Mengenal Bu Tejo, Representasi Emak-emak Bawel nan Jenaka

CNN Indonesia
Minggu, 21 Jan 2024 07:05 WIB
Mengenal Bu Tejo, Representasi Emak-emak Bawel nan Jenaka
Siapa, sih, Bu Tejo yang pertama kali dikenal lewat film Tilik yang kini tampil di film panjang berjudul Bu Tejo Sowan Jakarta? (Screenshot via youtube Ravacana Films)

Semesta Bu Tejo

Sosok Bu Tejo ini masih terpelihara, bahkan berkembang menjadi karya lain. Salah satunya muncul lewat serial Tilik The Series yang tayang di WeTV pada 2023.

Bu Tejo dalam serial itu masih menjadi "biang gosip" dan tukang pamer. Tapi, kali ini dia menjadi korban bahan gosip setelah suaminya, Pak Tejo (Ibnu Widodo), mesti menghadapi rivalnya di pilkades.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Representasi emak-emak Jawa ini akhirnya dibawa menuju layar lebar oleh sutradara Andibachtiar Yusuf dengan judul Bu Tejo Sowan Jakarta yang berbeda semesta dari Tilik. Film panjang itu hadir enam tahun setelah film pendeknya tayang dan menuai ulasan positif.

Meski berbeda semesta, Bu Tejo tetap hadir dengan statement yang sama. Dia masih didampingi tiga karakter pendukung yang serupa untuk melengkapi kegaduhan mereka.

Siti Fauziah pun mengakui karakter Bu Tejo yang dia perankan menyimpan beberapa lapisan yang melekat kuat dengan dirinya di kehidupan nyata.

"Tentu ada beberapa lapisan dan irisan yang sama dengan kehidupanku di dunia nyata," ujarnya saat ditemui acara premier Bu Tejo Sowan Jakarta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1).

"Love language kami itu kayaknya memang word of anger sih," sambungnya berkelakar diiringi tawa renyah dari dua rekannya, Putri Manjo dan Brilliana Arfira, yang selalu mendampingi karakter Bu Tejo.

Beberapa berpendapat, comelan nyinyiran emak-emak itu dianggap sebagai elemen toksik dan tidak menyenangkan.

Namun, tak dapat dimungkiri bahwa kejenakaan merupakan elemen paling mencolok dalam representasi mak-mak dalam film Indonesia.

"Ibu-ibu itu kan identiknya dengan tiga ng, yaitu: ngemil, ngemong, ngomel. Itu melekat pada kami," jelas Brilliana Arfira.

(far/pra/bac)
Jakarta, CNN Indonesia --

Karakter Bu Tejo kini hadir dalam semesta lain lewat film terbaru yang berjudul Bu Tejo Sowan Jakarta. Film tersebut digarap oleh sutradara Andibachtiar Yusuf berdasarkan naskah dari Aaron Hart.

Sosok ibu-ibu dengan logat Matraman kental itu pertama kali muncul di film pendek berjudul Tilik (2018). Namun, film karya sutradara Wahyu Agung Prasetyo itu baru membuat gempar publik di masa awal pandemi Covid-19 tahun 2020.

Saat itu nama Bu Tejo menjadi salah satu topik yang paling marak diperbincangkan di Twitter (sekarang X) karena kelakuannya yang digambarkan di film Tilik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam bahasa Jawa, "tilik" bisa bermakna menjenguk orang sakit. Sama seperti artinya, film Tilik berkisah soal rombongan ibu-ibu desa yang menempuh perjalanan demi menjenguk Ibu Lurah rumah sakit di tengah kota.

Mereka pun melakukan perjalanan dengan menumpang di bagian bak truk.

Namun, dari sekian banyak ibu-ibu, Bu Tejo yang diperankan Siti Fauziah yang paling bersinar. Bu Tejo berceloteh tanpa henti sepanjang perjalanan sehingga membuat ibu-ibu lainnya ikut bergosip.

TilikSiti Fauziah berperan sebagai Bu Tejo dalam film pendek Tilik (2018). (Screenshot via youtube Ravacana Films)

Awal mula lahirnya Bu Tejo

Wahyu Agung Prasetyo, selaku sutradara Tilik, menjelaskan karakter Bu Tejo seperti sudah mengiringi hidupnya sejak kecil hingga saat ini.

