Kasus Pajak Cha Eun-woo Ditangani 'Malaikat Maut Korporasi'
Akuntan pajak Moon Bora menyoroti pendaftaran restoran belut sebagai badan usaha milik keluarga yang mengurus pendapatan Cha Eun-woo.
"Sulit dipercaya bahwa restoran belut kecil dapat mengelola bintang besar seperti Cha Eun-woo. Kesenjangan antara jenis bisnis dan lokasinya terlalu besar," kata Moon Bora.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli juga menggarisbawahi restrukturisasi hukum perusahaan pada 2024, ketika perusahaan tersebut beralih dari korporasi menjadi perseroan terbatas pada saat yang sama ketika pindah ke restoran belut, sebagai tanda bahaya yang kritis.
"Tidak seperti korporasi, perseroan terbatas tidak tunduk pada persyaratan pengungkapan publik atau audit eksternal wajib," kata Moon Bora.
"Perubahan itu akan menimbulkan kecurigaan di lembaga pajak, menandakan upaya untuk menghindari pengawasan peraturan daripada sekadar upaya efisiensi pajak."
Angka fantastis
Dengan 20 miliar won, angka tersebut menandai pungutan pajak yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seorang selebriti Korea dan menonjol bahkan menurut standar global.
Besarnya tagihan pajak juga memicu pertanyaan tentang pendapatan Cha Eun-woo yang sebenarnya.
Meskipun angka pastinya belum diungkapkan, laporan memperkirakan penyanyi, aktor, dan model itu menghasilkan setidaknya 80 miliar won atau Rp941 miliar dalam periode 2022-2024 yang dibagi antara Cha Eun-woo, perusahaan ibunya, dan Fantagio.
Laporan media mencatat hanya segelintir bintang internasional yang menghadapi kasus penggelapan pajak lebih besar, salah satunya adalah Fan Bingbing dengan 883 juta yuan pada 2018.
Kemudian disusul penyelesaian €16,8 juta yang diterima dari bintang sepak bola Portugal Cristiano Ronaldo pada tahun yang sama.
Kontras di dalam negeri bahkan lebih mencolok. Sebelum Cha Eun-woo, kasus pajak terkait hiburan terbesar melibatkan ibu aktor Jang Geun-suk, yang membayar sekitar 5 miliar won dan menerima hukuman penjara percobaan dalam kasus pajak berbasis struktur yang serupa.
Preseden tersebut telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Cha Eun-woo dan keluarganya dapat menghadapi hukuman yang lebih berat, termasuk kemungkinan hukuman penjara, jika niat akhirnya terbukti.
Wajib militer
Setelah merunut kejadian tersebut, banyak pihak berspekulasi Cha Eun-woo mulai jalani wajib militer pada 28 Juli 2025 untuk menghindari penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penggelapan pajak.
Fantagio menolak klaim tersebut dengan mengatakan Cha Eun-woo mendaftar karena ia tidak dapat lagi menunda wajib militernya.
"Masalah intinya adalah apakah perusahaan yang didirikan oleh ibunya memenuhi syarat sebagai entitas pajak substantif, dan kasus ini belum selesai," kata badan tersebut.
Mereka menambahkan bakal menangani masalah interpretasi hukum melalui prosedur formal. Cha Eun-woo masih memiliki sekitar satu tahun lagi dalam dinas militernya.
Langkah selanjutnya
Cha Eun-woo telah memperkuat pembelaan hukumnya dengan menyewa Shin & Kim LLC, salah satu firma hukum papan atas Korea, dan telah secara resmi menantang penilaian badan pajak melalui permintaan peninjauan awal.
Jika pihak berwenang menyimpulkan struktur tersebut melibatkan manipulasi aktif, kasus itu dapat meningkat menjadi penggelapan pajak kriminal.
Berdasarkan hukum Korea, penggelapan pajak yang melebihi 1 miliar won dapat dikenakan hukuman penjara minimal lima tahun atau seumur hidup, dengan hukuman percobaan umumnya tidak tersedia di atas tiga tahun.
Meskipun hukuman yang lebih berat tampaknya tidak mungkin pada tahap ini, tanggung jawab tetap bergantung pada apakah niat telah terbukti.
"Bahkan niat tidak langsung atau konstruktif pun dapat dianggap cukup menurut hukum pajak," kata seorang ahli pajak yang meminta anonimitas. "Cha Eun-woo tetap menjadi penerima manfaat akhir dan penandatangan perjanjian-perjanjian penting."
(chri)
