Serangan Teror Nigeria

Gadis Pembawa Bom Itu Berumur 10 Tahun

Ike Agestu/Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 11/01/2015 16:51 WIB
Gadis Pembawa Bom Itu Berumur 10 Tahun Setidaknya 81 orang tewas dalam serangan di masjid di Nigeria bulan lalu. (Reuters/Stringer)
Maiduguri, CNN Indonesia -- Sebuah bom diikat di tubuh seorang gadis berusia sekitar 10 tahun dan meledak di sebuah pasar yang sibuk di kota Maiduguri, Nigeria, pada Sabtu (10/1).

Bom itu menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai sekitar 27 lainnya, kata beberapa sumber keamanan.

"Perangkat peledak melilit tubuhnya dan gadis itu tampak tidak berusia lebih dari 10 tahun," kata satu sumber polisi.


Maiduguri, ibu kota negara bagian Borno di sebelah utara Nigeria, merupakan jantung pemberontakan kelompok militan Boko Haram. Kota itu telah berulang kali menjadi sasaran bom bunuh diri.

Satu sumber keamanan Nigeria mengatakan bom meledak pukul 12.15 waktu setempat. Gadis itu tewas dan sedikitnya 16 jenazah berada di rumah sakit pada pertengahan sore, kata Zakariya Mohammed, seorang petugas keamanan kepada Reuters.

"Saat ini, ada 27 orang luka-luka di Rumah Sakit Medis Borno, sementara selebihnya dibawa ke rumah sakit lain," katanya.

Negara-negara bagian timur laut, Borno, Yobe dan Adamawa menanggung beban pemberontakan selama lima tahun oleh Boko Haram, yang ingin membangun kekhalifahan abad pertengahan di Nigeria, negara terpadat di Afrika dan produsen energi terbesar di benua itu.

Tahun lalu lebih dari sepuluh ribu orang tewas dalam kekerasan yang berkaitan dengan Boko Haram, menurut perkiraan oleh Dewan Hubungan Luar Negeri Nigeria, seperti dikutip dari Reuters.

Ibu kota negara bagian Yobe, Damaturu, tentara menundukkan serangan militan Islam pada Jumat (9/1) malam, tetapi militan telah lebih dulu membakar beberapa bangunan, seorang wartawan Reuters melaporkan dan saksi mengatakan.

Saksi Reuters melihat sejumlah bangunan dibakar, termasuk kantor polisi dan sebuah masjid di pasar Abacha, begitu juga dengan beberapa toko.

Juru bicara pertahanan, Mayor Jenderal Chris Olukolade, mengatakan lima orang tentara terluka dalam pertempuran di Damaturu, sementara korban sipil masih belum diketahu dengan jelas.

Damaturu, awal Desember lalu juga menjadi sasaran serangan udara untuk memghalau para militan.

Olukolade mengatakan militer juga telah berhasil merebut kembali kota Baga minggu lalu.

Sebanyak 14 tentara terbunuh dalam serangan pertama minggu lalu tersebut.

Sabtu (10/1) sore, sebuah bom meledak di kantor polisi di kota Potiskum setelah seorang pria ditangkap dan dibawa ke kantor polisi beserta mobilnya, kata Komisioner Polisi, Marcus Daniadi.

"Kami membawa tersangka ke stasiun (polisi) dan mobilnya melesak dan menewaskan salah satu anggota saya beserta sopirnya. Namun pria tersangka tidak tewas, ia masih menjadi tahanan kami," kata Daniadi.

Boko Haram telah menjadi momok mengerikan di negara yang berpopulasi 170 juta jiwa itu dan menjadi tantangan terbesar bagi presiden Goodluck Jonathan yang akan mencalonkan diri lagi dalam pemilu Nigeria Februari mendatang. (stu)