UPH Lantik 4.000 Lulusan, Gelar Prestise bagi Pelopor Pendidikan Papua
Universitas Pelita Harapan (UPH) resmi melantik 4.469 wisudawan dalam Wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada 7-8 Mei 2026 di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang.
Para lulusan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Program Doktor, Magister, Sarjana, hingga Diploma Tiga. Mengusung tema 'For I Know to Whom I Have Believed', prosesi wisuda tahun ini menegaskan bahwa keberhasilan diukur melalui pembentukan iman, integritas, dan ketangguhan dalam menghadapi perubahan zaman.
Dalam sambutannya, Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi hingga diwisuda. Ia menegaskan, pendidikan di UPH tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mempersiapkan lulusan untuk membawa dampak positif bagi masyarakat.
"Kami sungguh mengucap syukur kepada Allah atas seluruh pencapaian mahasiswa. Hari ini kami mengutus saudara-saudara untuk menjadi pemimpin dan membawa berkat di tengah masyarakat," kata Dr. Jonathan.
Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), Dr. (H.C.) James T. Riady berbicara mengenai kesuksesan, tujuan hidup, dan tantangan generasi masa kini. Ia mengingatkan bahwa setelah menerima gelar akademik, para lulusan akan memasuki dunia yang penuh ambisi dan tuntutan pencapaian.
Dr. James menegaskan bahwa kehidupan tidak cukup dibangun hanya di atas intelektualitas dan pengetahuan, tetapi membutuhkan keyakinan yang kokoh terhadap kebenaran yang diyakini. Ia juga menyoroti tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan revolusi industri. Menurutnya, saat ini banyak kerentanan menghadapi kebingungan secara spiritual.
Karena itu, ia mendorong wisudawan merespons perkembangan artificial intelligence (AI) secara bijak, seraya mengingatkan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan hikmat dan karakter manusia.
"Saya berharap kalian membawa pulang dua hal ini, yaitu keyakinan yang kokoh dan kemampuan berpikir kritis. Sebab tanpa itu, kalian dapat dengan mudah dibentuk bukan oleh kebenaran. Jadilah pribadi yang mau berkontribusi dan memimpin, karena kesuksesan sejati adalah ketika seseorang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat," pesan Dr. James.
Sementara, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. menyampaikan pesan inspiratif bahwa arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) saat ini berfokus pada "Diktisaintek Berdampak".
Untuk itu, riset, inovasi, dan lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi tantangan zaman. Ia juga menilai bahwa pendidikan di UPH berfokus pada pembentukan karakter yang berlandaskan iman dan integritas. Menurutnya, wisuda menjadi awal untuk terus berkarya dan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif.
"Gunakanlah ilmu yang kalian dapatkan untuk membangun sesama. Dunia di luar sana sedang menunggu kontribusi nyata kalian. Kecerdasan buatan dan otomatisasi mungkin mengubah cara kita bekerja, tetapi kreativitas, empati, dan kepemimpinan yang berintegritas tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin. Selamat melangkah, selamat berkarya, dan teruslah menjadi terang di mana pun Anda berada," ujarnya.
![]() |
Gelar Prestise dan Lulusan Unggulan
Momentum wisuda kali ini juga menjadi istimewa dengan penganugerahan gelar akademik kehormatan Doktor Honoris Causa (H.C.) di bidang manajemen kepada Wallace Wiley (Wally), atas dedikasinya memajukan pendidikan di pedalaman Papua. Selama hampir lima dekade, pria berusia 78 tahun ini mengabdikan hidupnya di Kabupaten Jayapura untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak Papua.
Berawal dari kesadaran minimnya tenaga asli Papua di bidang aviasi, Dr. Wally terdorong mendirikan sekolah. Hingga kini, lebih dari 17 sekolah dari jenjang TK hingga SMA telah berdiri sebagai buah pengabdiannya.
