Jakarta, CNN Indonesia -- Pangeran Harry dan Meghan Markle diperkirakan tak merayakan malam Natal dengan keluarga kerajaan Inggris. Perkiraan itu muncul meski Raja Charles III disebut sangat ingin merayakan Natal bersama seluruh anak dan cucunya.
Namun di sisi lain, Charles juga disebut khawatir jika harus mengundang Harry dan Meghan ke kediamannya di Windsor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tidak semudah itu dan tidak ada kemungkinan Sussex akan datang," kata sumber seperti diberitakan Vanity Fair beberapa hari lalu (14/12).
"Itu akan membuat segalanya sangat sulit karena masih ada begitu banyak ketidakramahan terhadap Harry dan Meghan, terutama dari Prince dan Princess of Wales," sambungnya.
Sumber itu juga mengungkap kekhawatiran yang dirasakan oleh Raja Charles III bahwa "percakapan yang terjadi di sana bakal bocor oleh kubu Sussex."
"Itu lah mengapa kemungkinannya sangat kecil," ungkap sumber itu.
[Gambas:Video CNN]
Sumber juga mengungkapkan William dan istrinya, Kate Middleton, masih enggan menyambut hangat kedatangan Harry dan Meghan Markle di House of Windsor saat merayakan Natal.
"Duke dan Duchess of Cambridge menolak untuk berada di ruangan yang sama dengan founder Invictus Games dan mantan aktris itu," ujar sumber.
Keributan Harry dan Meghan dengan keluarga Kerajaan Inggris makin memanas usai penerbitan buku Endgame: Inside the Royal Family and the Monarchy's Fight for Survival karya Omid Scobie.
Versi terjemahan bahasa Belanda biografi itu menuding dua nama anggota senior keluarga Kerajaan Inggris yang bersikap rasialisme terhadap Meghan Markle dan anaknya bersama Harry, Archie, sebelum lahir.
Menurut presenter Piers Morgan dengan mengutip terjemahan Belanda, seperti dalam pemberitaan 2 Desember, dua orang yang dimaksud dalam dugaan komentar rasis tersebut adalah Raja Charles dan Kate Middleton.
Sumber yang lain kala itu mengatakan Kate Middleton bukan sosok yang dibicarakan. Kate pun disebut sangat sedih dengan spekulasi yang beredar dan namanya terseret dalam kontroversi itu.
Sumber dari Vanity Fair pun merujuk isu dugaan rasisme itu berpotensi semakin memantik kekhawatiran Charles. Menurutnya, Charles merasa dugaan rasisme itu "tidak dapat dipercaya."
"Semuanya sangat jauh dari kebenaran dan apa yang sebenarnya dikatakan," kata sumber.
Lanjut ke sebelah...
Niatan Rekonsiliasi Disebut Jadi Hadiah Natal dari Harry
Harry dan Meghan diperkirakan tak bakal rayakan natal bersama Raja Charles III dan Pangeran William di Inggris. (AFP/Tolga Akmen)
Di satu sisi, menurut seorang sumber kepada Page Six pada Kamis (14/12), Harry disebut mempersiapkan kado natal untuk ayahnya, Raja Charles III.
Kado itu berupa upaya rekonsiliasi setelah sejumlah drama terjadi di antara mereka, seperti tudingan rasisme dalam buku Endgame beberapa waktu lalu.
"Strategi baru Harry dan Meghan adalah rekonsiliasi," kata sumber tersebut kepada Page Six.
Sumber itu juga menyebut kesadaran Harry muncul setelah dirinya resmi menginjak usia paruh baya 40 tahun pada September lalu.
Upaya rekonsiliasi itu disebut jadi langkah terbaru Harry dan Meghan setelah keduanya membongkar banyak aib keluarga Kerajaan Inggris dalam beragam medium, melalui berbagai media.
Mereka merilis serial di Netflix yang mengisahkan perjalanan mereka, termasuk drama di balik dinding kerajaan.
Selain itu, ada pula memoar Harry yang bertajuk Spare, hingga buku kontroversial Endgame: Inside the Royal Family and the Monarchy's Fight for Survival yang ditulis Omid Scobie.
Isu rekonsiliasi antara Harry, Markle, dan Charles semakin mencuat ketika pasangan tersebut menelepon sang Raja di hari ulang tahunnya pada 14 November.
"Saya menduga karena Harry mulai menyadari dia membutuhkan keluarga kerajaan lebih dari keluarga kerajaan membutuhkannya, dia mungkin akan mencoba lagi untuk memperbaiki hubungan saat mendekati Hari Natal," kata pakar kerajaan Tom Quinn kepada Daily Express.
"Namun menurut saya, Harry dan Meghan tidak akan bisa mengungguli Kate dan William pada Natal kali ini, atau setidaknya tidak di Inggris," jelas Quinn.
"Saya pikir Charles ingin membuatnya sangat jelas, pada saat keluarga berkumpul setidaknya dia memiliki hubungan yang baik dengan satu putranya, dan tentu saja dengan menantunya," tambahnya.