Jakarta, CNN Indonesia -- Uya Kuya mengaku terus dihubungi selama tiga hari oleh 19 'orang penting' Indonesia usai mengunggah konten wawancara bersama Tio Pakusadewo yang berisikan dugaan bisnis dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Menurut klaim Uya, belasan orang penting tersebut meminta klarifikasi soal pengakuan Tio soal dugaan bisnis yang dijalankan anak menteri di Lapas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang kemarin ini, saya hitung selama tiga hari ada 19 orang penting di negeri ini yang hubungi saya," tutur Uya saat berbincang di Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Jumat (5/5).
Uya enggan menyebut pihak yang menghubungi dirinya. Namun, ia menyebutkan beberapa maksud yang disampaikan orang-orang tersebut saat menghubunginya.
Kata Uya, ada pihak yang menghubungi dan memintanya membuat permintaan maaf karena mengunggah isi wawancaranya dengan Tio Pakusadewo.
[Gambas:Video CNN]
Setelah mendengar itu, Uya Kuya mengaku menolak permintaan tersebut karena merasa tidak perlu meminta maaf kepada pihak mana pun.
"Ada juga yang suruh saya minta maaf. Saya bilang, 'Mau minta maaf sama siapa?' Saya enggak mau,'" terang Uya Kuya.
Di sisi lain, ada pula pihak yang menyatakan hanya ingin berbincang-bincang dengan dirinya.
Namun, di sisi lain, Uya juga menjelaskan ada beberapa orang meminta dirinya menghapus konten video dengan alasan demi kebaikan bersama. Pihak-pihak itu juga mengklaim sesungguhnya tak bermasalah dengan konten tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Uya juga mengaku kerap mendapatkan pesan-pesan senada usai mengunggah konten yang menyentil masalah konstitusi atau berhubungan dengan pejabat.
Menurutnya, sebagian besar respons disampaikan secara privat kepada Uya. Beberapa di antaranya, se[ertomemiliki maksud untuk mengajak Uya 'bekerja sama' dalam menyelesaikan kasus-kasus terkait.
Meski begitu, mantan member Tofu itu juga mengklaim tidak jarang mendapatkan luapan emosi dari para pihak yang meradang.
"Saya sudah membahas hal seperti ini tuh udah dua tahun terakhir, dari institusi mana pun," ucap Uya.
"Banyak pejabat dari institusi yang saya bicarakan oknumnya, justru menghubungi saya untuk bersinergi menyelesaikan itu. Tapi ada juga yang marah-marah," lanjutnya.
Lanjut ke sebelah...
Cerita Tio Pakusadewo Soal Dugaan Bisnis di Lapas
Tio Pakusadewo cerita dugaan monopoli bisnis Lapas saat bincang-bincang bersama Uya Kuya. (Detikcom/Hanif Hawari)
Uya Kuya ikut ramai menjadi pembahasan netizen usai mengundang Tio Pakusadewo dalam siniar miliknya yang diunggah di YouTube pada Sabtu (29/4).
Dalam wawancara itu, Tio Pakusadewo mengungkap dugaan bisnis di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang dimonopoli anak menteri. Ia menyebut bisnis itu dikelola sebuah yayasan yang melibatkan anak menteri di Indonesia.
"Yang menggagas itu bekas napi koruptor. Cuma dia pintar lah, link-nya banyak. Terus, dia menggaet salah satu anak menteri," kata Tio Pakusadewo.
Tio mengungkap cerita seputar bisnis di dalam penjara. Ia mengaku mendapati yayasan itu memfasilitasi narapidana lewat sebuah program.
Tio juga mengatakan yayasan tersebut turut memonopoli bisnis air hingga kantin di dalam lapas.
[Gambas:Video CNN]
Para narapidana, kata Tio, terpaksa harus membeli air minum hingga makanan di kantin karena kualitas makanan yang disediakan tidak bagus.
Pengakuan tersebut kemudian menyeret nama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dan anaknya, Yamitema Laoly.
Nama anak Menkumham itu ramai disebut netizen karena diduga sebagai sosok yang dimaksud oleh Tio Pakusadewo. Yasonna kemudian membantah rumor tersebut dan menyebut cerita sang aktor bohong.
Ia menjelaskan pelatihan di lapas digelar atas kerja sama Yayasan Jeera dengan beberapa lapas. Dia memastikan Yamitema Laoly tak terlibat dalam proyek tersebut.
"Ah, bohong besar itu. Enggak ada. Jadi Jeera itu yayasan yang membina napi, barista, [perajin] kulit, mereka memang ada kerja sama dengan koperasi di tempat dia itu," kata Yasonna di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/5).