Tak Ada WNI Jadi Korban Penyerangan Museum Tunisia

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2015 09:16 WIB
Tak Ada WNI Jadi Korban Penyerangan Museum Tunisia Tidak ada warga negara Indonesia yang tewas dalam penyerangan di Museum Bardo, Tunisia, yang menewaskan 17 turis dan dua lainnya pada Rabu (19/3). (Reuters/Tunisia TV handout via Reuters TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia mengecam penyerangan oleh sejumlah orang bersenjata di Museum Bardo di Kota Tunis, Tunisia yang menewaskan 17 turis dan dua lainnya, termasuk petugas keamanan pada Rabu (19/3).

"Indonesia mengecam tindakan teror di Bardo Museum Tunisia yang menewaskan 8 orang dan menyandera sejumlah orang lainnya," demikian bunyi kicauan melalui akun Twitter resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, @Portal_Kemlu_RI, beberapa saat setelah serangan terjadi.

Dalam kicauan selanjutnya, Kemlu mengabarkan bahwa tidak ada warga negara Indonesia di antara korban meninggal.

Diberitakan CNN, Perdana Menteri Tunisia, Habib Essid, mengatakan bahwa aparat keamanan Tunisia berhasil membunuh dua orang penyerang dan menyudahi penyanderaan di museum tersebut.


Menurut Essid, pihak berwenang saat ini masih mencari tiga orang yang diduga sebagai pelaku penembakan brutal tersebut. "Penyerangan pengecut ini menargetkan perekonomian Tunisia. Kami harus bersatu untuk mempertahankan negara kami," kata Essid.

Penyerangan tersebut terjadi di jantung kota Tunis, di sebuah gedung yang terhubung ke pusat kota dan selalu ramai oleh turis mancanegara.

Setidaknya dua kapal pesiar, MSC Splendida dan Costa Pascinosa, yang memiliki 3 ribu lebih penumpang, sedang berlabuh di Tunis saat itu. Para penumpang kapal itu tengah melakukan tur ke Museum Bardo, Rabu pagi.

MSC Splendida memerkirakan, rencana keberangkatan Rabu malam dari Tunisia akan tertunda, sementara Costa Fascinosa berencana bertolak ke Spanyol dan Perancis sebelum menyandarkan kapalnya di Italia, Minggu.

Essid mengatakan, turis asal Polandia, Italia, Jerman, dan Spanyol termasuk di antara mereka yang tewas. Sementara itu, 20 turis lainnya dan dua warga Tunisia terluka dalam penyerangan tersebut.

Essid tidak secara spesifik menjelaskan siapa pelaku penyerangan tersebut. Dalam pernyataan di radio nasional, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Tunisia, Mohamed Ali Aroui, menyebut mereka adalah kelompok radikal Islam. (stu)