POLITIK IRLANDIA

Calon Kuat Perdana Menteri Irlandia Mengaku Gay

Denny Armandhanu | CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2015 21:29 WIB
Irlandia tahun ini akan menggelar referendum pernikahan sesama jenis. Negara ini telah 22 tahun menghapuskan kriminalisasi terhadap pelaku homoseksual. Irlandia tahun ini akan menggelar referendum pernikahan sesama jenis. Negara ini telah 22 tahun menghapuskan kriminalisasi terhadap pelaku homoseksual.
Dublin, CNN Indonesia -- Menteri kesehatan yang digadang sebagai calon kuat perdana menteri Irlandia berikutnya, Leo Varadkar, mengakui secara terbuka dirinya adalah seorang gay. Irlandia sendiri pada tahun 1990an masih menerapkan peraturan larangan homoseksual.

Pria 36 tahun itu menyampaikan soal orientasi seksualnya ini dalam sebuah wawancara pada Minggu (18/1) kepada RTE Radio, seperti dikutip Business Week. Putra dari seorang imigran asal India dan berprofesi sebagai dokter sebelum masuk di kancah politik Irlandia, Varadkar berpeluang besar untuk menggantikan Enda Kenny sebagai pemimpin partai Fine Gael, seperti dikutip Paddy Power Plc.

"Itu bukan rahasia - tapi bukan sesuatu yang semua orang harus tahu, tapi itu bukan sesuatu yang saya bicarakan ke depan publik sebelumnya," kata Varadkar dalam wawancara di hari ulang tahunnya yang ke-36.

"Saya hanya ingin jujur pada masyarakat. Saya tidak ingin ada yang mengira saya memiliki agenda tersembunyi," lanjut dia lagi.

Pernyataannya ini disampaikan menjelang referendum pernikahan sejenis di Irlandia, dan pembahasan soal peninjauan kembali rencana mencabut larangan pria gay mendonorkan darahnya di Irlandia.

Referendum ini dilakukan selang 22 tahun setelah Irlandia tidak lagi menerapkan hukuman kriminal terhadap pelaku homoseksual. Pada Januari 2011, pasangan sejenis di Irlandia boleh menjalin hubungan sipil, namun dilarang menikah.

Pengakuan Varadkar ini menjadi tajuk utama di dua harian terbesar Irlandia, yaitu Irish Independent dan Irish Times yang bernada mendukung. "Pengakuan varadkar membuat kita semua berdiri sama tinggi," ujar kolom di Irish Times yang ditulis kolumnis Una Mullally. (den/den)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER