IU, Byeon Woo-seok, dan MBC Minta Maaf atas Kontroversi Perfect Crown
MBC minta maaf
Permintaan maaf disampaikan setelah tim produksi serial televisi besutan MBC tersebut secara resmi melayangkan permohonan maaf kepada publik pada Sabtu (16/5) lalu, seperti diberitakan Korea JoongAng Daily.
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada para penonton yang telah mendukung drama ini dengan penuh cinta karena telah menimbulkan kekhawatiran terkait isu-isu yang berhubungan dengan latar fiksi dan akurasi sejarah dari serial ini," kata MBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim produksi pun tidak mengelak dari kekeliruan tersebut dan menerima masukan pemirsa dengan terbuka. Mereka juga mengakui adanya kelalaian dalam melakukan riset mendalam mengenai transformasi protokol istana Joseon dari waktu ke waktu.
"Kami menerima kritik penonton dengan sangat serius terkait adegan penobatan, di mana raja mengenakan guryu myeollyugwan sementara para pejabat meneriakkan 'Cheonse,' yang oleh banyak pihak dinilai telah meremehkan status kedaulatan Korea," aku perwakilan tim produksi.
"Karena Perfect Crown merupakan drama romansa sekaligus sejarah alternatif (alternate-history), kami seharusnya jauh lebih berhati-hati dan bijaksana saat mendekati titik-titik di mana dunia fiksi berinteraksi dengan sejarah nyata."
"Namun, kami kurang maksimal dalam menyempurnakan pembangunan dunia (world-building) dan meninjau detailnya secara lebih menyeluruh," lanjut mereka.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, tim produksi berjanji untuk segera memperbaiki kesalahan teknis tersebut.
Mereka menyatakan menerima kritik dari penonton dan akan merevisi audio serta subtitel terkait secepat mungkin untuk keperluan siaran ulang, layanan VOD (video-on-demand), maupun streaming.
Awal mula masalah
Kontroversi ini memuncak pascapenayangan episode jelang ending pada Jumat (15/5) yang menampilkan adegan penobatan I-An.
Dalam sekuens tersebut, I-An tampak mengenakan guryu myeollyugwan, mahkota upacara tradisional peninggalan Dinasti Joseon (1392-1910) yang dihiasi sembilan untaian manik-manik pada bagian depan dan belakangnya.
Tak hanya itu, para pejabat istana dalam adegan tersebut juga terdengar menggemakan teriakan "Cheonse" yang berarti "1.000 tahun" sebagai doa bagi umur panjang takhta sang pangeran.
Detail ini yang kemudian memicu protes keras dari penonton. Mereka berargumen bahwa para pejabat seharusnya meneriakkan kata "Manse" yang berarti "10,000 tahun, "ungkapan yang secara historis melekat pada otoritas kekaisaran yang berdaulat penuh.
Sebaliknya, kata "Cheonse" secara tradisional hanya digunakan untuk menyapa raja dengan pangkat lebih rendah, termasuk penguasa wilayah bawahan seperti Dinasti Joseon saat masih di bawah bayang-bayang pengaruh geopolitik China.
Dalam catatan sejarah aslinya, penguasa Joseon baru berhenti memberikan upeti ke China pasca Perang China-Jepang Pertama pada 1895, sebelum akhirnya Raja Gojong mendeklarasikan Korea sebagai kekaisaran merdeka yang independen.
Atas dasar itu lah, penonton menilai karakter Byeon Woo-seok juga seharusnya mengenakan sibi myeollyugwan atau mahkota dengan 12 untaian manik-manik karena mengingat latar cerita drama ini mengambil konsep monarki berdaulat penuh.
Drama 12 episode Perfect Crown sendiri telah menayangkan episode terakhirnya pada Sabtu (16/5).
(chri) Add
as a preferred source on Google
