Sarwendah Klarifikasi Video Viral, Bantah Sindir Ruben Onsu
Perselisihan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali terjadi dan ramai diperbincangkan publik. Masalah keduanya semakin ramai setelah beredar klip Sarwendah melontarkan celetukan tidak butuh uang dari laki-laki, hingga menyebut "cong".
Ucapan itu menjadi viral lantaran disoroti dan diunggah ulang oleh netizen. Video itu pun memicu spekulasi liar yang menuding pernyataan Sarwendah ditujukan untuk menyindir mantan suaminya, Ruben Onsu.
Setelah video tersebut viral, Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu menegaskan ucapan kliennya tidak ditujukan kepada Ruben Onsu. Ia juga menyinggung isi video tersebut sama sekali tidak menyeret nama atau inisial yang merujuk kepada Ruben.
"Saya menonton video itu, memang video itu menurut saya bisa dipahami berbeda-beda, tetapi prinsipnya tidak ditujukan kepada RO (Ruben Onsu)," kata Chris Sam Siwu seperti diberitakan detikHot pada Jumat (5/6).
"Saya jamin bahwa itu tidak ditujukan kepada RO karena, di dalam video itu saya lihat tidak ada menyebutkan nama sama sekali," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Chris menyebut Sarwendah bisa saja sedang membahas konteks lain yang tidak ada hubungannya dengan konflik rumah tangga mereka di masa lalu.
"Mungkin klien saya bercerita soal film, mungkin klien saya juga bercerita soal novel, bercerita tentang kehidupan orang lain, kan bisa aja," tuturnya.
"Jadi menurut saya masih banyak hal-hal yang perlu diklarifikasi," Chris menjelaskan latar belakang video tersebut.
Buntut viralnya video tersebut, Sarwendah disebut merasa terganggu dengan framing negatif di media sosial yang menyudutkan posisinya sebagai ibu dari anak-anak.
Selain itu, Chris juga menyebut bahwa perbincangan publik terkait potongan video tersebut merupakan situasi yang "diputar-balikkan."
"Kita kan enggak bisa membatasi imajinasi seseorang ya atau analisis seseorang, tetapi mungkin saja klien kami saat ini memang merasa sangat terganggu dengan situasi yang diputar-balikkan ini. Selama ini klien kami diam, tidak pernah bicara bahkan satu kata pun," ucapnya.
Melalui klarifikasi yang disampaikan kuasa hukum, pihak Sarwendah berharap dapat mengakhiri perdebatan di media sosial.
Hal itu disampaikan agar komunikasi antara Sarwendah dan Ruben Onsu tetap berjalan baik demi kepentingan anak-anak tanpa harus selalu melalui kuasa hukum.
Perbincangan publik tersebut bermula dari perselisihan Ruben Onsu dan Sarwendah soal masalah harta, yakni berkenaan dengan biaya sekolah anak-anak mereka, kewajiban nafkah, hak berbagi pengasuhan anak, hingga masalah ambil alih rumah.
Kali ini, perselisihan keduanya berasal dari keluhan pihak Sarwendah terkait uang nafkah yang tidak diberikan Ruben sejak enam bulan terakhir.
Pihak Ruben Onsu pun menanggapi keluhan tersebut sebagai bentuk 'protes' karena Ruben mengaku sulit untuk bertemu anak-anaknya yang berada di bawah pengasuhan Sarwendah.
Permasalahan tersebut pun makin bergulir hingga pihak Sarwendah mengatakan ingin mengambil alih rumah di kawasan Cilandak yang saat ini ditempati oleh Sarwendah dan kedua putrinya setelah bercerai.
Ruben Onsu dan Sarwendah dinyatakan resmi bercerai pada 24 September 2024. Humas Pengadilan Jakarta Selatan T. Marbun mengonfirmasi hal itu dan menyatakan perceraian diputuskan secara verstek.
Putusan verstek diambil Majelis Hakim karena Sarwendah selaku tergugat tidak pernah hadir memenuhi panggilan resmi selama proses sidang perceraian.
(van/chri)