Hingga saat ini, Pentagon belum memberikan penjelasan lebih lanjut dari mana pasukan pelatih itu akan ditarik. Namun, menurut juru bicara Pentagon, Kolonel Steve Warren, pelatihan akan dimulai pada musim semi di sebuah tempat di luar Suriah.
Diberitakan Reuters, Jumat (16/1), Turki, Qatar, dan Arab Saudi dikabarkan telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan ini menuai kritik dari Kongres. Ada yang beranggapan bahwa program tersebut tidak akan membantu pasukan oposisi Suriah secara cepat. Mereka juga mempertanyakan apakah pasukan itu cukup kuat untuk menghentikan perang antara pemberontak melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.
Di seberang perbatasan Irak, Obama telah menugaskan lebih dari 3.000 tentara AS untuk memberikan arahan dan melatih pasukan Irak dan Kurdi.
Kabar pengiriman pasukan ini tersiar sehari setelah pejabat senior AS bertemu dengan pihak oposisi Suriah dan pemimpin komunitas masyarakat di Istanbul. Agenda pertemuan tersebut memang untuk membahas program misi Suriah ini.
Direktur urusan Suriah dari Komando Pasukan Khusus AS, Mayor Jenderal Michael Nagata dan Utusan Khusus AS untuk Suriah, Daniel Rubinstein, memimpin langsung rapat tersebut.
"Pertemuan perkenalan ini adalah langkah penting untuk persiapan meluncurkan program pelatihan pada musim semi bersama rekan internasional kami," ujar Juru bicara Pentagon, Komandan Elissa Smith. (den)