Daftar musisi dan penyanyi yang vokal bela Palestina, seperti Macklemore hingga Dua Lipa. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Massive Attack
Pelopor genre trip-hop, Massive Attack, telah memboikot Israel sejak 1999. Selama lebih dari 25 tahun, mereka menjadi salah satu yang paling konsisten dalam menentang Zionisme dan menggalang dana untuk Palestina.
Selain menggelar berbagai konser amal serta secara aktif mengecam apartheid Israel dan mendorong divestasi darinya, Robert "3D" Del Naja dan Grant "Daddy G" Marshall tidak pernah berkompromi sedikit pun terkait sikap mereka.
Baru-baru ini, mereka berkolaborasi dengan Fontaines DC dan Young Fathers dalam perilisan EP Ceasefire, dengan menyumbangkan 100 persen pendapatannya kepada organisasi Doctors Without Borders untuk wilayah Gaza dan Tepi Barat.
Sejak ditunjuk sebagai Goodwill Ambassador untuk Program Pangan Dunia PBB (WFP), The Weeknd menyumbangkan makanan senilai US$4,5 juta kepada penduduk Gaza di tengah kekerasan yang dilakukan Israel terhadap mereka sejak 7 Oktober 2023.
Pada 2024, saat serangan terhadap Gaza mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, Jennifer Lopez mengirimkan makanan dan perlengkapan medis senilai US$4,5 juta kepada warga Palestina di wilayah tersebut.
Kehlani
Kehlani menjadi salah satu penyanyi yang mendukung Macklemore dan kencang menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
Bersamaan dengan peluncuran video musik pro-Palestina untuk lagu Next 2 U, Kehlani merilis merchandise lagu tersebut yang "dibuat di Betlehem di bengkel jahit milik dan dikelola keluarga."
Dana sebesar US$555.000 yang terkumpul dari upaya ini kemudian "disalurkan kepada keluarga-keluarga Palestina, Kongo, dan Sudan melalui Operation Olive Branch."
Meskipun grup ini bubar pada tahun 2000 dan tidak pernah merilis album lagi sejak saat itu, karya-karya mereka, termasuk para personel terus berperan dalam aksi pembangkangan sipil hingga hari ini.
Sekitar 2,5 dekade setelah sang vokalis, Zack de la Rocha, melantunkan lirik "Like Gaza, on to the dawn of Intifada," ia melewatkan acara pelantikan grup tersebut ke dalam Rock & Roll Hall of Fame pada 2023 demi menghadiri aksi unjuk rasa di Washington DC yang menentang pembunuhan warga sipil secara membabi-buta di Palestina.
Dengan semangat serupa, gitaris Tom Morello juga hadir dan tampil dalam sejumlah aksi protes mahasiswa yang menentang genosida yang dilakukan Israel.
Green Day
Tanpa memedulikan konsekuensinya, Billie Joe Armstrong mengenakan bendera Palestina saat tampil di Malaysia pada awal 2025 dan kerap mengubah lirik lagu saat tampil secara langsung demi menarik perhatian terhadap genosida yang sedang terjadi di wilayah tersebut.
Saat Green Day tampil sebagai penampil utama di Coachella, ia bahkan mengubah lirik lagu "Jesus of Suburbia" dan menyanyikan, "Lari dari rasa sakit seperti anak-anak dari Palestina / Kisah dari keluarga yang hancur lainnya."
Sebagai sosok yang sejak lama menentang perang, Damon Albarn menggalang dukungan untuk Palestina saat tampil sebagai bintang tamu dalam pertunjukan Bombay Bicycle Club di festival Glastonbury 2024.
DJ Snake
DJ Snake adalah pendukung vokal Palestina. Ia kerap memanfaatkan platform global dan panggung konsernya untuk menyuarakan perdamaian, menyerukan gencatan senjata, serta menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Ia pernah memutar lagu pro-Palestina yang populer, "Dammi Falastini" (Darahku adalah Palestina), dalam pertunjukan langsung, termasuk saat konser penting di Kanada dan penampilan di festival-festival besar.
Produser musik bernama lengkap William Sami Étienne Grigahcine ini juga memimpin penonton meneriakkan seruan soal kemerdekaan Palestina.
