KEMISKINAN

Ada 82 Juta Orang Miskin di Tiongkok

Denny Armandhanu | CNN Indonesia
Kamis, 16 Oct 2014 16:57 WIB
Tiongkok adalah negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia, namun jumlah kemiskinannya juga sangat tinggi. Kesenjangan pendapatan juga masih luas. Kendati perekonomian Tiongkok maju pesat, ditandai berkembangnya sektor industri, namun warga miskin masih banyak. (REUTERS/Jason Lee/Files)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kendati perkembangan ekonomi Tiongkok adalah salah satu yang paling pesat di seluruh dunia, namun negara ini masih memiliki jumlah warga miskin yang cukup banyak.

Menurut laporan Wakil Direktur Lembaga Pemberantasan Kemiskinan Tiongkok, Zheng Wenkai, dikutip dari Channel News Asia (15/10), ada lebih dari 82 juta warga miskin Tingkok yang berpenghasilan kurang dari US$1 per hari, atau sekitar Rp12 ribu, pada tahun lalu.

Zheng mengatakan standar kemiskinan Tiongkok adalah warga yang memiliki pendapatan per tahun sekitar 2.300 yuan, sekitar Rp4,5 juta, atau kurang dari US$1 per hari.


Zheng mengatakan, jika menggunakan standar kemiskinan nasional yang ditetapkan Bank Dunia, yaitu US$1,25 per hari, maka angka warga miskin di Tiongkok akan melejit hingga 200 juta orang.

Kebanyakan warga miskin, lanjut dia, tinggal di wilayah rawan bencana atau yang memiliki infrastruktur buruk. Menyelamatkan mereka dari kemiskinan adalah hal yang sulit.

"Warga miskin tidak hanya menderita akibat rendahnya pendapatan tapi juga mengalami kesulitan lainnya, seperti sulit mendapat air minum, akses jalan yang buruk, mati listrik, pendidikan yang rendah, sulitnya akses medis dan pinjaman," kata Zheng dalam konferensi pers Selasa lalu.

Tiongkok adalah negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia setelah Amerika Serikat, menggeser posisi Jepang pada tahun 2010.

Kemajuan Tiongkok dirintis perlahan namun pasti sejak melakukan reformasi menuju negara industri 30 tahun lalu.

Namun GDP per kapita negara berpenduduk 1,36 miliar orang itu hanya US$6.767 tahun lalu, atau sekitar Rp82 juta, lebih rendah 13 persen dari AS, seperti disampaikan koran Global Times Rabu lalu.

Paling mengkhawatirkan di Tiongkok adalah kesenjangan penghasilan yang kian lebar.

Dalam laporan Peking University awal tahun ini, sebanyak satu persen rumah tangga di negara itu menguasai lebih dari sepertiga kekayaan Tiongkok pada tahun 2012, sementara 25 persen rumah tangga paling bawah hanya mengendalikan satu persen.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER