Lima Orang Tewas dalam Bentrokan Anti Imigran Afrika Selatan

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 17/04/2015 03:05 WIB
Lima Orang Tewas dalam Bentrokan Anti Imigran Afrika Selatan Bentrokan di Afrika Selatan (REUTERS/Rogan Ward)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 2000 imigran melarikan diri ke kantor polisi Afrika Selatan, Kamis (16/4), setelah diserang di Durban. Mereka diserang oleh kelompok penduduk setempat yang membawa parang. Bentrokan ini menewaskan setidaknya lima orang.

Menurut keterangan dari pihak berwenang yang dikutip dari CNN, serangan ini menewaskan dua warga imigran dan tiga warga Afrika Selatan. Salah satu korbannya adalah seorang anak berusia 14 tahun. Polisi bersenjata berat ditugaskan untuk menghentikan bentrokan.

Permasalahan ini muncul karena penduduk setempat (Afrika Selatan) menuduh imigran dari negara-negara Afrika lainnya merebut pekerjaan mereka.


"Telah terjadi curahan dukungan dari penduduk lain di Afrika Selatan yang merasa muak akan serangan ini. Bukan karena mereka (orang yang diserang) adalah orang asing, tapi karena mereka adalah sesama manusia," ucap Gift dari Givers Charity, kelompok yang membantu mencari perlindungan di kantor polisi.

Kelompok bantuan ini mengatakan bahwa mereka berharap kalau kekerasan akan segera berakhir di Durban. Namun mereka juga meyakinkan para imigran bahwa ada fasilitas di Johannesburg untuk membantu mereka untuk bisa tinggal.

"Kami punya tenda dan semua perlengkapan penting yang selalu siaga. Tapi kami berdoa agar ini cepat selesai sehingga semuanya ini tidak diperlukan," katanya.

(chs/chs)