5 Fakta Djoko Pekik, Seniman Besar Indonesia Anggota Lekra

CNN Indonesia
Sabtu, 12 Agu 2023 11:50 WIB
5 Fakta Djoko Pekik, Seniman Besar Indonesia Anggota Lekra
Djoko Pekik merupakan salah satu seniman besar Indonesia yang juga dikenal pernah menjadi bagian dari kelompok seniman Lekra pada dekade '60-an. (Jauh Hari Wawan S/ detikcom)

3. Miliaran Rupiah

Karya dari Djoko Pekik dijual miliaran rupiah. Selain karena artistiknya yang luar biasa, nama Djoko Pekik dengan kisah hidupnya juga menjadi daya tarik bagi para kolektor.

Salah satu karya Djoko Pekik yang dikenal adalah Go to Hell Crocodile yang menggambarkan seekor buaya berwarna hitam dengan lidah menjulur merah.

Buaya itu ada di antara rumah penduduk desa. Namun di dalam lukisan itu juga terdapat lingkaran yang porosnya makin lama makin kecil. Lukisan ini dijual senilai Rp6 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

4. Penangkapan Akil Mochtar

Djoko Pekik sempat bercerita soal lukisannya yang bertajuk Pawang Pun Kesurupan. Lukisan yang sarat kritik sosial itu banyak disebut sebagai ramalan kala mantan Ketua MK Akil Mochtar ditangkap KPK pada Oktober 2013.

Lukisan yang dibuat 8 Desember 2012 itu menggambarkan wajah peradilan di Indonesia yang carut marut. Para hakim digambarkan serakah memakan segalanya, termasuk duit rakyat.

"Saya bukan seorang peramal. Lukisan itu hadir sebagai perenungan batin akan nasib bangsa yang lebih dari sekadar edan, melainkan sudah kesurupan," kata Djoko Pekik.

5. Perasaan yang Menuntun

Djoko Pekik mengatakan dirinya hanya mengandalkan intuisi dan perenungan dalam membuat lukisan, tanpa pernah melihat atau mencontoh orang lain.

Hasil perenungan Djoko Pekik itu pun kebanyakan berisi kritikan akan kondisi sosial dan politik Indonesia. Pergolakan batin ia rasakan saat melihat negerinya yang dirasa makin tak karuan.

"Saya tidak pernah baca referensi atau nyontoh lukisan orang. Sesuatu yang menyakitkan hati, mengendap di hati, perasaan itulah yang mengeluarkan tema dan inspirasi. Perasaan yang menuntun tangan saya." kata Djoko.

(end)
Jakarta, CNN Indonesia --

Djoko Pekik meninggal dunia pada Sabtu (12/8) pada usia 86 tahun. Ia merupakan salah satu seniman besar Indonesia yang juga dikenal pernah menjadi bagian dari kelompok seniman Lekra pada dekade '60-an.

Lekra atau organisasi Lembaga Kebudayaan Rakyat didirikan atas inisiatif anggota yang aktif di Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1950. Namun Lekra sama sekali terpisah dari partai tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kurator dan pengamat seni Amir Sidharta pernah mengatakan kepada CNNIndonesia.com beberapa tahun lalu, bahwa Djoko Pekik dan seniman Lekra termasuk orang yang menyumbang sejarah dalam dunia seni rupa Indonesia.

"Selain teknik berkeseniannya, mereka juga besar karena memiliki sejarah panjang dengan Lekra. Sayangnya, mereka seakan dihapus dari peta dunia seni Indonesia karena terafiliasi dalam Gerakan 30 September," kata Amir pada 2015.

Berikut lima fakta dari Djoko Pekik:

1. Dibui Tanpa Diadili

Diberitakan detikHot, Djoko Pekik pernah dibui selama tujuh tahun tanpa melalui proses peradilan hanya karena tergabung dalam Lekra. Penangkapan itu terjadi saat Djoko berada di Jakarta.

Meski sempat bersembunyi ketika anggota PKI dan Lekra diburu, ia tetap tertangkap dan dituding sebagai bagian dari oknum pembunuh para jenderal TNI pada peristiwa G30S.

[Gambas:Video CNN]



"Saya dikatakan pelarian dari Jakarta dan dituduh sebagai pembunuhan para jenderal," lanjutnya.

"Saya ingat betul bagaimana rasanya gelap di penjara, kedinginan, kelaparan, disuruh jalan jongkok dengan kepala diinjak, punggung bengkak, badan semua berdarah. Sengsara sekali," kata Djoko Pekik.

2. Berburu Celeng

Salah satu karya terkenal dari Djoko Pekik adalah lukisan Berburu Celeng. Lukisan ini juga sempat diwujudkan dalam bentuk tanah liat.

Lukisan-lukisan Djoko Pekik kebanyakan menggambarkan kondisi para pemimpin Indonesia semasa Orde Baru. Banyak lukisannya kini dihibahkan ke Museum Anak Bajang, Sleman, Yogyakarta.

Lanjut ke sebelah..

Fakta Djoko Pekik

Salah satu karya terkenal dari Djoko Pekik adalah lukisan Berburu Celeng. Lukisan ini juga sempat diwujudkan dalam bentuk tanah liat. (Jauh Hari Wawan S/ detikcom)

3. Miliaran Rupiah

Karya dari Djoko Pekik dijual miliaran rupiah. Selain karena artistiknya yang luar biasa, nama Djoko Pekik dengan kisah hidupnya juga menjadi daya tarik bagi para kolektor.

Salah satu karya Djoko Pekik yang dikenal adalah Go to Hell Crocodile yang menggambarkan seekor buaya berwarna hitam dengan lidah menjulur merah.

Buaya itu ada di antara rumah penduduk desa. Namun di dalam lukisan itu juga terdapat lingkaran yang porosnya makin lama makin kecil. Lukisan ini dijual senilai Rp6 miliar.

4. Penangkapan Akil Mochtar

Djoko Pekik sempat bercerita soal lukisannya yang bertajuk Pawang Pun Kesurupan. Lukisan yang sarat kritik sosial itu banyak disebut sebagai ramalan kala mantan Ketua MK Akil Mochtar ditangkap KPK pada Oktober 2013.

Lukisan yang dibuat 8 Desember 2012 itu menggambarkan wajah peradilan di Indonesia yang carut marut. Para hakim digambarkan serakah memakan segalanya, termasuk duit rakyat.

"Saya bukan seorang peramal. Lukisan itu hadir sebagai perenungan batin akan nasib bangsa yang lebih dari sekadar edan, melainkan sudah kesurupan," kata Djoko Pekik.

5. Perasaan yang Menuntun

Djoko Pekik mengatakan dirinya hanya mengandalkan intuisi dan perenungan dalam membuat lukisan, tanpa pernah melihat atau mencontoh orang lain.

Hasil perenungan Djoko Pekik itu pun kebanyakan berisi kritikan akan kondisi sosial dan politik Indonesia. Pergolakan batin ia rasakan saat melihat negerinya yang dirasa makin tak karuan.

"Saya tidak pernah baca referensi atau nyontoh lukisan orang. Sesuatu yang menyakitkan hati, mengendap di hati, perasaan itulah yang mengeluarkan tema dan inspirasi. Perasaan yang menuntun tangan saya." kata Djoko.


HALAMAN:
1 2