(chri)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dinamika Macklemore didepak dari rangkaian Loop Tour Ed Sheeran membuat banyak netizen semakin menyoroti musisi-musisi yang berani bersuara dan menyerukan kemerdekaan Palestina.
Hal itu dikarenakan Macklemore pada awal September 2026, saat tampil sebagai opening act untuk konser Ed Sheeran, tegas membela Palestina dari atas panggung.
Sikap tersebut ternyata dianggap bermasalah oleh Robert Kraft, miliarder pro-Israel selaku pemilik Stadion Gillette Foxborough yang menjadi salah satu venue konser Ed Sheeran di Amerika.
Meski didepak, Macklemore pun masih kencang menyuarakan dukungan untuk Palestina. Banyak musisi pula mendukung Macklemore di tengah situasi tersebut.
Berikut musisi dan penyanyi bela Palestina.
Macklemore
Sejak 7 Oktober 2023, musisi asal Seattle ini telah merilis dua lagu yang mengecam pembersihan etnis di Gaza serta pihak-pihak yang mendalanginya.
Lagu Hind's Hall dan Hind's Hall 2 terinspirasi kisah Hind Rajab, seorang anak berusia enam tahun yang tewas dibunuh oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 2024.
Kedua lagu tersebut telah menjadi simbol solidaritas bagi demonstrasi nasional menentang apartheid Israel, seluruh hasil pendapatannya disumbangkan kepada UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi Palestina).
Hingga, ia menyuarakan dukungan ke Palestina di atas panggung konser Ed Sheeran.
Dua Lipa secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Palestina dan kerap menggunakan platform globalnya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina serta menyerukan penghentian konflik di Gaza.
Ia kerap membagikan unggahan yang mengecam operasi militer di Gaza dan mengajak para penggemarnya untuk menunjukkan solidaritas.
Dua Lipa juga menampilkan pesan Free Palestine di atas panggung saat tampil di Sunny Hill Festival di Kosovo pada Agustus 2025, bahkan memutuskan hubungan kerja dengan agen lamanya, David Levy, pada September 2025 akibat surat pernyataan industri mengenai artis-artis pendukung Palestina.
Pelantun lagu Levitating itu juga menyatakan bahwa bersuara adalah kewajiban moral, sehingga ia tidak takut kehilangan peluang karier demi melakukan apa yang ia yakini benar.
Meskipun berbeda dengan rekan bandnya, Roger Waters tetap gigih memperjuangkan nasib kaum tertindas bahkan di usia 80-an.
Sejak menyaksikan sendiri praktik apartheid Israel pada 2006, pendiri Pink Floyd ini secara aktif mengajak sesama musisi untuk berpartisipasi dalam gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap Zionisme.
Ia tak gentar menghadapi tuduhan antisemitisme yang kerap diarahkan kepadanya, citra publik dan karya seninya kini lekat dengan aktivisme yang bertujuan meruntuhkan mesin perang dan kolonialisme Barat.
Kneecap
Kontribusi Kneecap terhadap perjuangan ini sungguh luar biasa. Sejak 2023, trio Republikan Irlandia asal Belfast ini terus-menerus meningkatkan kesadaran mengenai perjuangan Palestina sembari secara tegas menentang rezim yang bertanggung jawab atas situasi tersebut.
Kanal media sosial dan aksi panggung mereka berpadu membentuk salah satu kekuatan anti-Zionis paling vokal di dunia musik saat ini, hingga pada titik di mana pembebasan Palestina kini menjadi inti dari identitas mereka.
"Media arus utama selalu menggambarkannya sebagai konflik antara Israel dan Hamas tanpa pernah benar-benar menyebutkan soal genosida, terutama saat Anda berada di Amerika," jelas DJ Próvaí dalam wawancara 2024.
"Kami memiliki wadah untuk bersuara, dan kami harus memanfaatkannya untuk menyuarakan narasi tandingan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di sana."
Lanjut ke sebelah...
Siapa Musisi Dukung Palestina Merdeka?
