Jakarta, CNN Indonesia -- James Wan buka suara mengenai M3GAN 2.0 yang disiapkan hadir setelah kesuksesan film pertamanya. Ia mengatakan sekuel tersebut bakal hadir dengan luar biasa dan menyinggung AI yang kini dikritik besar-besaran oleh Hollywood.
Meski terlalu dini untuk mengungkapkan kisah dalam film itu, ia menyatakan film thriller tersebut bakal menyajikan kisah evolusi dan popularitas platform AI, seperti Chat GPT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini masih terlalu awal, tetapi M3GAN akan kembali secara besar-besaran," ujar James Wan dalam wawancara bersama Empire Magazine, seperti dikutip dari Collider, Rabu (1/11).
"Film pertama muncul di waktu yang tepat [ketika kekhawatiran tentang AI meningkat], dan kami pasti akan mengandalkan hal itu pada film berikutnya. Kami menjelajahi dunia AI lebih dalam lagi," lanjutnya.
M3GAN merupakan film science fiction horror tentang kecanggihan teknologi kecerdasan buatan. Film ini mengisahkan boneka robot bernama M3GAN (Model 3 Generative Android).
[Gambas:Video CNN]
Awalnya, M3GAN diciptakan untuk menjadi teman seorang anak perempuan yang baru kehilangan kedua orang tuanya. Boneka itu dikembangkan tantenya yang bekerja di perusahaan mainan.
M3GAN sesungguhnya boneka yang bolak-balik gagal sempurna dalam proses pengembangannya. Namun, boneka AI itu langsung dioperasikan dan diuji coba langsung kepada bocah perempuan itu.
Boneka dengan kecerdasan buatan tersebut awalnya mengikuti perintah dari anak perempuan tersebut. Namun, M3GAN lama-lama seperti bisa memprogram dirinya sendiri sehingga bergerak dan melakukan hal-hal yang tidak diperintahkan.
Kondisi tersebut mengancam orang lain, termasuk tante si bocah yang sesungguhnya kreator M3GAN. Kisah tersebut membuat M3GAN berhasil mendulang popularitas sejak ditayangkan di layar lebar secara global pada awal 2023.
Dalam waktu singkat, film tersebut tampil prima di box office. Film yang dibuat dengan bujet US$12 juta atau sekitar Rp181,6 miliar sudah menghasilkan US$91 juta atau sekitar Rp1,37 triliun (US$1=Rp15.138,40) dari box office global.
Para kritikus bahkan menyadari bahwa teknologi juga dapat mengembangkan cerita horor yang menghibur.
Lanjut ke sebelah...
Isu AI
AI menjadi salah satu isu yang disoroti penulis hingga aktor Hollywood hingga mereka turun ke jalan serukan tuntutan ke rumah produksi. (AFP/CHRIS DELMAS)
Sementara itu, AI menjadi salah satu hal yang benar-benar disoroti dalam industri Hollywood. Baik dari penulis dan aktor menolak penggunaan AI dalam industri televisi, film, dan acara program lainnya.
Melalui serikat penulis WAG dan aktor SAG-AFTRA, mereka menggelar aksi mogok kerja dan memperjuangkan hak-hak yang salah satunya adalah untuk mendapatkan kendali atas cerita mereka sendiri.
Hal itu dilakukan sejak studio-studio besar cenderung memilih menggunakan konten yang dihasilkan AI,sebagai langkah untuk mempercepat produksi dan mengurangi biaya.
Tuntutan tersebut pada intinya berisi seefisien apapun AI, studio harus menggunakannya sebagai alat tambahan dan bukan sebagai panduan utama sebuah proyek.
Sama seperti teknologi yang tidak mampu menangkap dan memahami perasaan manusia, teks yang dihasilkan AI juga tidak mampu menciptakan titik balik dan konflik yang sesuai.
Selain AI, mereka juga menuntut upah yang layak termasuk mengenai transparansi pendapatan dari layanan streaming.
Aksi mogok kerja penulis resmi berakhir pada Rabu (27/9) setelah berlangsung 148 hari dengan hadirnya kesepakatan kontrak baru dengan Aliansi Produser Film dan Televisi.
Sementara itu, aksi mogok kerja aktor Hollywood masih berlangsung hingga kini, sekaligus melakukan negosiasi serikat bersama studio untuk mencari dan mencapai kesepakatan.