Ia justru mengaku bahwa Siti Fauziah bukanlah pilihan utamanya untuk memerankan karakter tersebut.

"Awalnya bukan aku yang pilih Mba Ozie (Siti Fauziah), tapi produser. Aku bahkan awalnya mau aktris yang memerankan Yu Ning untuk memerankan Bu Tejo," kata Wahyu kepada CNNIndonesia.com pada 2020 .

Ia melanjutkan, "Tapi, kata produser coba dipikirkan lagi, kami casting untuk make sure (memastikan). Mbak Ozie dicoba memerankan berbagai karakter, Yu Ning dan lain-lain. Aku memastikan ternyata Mba Ozie ini sangat cocok memerankan Bu Tejo."

Sisi menarik Bu Tejo tak hanya bertumpu pada kemampuan aktris yang akrab disapa Ozie itu dalam "nge-rap", tapi juga pada fashion statement karakternya yang menggunakan pakaian paling mentereng.

Bu Tejo muncul memakai baju dan hijab berwarna hijau, cukup lebih terang dari emak-emak lainnya. Selain itu, dia juga kerap memamerkan banyak gelang emas yang bersarang di tangannya.

Secara tidak langsung, Bu Tejo digambarkan sebagai orang yang lebih punya harta kekayaan ketimbang ibu-ibu lainnya.

Selain Bu Tejo, setidaknya ada tiga karakter lain yang juga menjadi fokus cerita film Tilik. Mereka adalah Yu Ning (Brilliana Desy) yang suka selisih pendapat dengan Bu Tejo, Yu Sam (Dyah Mulani) yang suka cari aman, dan Bu Tri (Angeline Rizky) yang berkomplot dengan Bu Tejo.

[Gambas:Youtube]



Lanjut ke sebelah...

Bu Tejo di Berbagai Semesta

Siapa, sih, Bu Tejo yang pertama kali dikenal lewat film Tilik yang kini tampil di film panjang berjudul Bu Tejo Sowan Jakarta? (dok. MD Pictures via YouTube)

Semesta Bu Tejo

Sosok Bu Tejo ini masih terpelihara, bahkan berkembang menjadi karya lain. Salah satunya muncul lewat serial Tilik The Series yang tayang di WeTV pada 2023.

Bu Tejo dalam serial itu masih menjadi "biang gosip" dan tukang pamer. Tapi, kali ini dia menjadi korban bahan gosip setelah suaminya, Pak Tejo (Ibnu Widodo), mesti menghadapi rivalnya di pilkades.

Representasi emak-emak Jawa ini akhirnya dibawa menuju layar lebar oleh sutradara Andibachtiar Yusuf dengan judul Bu Tejo Sowan Jakarta yang berbeda semesta dari Tilik. Film panjang itu hadir enam tahun setelah film pendeknya tayang dan menuai ulasan positif.

Meski berbeda semesta, Bu Tejo tetap hadir dengan statement yang sama. Dia masih didampingi tiga karakter pendukung yang serupa untuk melengkapi kegaduhan mereka.

Siti Fauziah pun mengakui karakter Bu Tejo yang dia perankan menyimpan beberapa lapisan yang melekat kuat dengan dirinya di kehidupan nyata.

"Tentu ada beberapa lapisan dan irisan yang sama dengan kehidupanku di dunia nyata," ujarnya saat ditemui acara premier Bu Tejo Sowan Jakarta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1).

"Love language kami itu kayaknya memang word of anger sih," sambungnya berkelakar diiringi tawa renyah dari dua rekannya, Putri Manjo dan Brilliana Arfira, yang selalu mendampingi karakter Bu Tejo.

Beberapa berpendapat, comelan nyinyiran emak-emak itu dianggap sebagai elemen toksik dan tidak menyenangkan.

Namun, tak dapat dimungkiri bahwa kejenakaan merupakan elemen paling mencolok dalam representasi mak-mak dalam film Indonesia.

"Ibu-ibu itu kan identiknya dengan tiga ng, yaitu: ngemil, ngemong, ngomel. Itu melekat pada kami," jelas Brilliana Arfira.


HALAMAN:
1 2