Daftar musisi dan penyanyi yang vokal bela Palestina, seperti Green Day hingga Massive Attack. (Getty Images via AFP/Jamie McCarthy)
Massive Attack
Pelopor genre trip-hop, Massive Attack, telah memboikot Israel sejak 1999. Selama lebih dari 25 tahun, mereka menjadi salah satu yang paling konsisten dalam menentang Zionisme dan menggalang dana untuk Palestina.
Selain menggelar berbagai konser amal serta secara aktif mengecam apartheid Israel dan mendorong divestasi darinya, Robert "3D" Del Naja dan Grant "Daddy G" Marshall tidak pernah berkompromi sedikit pun terkait sikap mereka.
Baru-baru ini, mereka berkolaborasi dengan Fontaines DC dan Young Fathers dalam perilisan EP Ceasefire, dengan menyumbangkan 100 persen pendapatannya kepada organisasi Doctors Without Borders untuk wilayah Gaza dan Tepi Barat.
Sejak ditunjuk sebagai Goodwill Ambassador untuk Program Pangan Dunia PBB (WFP), The Weeknd menyumbangkan makanan senilai US$4,5 juta kepada penduduk Gaza di tengah kekerasan yang dilakukan Israel terhadap mereka sejak 7 Oktober 2023.
Pada 2024, saat serangan terhadap Gaza mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, Jennifer Lopez mengirimkan makanan dan perlengkapan medis senilai US$4,5 juta kepada warga Palestina di wilayah tersebut.
Kehlani
Kehlani menjadi salah satu penyanyi yang mendukung Macklemore dan kencang menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
Bersamaan dengan peluncuran video musik pro-Palestina untuk lagu Next 2 U, Kehlani merilis merchandise lagu tersebut yang "dibuat di Betlehem di bengkel jahit milik dan dikelola keluarga."
Dana sebesar US$555.000 yang terkumpul dari upaya ini kemudian "disalurkan kepada keluarga-keluarga Palestina, Kongo, dan Sudan melalui Operation Olive Branch."
Meskipun grup ini bubar pada tahun 2000 dan tidak pernah merilis album lagi sejak saat itu, karya-karya mereka, termasuk para personel terus berperan dalam aksi pembangkangan sipil hingga hari ini.
Sekitar 2,5 dekade setelah sang vokalis, Zack de la Rocha, melantunkan lirik "Like Gaza, on to the dawn of Intifada," ia melewatkan acara pelantikan grup tersebut ke dalam Rock & Roll Hall of Fame pada 2023 demi menghadiri aksi unjuk rasa di Washington DC yang menentang pembunuhan warga sipil secara membabi-buta di Palestina.
Dengan semangat serupa, gitaris Tom Morello juga hadir dan tampil dalam sejumlah aksi protes mahasiswa yang menentang genosida yang dilakukan Israel.
Tanpa memedulikan konsekuensinya, Billie Joe Armstrong mengenakan bendera Palestina saat tampil di Malaysia pada awal 2025 dan kerap mengubah lirik lagu saat tampil secara langsung demi menarik perhatian terhadap genosida yang sedang terjadi di wilayah tersebut.
Saat Green Day tampil sebagai penampil utama di Coachella, ia bahkan mengubah lirik lagu "Jesus of Suburbia" dan menyanyikan, "Lari dari rasa sakit seperti anak-anak dari Palestina / Kisah dari keluarga yang hancur lainnya."
Sebagai sosok yang sejak lama menentang perang, Damon Albarn menggalang dukungan untuk Palestina saat tampil sebagai bintang tamu dalam pertunjukan Bombay Bicycle Club di festival Glastonbury 2024.
DJ Snake
DJ Snake adalah pendukung vokal Palestina. Ia kerap memanfaatkan platform global dan panggung konsernya untuk menyuarakan perdamaian, menyerukan gencatan senjata, serta menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Ia pernah memutar lagu pro-Palestina yang populer, "Dammi Falastini" (Darahku adalah Palestina), dalam pertunjukan langsung, termasuk saat konser penting di Kanada dan penampilan di festival-festival besar.
Produser musik bernama lengkap William Sami Étienne Grigahcine ini juga memimpin penonton meneriakkan seruan soal kemerdekaan Palestina.