Seratus Persen Peserta KAA Setujui Deklarasi Palestina

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Senin, 20/04/2015 14:31 WIB
Seluruh peserta KAA di Jakarta pekan ini telah mencapai konsensus dalam mendukung kemerdekaan dan kedaulatan negara Palestina. "Tujuan KAA adalah mendorong kemerdekaan. Sedangkan Palestina saat ini adalah satu-satunya negara yang belum merdeka di Asia dan Afrika," kata Dubes Palestina, Fariz Mehdawi. (Reuters/Paula Bronstein)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seluruh peserta Konferensi Asia Afrika di Jakarta pekan ini telah mencapai konsensus dalam mendukung kemerdekaan dan kedaulatan negara Palestina. Dukungan ini sangat penting karena merupakan tujuan utama diselenggarakannya konferensi ini, seperti disampaikan oleh Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi.

"Seluruh negara anggota KAA telah mencapai konsensus, 100 persen mendukung kemerdekaan Palestina dan bersatu dalam mengupayakanya," kata Mehdawi saat ditemui CNN Indonesia pada Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Senin (20).

Dukungan terhadap Palestina akan diwujudkan dalam Deklarasi Palestina pada KAA pekan ini. Sebelumnya, sempat terjadi perdebatan saat penggodokan deklarasi ini di antara para perwakilan tetap PBB di New York, Amerika Serikat, terutama di antara negara-negara yang belum mengakui secara resmi kedaulatan Palestina.


Namun Wakil Menteri Luar Negeri Filipina, Jesus R.S. Domingo yang ikut dalam pertemuan menteri di KAA mengatakan bahwa dukungan terhadap Palestina dalam pertemuan di Jakarta kali ini sudah solid.

"Dukungan dan solidaritas terhadap Palestina sudah solid walaupun sempat terjadi perdebatan, terutama pada beberapa kalimat dalam deklarasi," ujar Domingo namun enggan menjelaskan kalimat apa yang menjadi perdebatan tersebut.

Menteri Luar Negeri Republik Guinea, Francois Lounceny Fall, mengatakan bahwa kedaulatan dan kemerdekaan dari Israel adalah hak bagi Palestina. Negaranya, kata Fall mendukung penuh kedaulatan Palestina.

"Palestina harus hidup penuh damai dan aman," kata Fall.

Nafas KAA

Mehdawi menjelaskan bahwa deklarasi Palestina adalah nafas bagi Konferensi Asia Afrika. Dia mengatakan, KAA pertama kali diadakan pada 1955 adalah untuk menghantam kolonialisme dan penjajahan di negara-negara Asia Afrika.

Saat ini, kata dia, hanya tinggal Palestina yang belum mengecap kemerdekaan di dua benua itu. "Tujuan KAA adalah mendorong kemerdekaan. Sedangkan Palestina saat ini adalah satu-satunya negara yang belum merdeka di Asia dan Afrika," kata Mehdawi.

Menurut dia, dukungan ini harus dilanjutkan dengan upaya yang konkret. "Dukungan ini harus dilanjutkan dengan upaya diplomatik," ujar Mehdawi. (stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK