Insiden Korean Air

CEO Korean Air Minta Maaf atas 'Insiden Kacang' Anaknya

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 12/12/2014 13:50 WIB
CEO maskapai Korean Air meminta maaf atas insiden kacang yang melibatkan anaknya, teapt sebelum anaknya diperiksa oleh petugas yang berwenang. Publik Korsel marah karena Korean Air seolah membenarkan tindakan Heather yang mengusir pramugari pesawat atas nama kinerja awak kabin. (Wikipedia Common/Sergey Kustov)
Seoul, CNN Indonesia -- CEO maskapai Korean Air Lines, Cho Yang-ho meminta maaf kepada publik Korea Selatan atas perilaku anaknya pada penerbangan dari New York menuju Seoul.

Ketika itu, Heather Cho, memerintahkan pilot mengembalikan pesawat ke gerbang untuk menurunkan pramugari yang memberikan kacang dengan kantung plastik dan bukan dengan piring. Ini membuat jadwal tiba pesawat tiba di bandara Incheon, Seoul, mundur 11 menit dari jadwal.

Akibat insiden kacang tersebut, Heather Cho telah mengundurkan diri pada Selasa (9/12). Cho Yang-ho mengatakan Heather juga telah dipecat dari semua jabatan yang terkait dengan afiliasi perusahaannya.


"Saya minta maaf saya tidak mendidik dengan baik," kata ayah Heather.

Permintaan maafnya muncul tak lama sebelum putrinya dijadwalkan diperiksa oleh pihak berwenang untuk menjawab pertanyaan tentang insiden Jumat yang terjadi Jumat lalu di bandara John F. Kennedy, New York.

Heather Cho, 40, juga di bawah penyelidikan terpisah oleh jaksa setempat menyusul keluhan yang diajukan oleh kelompok sipil yang menuduhnya melanggar beberapa undang-undang.

"Saya meminta maaf kepada rakyat negeri ini sebagai ketua Korean Air dan sebagai seorang ayah untuk masalah yang disebabkan oleh perilaku bodoh putri saya," kata Cho, yang membungkuk dalam-dalam di depan segerombolan media yang berkumpul di lobi kantor pusat maskapai Korean Air di dekat Bandara Internasional Gimpo di Seoul.

Insiden ini pertama kali dilaporkan pada Senin dan telah memicu kemarahan publik setelah Korean Air seolah merasionalisasikan tindakan Heather atas nama kinerja kepala awak kabin yang tidak memadai.

Departemen Perhubungan mengatakan pihaknya mengkaji apakah Heather Cho melanggar hukum penerbangan. Dia bisa menghadapi tuntutan dan denda jika ditemukan bersalah, kata seorang pejabat.

Penyidik ​​menggeledah kantor Korean Air pada Kamis (11/12).

Insiden ini telah memicu baik kegembiraan dan kemarahan di Korea Selatan, yang ekonominya didominasi oleh keluarga konglomerat kuat yang dikenal sebagai chaebol.

Penjualan lokal kacang macadamia dilaporkan melonjak dalam beberapa hari setelah berita kejadian.