IU, Byeon Woo-seok, dan MBC Minta Maaf atas Kontroversi Perfect Crown
CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 08:40 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Berikut kronologi para bintang dan kru minta maaf atas dugaan Perfect Crown distorsi sejarah. (MBC)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dua bintang utama Perfect Crown, Byeon Woo-seok dan IU, buka suara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka pada Senin (18/5).
Langkah tersebut diambil menyusul gelombang kritik publik terkait dugaan ketidakakuratan sejarah dalam drama tersebut, terutama dalam penggambaran tradisi kerajaan yang dinilai tidak tepat.
Byeon Woo-seok, yang memerankan Grand Prince I-An, mengunggah surat tulisan tangan melalui akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan alasannya baru buka suara karena khawatir pernyataannya justru akan menyakiti pihak lain.
"Dengan berat hati, saya menulis kepada mereka yang merasa tidak nyaman dan khawatir karena [serial] ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengaku lalai dalam mendalami konteks sejarah selama proses produksi.
"Selama proses syuting dan akting, saya tidak berpikir cukup dalam tentang konteks sejarah dan signifikansinya terhadap acara tersebut atau bagaimana penonton dapat menerima [kesalahan tersebut]."
"Melalui masukan [mereka], saya menghabiskan waktu untuk berefleksi dan menyadari bahwa saya, sebagai aktor, harus mengambil tanggung jawab yang lebih besar tidak hanya atas penampilan saya, tetapi juga atas pesan dan konteks di balik proyek saya."
Ia menutup pesannya dengan permohonan maaf tulus serta rasa terima kasih kepada pendukung drama tersebut, sembari berjanji untuk lebih berhati-hati di masa mendatang.
Senada, aktris sekaligus penyanyi IU yang memerankan Seong Hui-ju juga mengunggah permintaan maaf di Instagram pada hari yang sama, setelah sebelumnya sempat menyinggung isu tersebut di acara pemutaran drama hari Sabtu lalu.
"Sebagai [salah satu] aktor utama, saya sangat menyesal dan merasa berat hati karena gagal bertanggung jawab dan telah menyebabkan kekecewaan yang besar," tulis IU.
Ia mengaku telah membaca dengan saksama setiap pesan dari penonton selama beberapa hari terakhir. IU juga mengungkapkan rasa malunya karena tidak menyadari keseriusan isu tersebut lebih awal.
"Tidak ada alasan atas fakta bahwa saya gagal berpikir lebih dalam tentang berbagai ketidakakuratan sejarah sebelum berakting [dalam proyek ini]. Saya telah merenung dengan tulus dan meminta maaf untuk hal itu," tambahnya.
"Saat drama ini hadir dengan pembangunan dunia imajinatif yang berakar pada sejarah kita sendiri [...], saya seharusnya mempelajari naskah dengan jauh lebih hati-hati sebagai seorang aktor. Saya malu karena gagal melakukan hal itu," tulisnya.
Ia pun berjanji akan menjadikan kritik tersebut sebagai pelajaran berharga untuk proyek-proyek di masa depan serta berterima kasih kepada pemirsa yang tetap setia mengikuti drama tersebut sembari memberikan respons dan masukan yang jujur.
Lanjut ke sebelah...
MBC minta maaf
Permintaan maaf disampaikan setelah tim produksi serial televisi besutan MBC tersebut secara resmi melayangkan permohonan maaf kepada publik pada Sabtu (16/5) lalu, seperti diberitakan Korea JoongAng Daily.
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada para penonton yang telah mendukung drama ini dengan penuh cinta karena telah menimbulkan kekhawatiran terkait isu-isu yang berhubungan dengan latar fiksi dan akurasi sejarah dari serial ini," kata MBC.
Tim produksi pun tidak mengelak dari kekeliruan tersebut dan menerima masukan pemirsa dengan terbuka. Mereka juga mengakui adanya kelalaian dalam melakukan riset mendalam mengenai transformasi protokol istana Joseon dari waktu ke waktu.
"Kami menerima kritik penonton dengan sangat serius terkait adegan penobatan, di mana raja mengenakan guryu myeollyugwan sementara para pejabat meneriakkan 'Cheonse,' yang oleh banyak pihak dinilai telah meremehkan status kedaulatan Korea," aku perwakilan tim produksi.
"Karena Perfect Crown merupakan drama romansa sekaligus sejarah alternatif (alternate-history), kami seharusnya jauh lebih berhati-hati dan bijaksana saat mendekati titik-titik di mana dunia fiksi berinteraksi dengan sejarah nyata."
"Namun, kami kurang maksimal dalam menyempurnakan pembangunan dunia (world-building) dan meninjau detailnya secara lebih menyeluruh," lanjut mereka.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, tim produksi berjanji untuk segera memperbaiki kesalahan teknis tersebut.
Mereka menyatakan menerima kritik dari penonton dan akan merevisi audio serta subtitel terkait secepat mungkin untuk keperluan siaran ulang, layanan VOD (video-on-demand), maupun streaming.
Kontroversi ini memuncak pascapenayangan episode jelang ending pada Jumat (15/5) yang menampilkan adegan penobatan I-An.
Dalam sekuens tersebut, I-An tampak mengenakan guryu myeollyugwan, mahkota upacara tradisional peninggalan Dinasti Joseon (1392-1910) yang dihiasi sembilan untaian manik-manik pada bagian depan dan belakangnya.
Tak hanya itu, para pejabat istana dalam adegan tersebut juga terdengar menggemakan teriakan "Cheonse" yang berarti "1.000 tahun" sebagai doa bagi umur panjang takhta sang pangeran.
Detail ini yang kemudian memicu protes keras dari penonton. Mereka berargumen bahwa para pejabat seharusnya meneriakkan kata "Manse" yang berarti "10,000 tahun, "ungkapan yang secara historis melekat pada otoritas kekaisaran yang berdaulat penuh.
Sebaliknya, kata "Cheonse" secara tradisional hanya digunakan untuk menyapa raja dengan pangkat lebih rendah, termasuk penguasa wilayah bawahan seperti Dinasti Joseon saat masih di bawah bayang-bayang pengaruh geopolitik China.
Dalam catatan sejarah aslinya, penguasa Joseon baru berhenti memberikan upeti ke China pasca Perang China-Jepang Pertama pada 1895, sebelum akhirnya Raja Gojong mendeklarasikan Korea sebagai kekaisaran merdeka yang independen.
Atas dasar itu lah, penonton menilai karakter Byeon Woo-seok juga seharusnya mengenakan sibi myeollyugwan atau mahkota dengan 12 untaian manik-manik karena mengingat latar cerita drama ini mengambil konsep monarki berdaulat penuh.
Drama 12 episode Perfect Crown sendiri telah menayangkan episode terakhirnya pada Sabtu (16/5).