Dilaporkan Al-Arabiya, aksi ini diduga merupakan reaksi Houthi atas ancaman Partai Islah untuk tidak mengikuti pembicaraan dengan Houthi kecuali Presiden Abdu Mansour Hadi dibebaskan dari tahanan rumah.
Presiden Hadi kemudian lolos dari kelompok Houthi mengepung istana kepresidenan. Pada Selasa (24/2) Hadi mencabut pengunduran dirinya dan saat ini dikawal oleh ribuan warga dari berbagai suku Muslim Sunni dan loyalis militer dari selatan Yaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin tinggi komite revolusioner tengah mengikuti langkah mencurigakan yang dilakukan Hadi, yang telah kehilangan legitimasi untuk bertindak sebagai presiden Republik Yaman. Kecerobohan Hadi juga telah merugikan orang Yaman," kata kelompok Houthi dalam sebuah pernyataan, untuk memberikan reaksi atas kaburnya Hadi.
Pada saat yang sama, kelompok pemberontak Houthi mengambil alih kamp pasukan khusus di Sanaa setelah pertempuran pada malam sebelumnya.
Bentrokan di kamp militer di Sanaa berlangsung sekitar enam jam, mulai sore hari pada Selasa ketika Houthi menembaki kamp dengan persenjataan berat.
Setidaknya sepuluh orang tewas dalam bentrokan tersebut.
(ama)
Bentrokan di kamp militer di Sanaa berlangsung sekitar enam jam, mulai sore hari pada Selasa ketika Houthi menembaki kamp dengan persenjataan berat.
Setidaknya sepuluh orang tewas dalam bentrokan tersebut.