.
Tak lama setelah terbentuk, Radja dengan formasi itu merilis album baru bertajuk Aku di Tanganmu (2011), diikuti dengan Ayo Melangkah pada 2012.
Kembalinya Indra dan Seno di sebelah...
Profil Band Radja
Profil Radja, band hit Indonesia era 2000-an awal yang baru-baru ini mendapat ancaman pembunuhan usai konser di Malaysia. (Courtesy of Detikcom)
Namun, formasi itu hanya bertahan empat tahun. Pada 2015, Radja kembali ke posisi lawas mengikuti kembalinya Indra dan Seno. Format anggota itu pun bertahan hingga kini.
Selain merilis album, mereka juga masih manggung hingga ke luar negeri, salah satunya adalah Malaysia. Namun, penampilan mereka kini malah ramai dengan pemberitaan ancaman pembunuhan.
Usai manggung di Larkin Area Indoor Stadium, Radja mengaku disekap dan mendapat ancaman pembunuhan meski konser mereka berjalan dengan baik.
Radja, kata Ian Kasela, kala itu tak berdaya karena diminta diam. Setiap kali hendak berbicara, mereka disebut selalu dibentak oleh orang-orang tersebut bahkan hingga kontak fisik dan ancaman.
Ian Kasela kemudian mengungkapkan berada di ruangan tersebut sekitar 30 menit. Tim Radja bisa keluar setelah orang-orang tersebut meninggalkan tempat itu dengan sendirinya.
Tim Radja kemudian membuat laporan dengan pihak berwenang setempat. Seperti dilansir kantor berita Bernama, laporan itu berisi ancaman pembunuhan yang diterima Radja sekitar pukul 23.15.
Dalam laporan, Ian mengatakan insiden itu terkait dengan kesalahpahaman antara Radja dan penyelenggara acara. Kesalahpahaman itu membuat Radja akhirnya dibanjiri kritik, bahkan hingga ancaman pembunuhan.
Kepolisian Malaysia sempat menahan mereka sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Namun, mereka bebas dengan membayar jaminan 10 ribu ringgit atau sekitar Rp34,3 juta.
Setelah mengetahui hal itu, Radja langsung meminta perlindungan dari Mabes Polri setibanya mereka kembali ke Indonesia. Ian mengaku takut dirinya dan keluarga mendapat ancaman kembali.
"Kami enggak bisa berbuat apa-apa. Makanya, kami ngobrol coba sharing ke Mabes, berharap di sini bisa semacam memberikan perlindungan terhadap anak istri kami," ucap Ian di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/3).