Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara film Titanic, James Cameron, mengaku banyak orang di komunitas peneliti dan peminat kelautan yang khawatir soal kapal selam Titan sebelum tragedi baru-baru ini terjadi.
Kepada ABC News seperti dirilis Entertainment Weekly pada Kamis (22/6), Cameron menyebut banyak pakar yang menyuarakan kekhawatiran mereka soal kapal buatan OceanGate Expedition tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah banyak orang di lingkungan komunitas sangat khawatir soal kapal selam ini," kata Cameron yang juga seorang penjelajah laut dalam.
"Dan sejumlah orang top dalam komunitas teknologi kapal selam bahkan menulis surat ke perusahaan tersebut mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan terlalu eksperimental untuk mengangkut penumpang," lanjutnya.
"Selain itu, kapal ini juga perlu disertifikasi, dan semacamnya," kata James Cameron yang sudah lebih dari 30 kali menyelam ke dasar Samudera Atlantik mengunjungi Titanic.
[Gambas:Video CNN]
Cameron bahkan menyebut kapal selam Titan ini mengulang jejak Titanic yang teronggok di kedalaman 3,8 kilometer di bawah permukaan Samudera Atlantik.
"Saya kaget dengan kemiripan bencana kapal ini dengan Titanic, di mana kapten [Titanic] berulang kali diperingatkan soal gunung es di depan kapalnya," kata Cameron.
"Tapi dia melaju dengan kecepatan penuh ke arena banyak gunung es saat malam tanpa bulan, dan akibatnya banyak orang meninggal," lanjutnya.
"Dan untuk tragedi yang sangat mirip di mana peringatan tidak digubris terjadi di lokasi yang persis sama, dengan semua penyelaman yang sudah dilakukan di seluruh dunia, menurut saya sungguh mencengangkan. Ini benar-benar nyata," kata Cameron.
James Cameron juga mengingatkan bahwa penting bagi masyarakat untuk peduli dan sadar bahwa penyelaman dasar laut dalam adalah seni yang butuh persiapan dan ilmu yang matang.
Lanjut ke sebelah...
James Cameron: Ini Mimpi Buruk
Sutradara film Titanic, James Cameron, mengaku banyak orang di komunitas peneliti yang khawatir dan memperingatkan soal kapal selam Titan. (AFP/ISABEL INFANTES)
Selain itu, kata Cameron, riwayat dan kepastian keselamatan adalah "gold standard" dan tak bisa diganggu gugat. Bukan hanya sekadar tak ada kejadian kematian, tapi tak boleh ada insiden besar terjadi.
"Tentu saja [yang terjadi dengan Titan] ini adalah mimpi buruk bagi kami semua yang ada di dalam komunitas dan dunia ini," kata Cameron.
"Karena kami semua masuk ke bidang eskplorasi dan kami menjalaninya dengan bayangan itu di belakang benak kami," lanjutnya.
[Gambas:Youtube]
Kapal Titan milik OceanGate Expedition yang mengangkut sejumlah penumpang, termasuk miliuner asal Inggris, tenggelam. Sebelumnya kapal ini hilang kontak hanya beberapa jam setelah masuk ke dalam Samudera Atlantik.
Puing-puing kapal selam Titan ditemukan berjarak 200 meter dari bangkai kapal Titanic. Lokasi penemuan puing disebut sesuai dengan titik terakhir kapal yang membawa lima penumpang itu hilang komunikasi.
Meski jarak area penemuan puing kapal Titan cukup dekat dengan situs kapal Titanic, dipastikan tak ada puing kapal Titanic di sekitar area tersebut. Seluruh penumpang pun dinyatakan tewas.
"Lebih dari 200 meter dari bagian haluan Titanic," kata Penjaga Pantai AS Laksamana Madya John Mauger seperti dikutip CNN, Jumat (23/6).
Laksamana Madya Sir James Burnell-Nugent, mantan Komandan-in-Chief Fleet dari Royal Navy menyebut kapal selam yang membawa lima orang penumpang itu meledak karena tekanan di bawah laut yang sangat tinggi.
"Saya pikir secara keseluruhan ini mungkin adalah berita yang buruk dan menunjukkan bahwa Titan mungkin telah meledak di bawah tekanan besar air laut ketika sedang turun." kata Burnell-Nugent.