Dalam beberapa bulan terakhir, ISIS telah memenggal tiga orang Amerika, termasuk Peter Kassig, seorang pekerja kemanusiaan dan mantan tentara US, yang kematiannya diumumkan dalam sebuah video yang dirilis oleh kelompok pada hari Minggu (16/11).
"Tujuan pemerintah selalu untuk menggunakan setiap sumber daya yang tepat dalam batas-batas hukum untuk membantu keluarga membawa pulang orang yang mereka cintai," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Alistair Baskey dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak merinci langkah apa saja yang akan diambil untuk membebaskan sandera AS, tapi Baskey mengatakan "kami akan membawa departemen terkait seperti militer, intelijen, penegak hukum serta korps diplomatik untuk membebaskan sandera Amerika. Upaya itu terus dilakukan setiap hari."
ABC News melaporkan bahwa seorang pejabat Pentagon menulis kepada Perwakilan AS Duncan Hunter pekan lalu bahwa kajian akan mencakup penekanan "pada memeriksa keterlibatan keluarga, pengumpulan intelijen dan kebijakan keterlibatan diplomatik."
Ia menambahkan bahwa pada surat tertanggal 11 November itu, tidak secara eksplisit membahas masalah pembayaran uang tebusan, yang menurut kebijakan AS tidak akan dibayarkan.
Menurut ABC News, Hunter menyatakan pada Agustus setelah pemenggalan wartawan AS James Foley oleh ISIS, Gedung Putih mendesak Obama "untuk menjamin kita memaksimalkan upaya untuk penyelamatan.”
ISIS juga membunuh wartawan AS, Steven Sotloff dan pekerja kemanusiaan Inggris David Haines dan Alan Henning.