Jakarta, CNN Indonesia -- Artikel ini mengandung beberan/spoiler.
Moving berakhir dengan penayangan tiga episode penutup secara bersamaan pada Rabu (20/9) silam, yakni episode 18 berjudul South and North, episode 19 berjudul Final Battle, dan episode 20 berjudul Graduation Day.
Ketiga episode itu mengakhiri kisah eks agen berkekuatan super National Intelligence Service (NIS) menjaga anak-anak mereka dari kejaran NIS sekaligus ancaman agen super Korea Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Episode terakhir juga menampilkan satu adegan post-credits yang membuka peluang kelanjutan cerita dari semesta Moving. Potensi itu terbuka karena masih banyak cerita dari webtun asli yang belum diadaptasi ke versi live action.
Episode 18 masih melanjutkan pertarungan Mi-hyun (Han Hyo-joo) dan Ju-won (Ryu Seung-ryong) melawan invasi rahasia agen super Korea Utara. Namun, episode tersebut juga akhirnya mengungkap hal yang terjadi pada Du-sik (Zo In-sung) ketika mengemban misi di Korea Utara pada masa lalu.
Ia berhasil melumpuhkan semua tentara yang berjaga di ruang Presiden Korea Utara. Deok-yoon (Paek Hee-soon), salah satu tentara yang bertugas, memohon Du-sik tidak masuk kamar tidur presiden, tetapi hal itu diabaikan.
[Gambas:Video CNN]
Du-sik tetap masuk kamar, meski tidak jadi membunuh Presiden Korut dan memilih pergi. Kejadian itu menyebabkan semua tentara Korea Utara dieksekusi mati, kecuali Deok-yoon yang diampuni pemerintah.
Beberapa tahun setelah itu, Du-sik kembali ke Korea Utara untuk sebuah misi terakhir. Namun, ia ternyata ditangkap oleh Deok-yoon yang saat itu berhasil mengembangkan tentara Korut dengan kekuatan super seperti Korsel.
Du-sik kemudian ditangkap dan dipenjara di Korea Utara. Kembali ke masa sekarang, pada episode 19, Kang-hoon (Kim Do-hoon) diselamatkan Jae-man (Kim Sung-kyun) yang mengamuk usai melihat anaknya babak belur.
Di sisi lain, Bong-seok (Lee Jung-ha) dan Hui-soo (Go Yoon-jung) menyadari orang tuanya terancam di SMA Jeongwon ketika musuh mereka, Jun-hwa (Yang Dong-geun) diminta pergi ke sekolah tersebut.
Perang senyap antaragen super Korsel melawan Korut masih terus berlanjut di SMA Jeongwon. Situasi semakin mencekam saat Jae-seok (Kim Jung-hee) memakai kekuatan supersonik terakhirnya untuk meruntuhkan bangunan SMA tersebut.
Nasib masing-masing karakter penting kemudian terjawab setelah kejadian itu. Bong-seok membantu ibunya, Mi-hyun, yang diserang Jun-hwa dan Deok-yoon.
Jung-won ikut membantu pertarungan itu, begitu pula Hye-do (Cha Tae-hyun) yang menggunakan kekuatan listrik dari baterai di busnya. Agen Korut semakin terpojok, sehingga Deok-yoon memerintahkan Jun-hwa terbang pulang menemui keluarganya.
Deok-yoon yang masih memiliki hati nurani akhirnya sadar bahwa misi dari Korut itu tidak akan berujung. Ia akhirnya memilih berkorban dengan menyerah sambil lompat dari atap gedung.
Lanjut ke sebelah...
Penjelasan Post-Credits Scene Moving
Artikel ini mengandung beberan/spoiler. Berikut penjelasan ending dan post-credits scene Moving yang berakhir 20 September. (Disney+ Hotstar Indonesia)
Pada akhirnya, seluruh karakter utama tetap hidup. Bong-seok dan Mi-hyun terbang mengasingkan diri supaya selamat, Jun-wo dan Hui-soo menjalani kehidupan normal, sedangkan Kang-hoon memilih bergabung NIS untuk melindungi ayahnya.
Direktur Min Yong-jun (Moon Sung-keun) diminta tanggung jawab atas kejadian itu oleh atasannya, Hye-won (Shim Dal-gi). Ia kemudian memastikan masih ada banyak yang bisa dilakukan untuk masa depan NIS.
Di Korea Utara, Jun-hwa membunuh jenderal yang mengirim dirinya ke Korsel. Ia menumpas jenderal itu usai menyadari pemerintah masih akan terus melanjutkan program manusia super.
Jun-hwa juga membebaskan Du-sik yang dipenjara di Korea Utara. Ia menitipkan pesan bahwa pemerintah kedua negara masih akan memanfaatkan manusia super hingga generasi berikutnya.
Du-sik segera pulang ke Korea Selatan, membunuh Direktur NIS meski sempat diperingatkan hal itu adalah kesalahan besar. Kim Du-sik akhirnya terbang menemui Mi-hyun dan anaknya, Bong-seok, yang kini sudah besar dan menjadi superhero dengan jas hujan kuning.
[Gambas:Photo CNN]
Penjelasan post-credits scene
Moving juga memiliki satu post-credits scene yang membuka potensi musim kedua. Adegan itu dibuka dengan munculnya Ma Sang-gu (Park Byung-eun), agen NIS yang kini ditunjuk menjadi Direktur NIS.
Adegan lalu berlanjut dengan Frank (Ryoo Seung-bum) yang ternyata masih hidup meski dalam episode terdahulu terlihat sudah mati. Ia mendapat sebuah berkas, mengisyaratkan ada target baru yang harus dibunuh oleh dirinya.
Sementara itu, pihak CIA yang menyatakan status Frank sebagai hilang saat bertugas akan menugaskan agen super lain dengan nama inisial Elias. Namun, belum tahu misi apa yang akan diemban Elias dalam tugas tersebut.
Sebelumnya, Kang Full sebagai kreator sempat menyinggung kemungkinan Moving memiliki beberapa musim, karena webtun original memiliki cerita yang masih bisa diangkat lagi ke layar kaca setelah musim pertama berakhir.
Namun, Kang Full nenyatakan belum ada hal yang bisa ia pastikan saat ini mengenai Moving season 2. Hal tersebut ia sampaikan ketika menjadi bintang tamu dalam acara MMTG yang dipandu Lee Eun-jae atau Jaejae pada Kamis (14/9).
"Webtun memiliki cerita sebelum dan setelah (cerita dalam drama). Saya rasa ada kemungkinan (bermusim-musim). Tapi itu belum pasti," Kang Full menegaskan.
Hal tersebut yang kemudian membuat belum ada konfirmasi mengenai season 2 Moving hingga kini.
Moving memiliki 20 episode dan bisa ditonton di Disney+ Hotstar.
[Gambas:Youtube]