Melayani di bidang pendidikan dan kesehatan Papua, Dr. Wally percaya seluruh perjalanan tersebut merupakan penyertaan Tuhan dalam setiap langkah.
Ia menegaskan bahwa gelar kehormatan itu bukan pencapaian pribadi, melainkan karya Tuhan.
"Saya sangat merasa terhormat menerima penghargaan ini dari UPH. Namun, ini bukan tentang apa yang telah saya lakukan, melainkan tentang kasih karunia Tuhan dan orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam perjalanan hidup saya. Ketika Tuhan bertanya, 'Apa yang kamu miliki?' apa pun itu baik pendidikan, kemampuan, maupun kesempatan, serahkanlah semuanya kepada-Nya dan biarkan Tuhan yang memimpin langkah kita," ujarnya.
Wisuda UPH tahun ini mencerminkan keberagaman latar belakang, mulai dari figur publik hingga keluarga tokoh nasional. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pendidikan tinggi menjadi ruang pembelajaran yang terbuka bagi siapa saja untuk mengembangkan diri.
Salah satunya adalah Mawar Eva de Jongh, S.I.Kom. yang lulus dari Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi UPH. Di tengah padatnya aktivitas di industri hiburan, Mawar tetap menjalani proses perkuliahan dengan komitmen dan disiplin.
Selain itu, ada pula anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang menyelesaikan pendidikan di UPH, berkat kolaborasi antara UPH dan Polri.
Lalu, turut dilantik Evy Harjono, S.H., lulusan Prodi Hukum S1 Kelas Karyawan UPH yang merupakan istri dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia periode 2011-2014, Dr. Amir Syamsudin, S.H., M.H.
Perjalanan para lulusan UPH mencerminkan keseimbangan antara pencapaian akademik dan pengembangan diri. Mhasiswa juga dibentuk melalui berbagai pengalaman yang mengasah karakter, kepemimpinan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kampus, termasuk melalui Student Engagement Program (SEP) Poin.
Melalui berbagai pengalaman tersebut, mahasiswa dipersiapkan dengan kompetensi akademik, juga kesiapan profesional dan sosial yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
UPH memberikan penghargaan kepada lulusan berprestasi, baik dari sisi akademik maupun non-akademik. Penerima penghargaan pada wisuda kali ini antara lain:
1. Dr. Donny Setiawan, S.H., M.H. - Peraih IPK Tertinggi Program Doktor (Lulusan Doktor Hukum, Magna Cum Laude, 3.94)
2. Alexander Panggabean, M.Kom. - Peraih IPK Tertinggi Program Magister (Lulusan Magister Informatika, Summa Cum Laude, 4.00)
3. Gabriel Alvaro, M.Kom. - Peraih IPK Tertinggi Program Magister (Lulusan Magister Informatika, Summa Cum Laude, 4.00)
4. dr. Debora Semeia Takaliuang, Sp.Rad. - Peraih IPK Tertinggi Program Pendidikan Dokter Spesialis (Lulusan Program Spesiali Radiologi, Sangat Memuaskan, 3.75)
5. Lisa, S.Ak. - Peraih IPK Tertinggi Program Sarjana (Lulusan Akuntansi, Summa Cum Laude, 3.97)
6. Louise Shania Sabela, S.H. - (Lulusan Program Sarjana Hukum, Peraih SEP Poin Tertinggi dengan 21.895 poin)
Wisuda UPH tahun ini menjadi refleksim bahwa pendidikan tinggi membuka ruang bagi siapa saja untuk terus bertumbuh, belajar, dan memberi dampak nyata bagi bangsa. Melalui prosesi wisuda ini, UPH menegaskan bahwa pendidikan adalah proses pembentukan karakter dan arah hidup.
Dengan pendekatan pendidikan holistis, UPH mempersiapkan lulusannya untuk menjadi pemimpi masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi bangsa.
(adv/adv) Add
as a preferred source on Google
