Libya Desak Embargo Senjata Internasional Dicabut

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 29/03/2015 04:20 WIB
Libya Desak Embargo Senjata Internasional Dicabut Militer Libya kewalahan menahan gerak laju ISIS dan meminta dunia internasional mencabut embargo senjata. (Reuters/Stringer)
Mesir, CNN Indonesia -- Libya mengatakan kepada pertemuan puncak Arab bahwa embargo senjata PBB di negara itu harus dicabut untuk mencegah perluasan daerah kekuasaan ISIS.

“Saya mengatakan kepada mereka yang menetang atau menunda pemebrian senjata bagi militer Libya bahwa anda memberi kesempatan kepada teroris Daesh untuk berkembang di Libya dan menyebar di luar wilayah negara ini,” ujar Aqila Saleh, Presiden parlemen Libya yang diakui oleh internasional, yang merujuk pada istilah Arab bagi ISIS.

“Dan negara-negara tetangga Libya yang akan pertama kali terkena dampaknya.”


Saleh berbicara dalam pertemuan para pemimpin Liga Arab di Mesir Sabtu, (28/3).

Pertemuan puncak ini diperkirakan akan menyetujui pembentukan satu pasukan militer Arab bersatu guna melawan ancaman keamanan regional yang semakin besar.

Dewan Keamanan PBB tahun lalu meloloskan resolusi yang mengetatkan embargo senjata internasional ke Libya. Masalah yang sangat sensitid di kalangan negara-negara Arab.

Tahun lalu, Perdana Menteri Libya Abdullah al-Thinni menuduh Qatar mengirim pesawat militer yang penuh dengan senjata ke bandara Tripoli yang dikuasai oleh satu kelompok oposisi bersenjata. Tuduhan ini disangkal oleh Doha.

Qatar membantu mendanai para pemberontak yang menyingkirkan Muama Gaddafi, dan merupakan sekutu kelompok Ikhwanul Muslimis Mesir, satu gerakan Islamis yang banyak diikuti di banyak negara Muslim termasuk hubungan dengan kelompok oposisi yang sekarang mengendalikan Tripoli.

Pemerintah Libya juga menuduh Sudan mencoba mempersenjatai satu kelompok Islamis yang telah merebut Tripoli dan memaksa parlemen terpilih dan para pejabat pemerintah pindah ke bagian timur Libya.

Para pengamat mengatakan Libya berubah menjadi zona konflik bagi sejumlah kekuatan regional yang saling bersaing dan menghadapi ancaman perang saudara dalam empat tahun setelah Gaddafi disingkirkan.

Mesir, yagn mengebom sasaran-sasaran ISIS setelah kelompok ini memenggal 21 warganya, juga meminta agar embargo senjata ini dicabut.

Kairo menuduh Qatar mendukung terorisme, tuduhan yang dibantah oleh Qatar.

Hubungan kedua negara menjadi tegang sejak militer Mesir menyingkirkan Ikhwanul Muslimin dari kekuasaan pada 2013. (yns)