Indonesia Berencana Membuka Konsul Kehormatan di Palestina

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2015 11:48 WIB
Bertemu dengan PM Palestina, Presiden Jokowi menyampaikan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina dan aksi konkret terkait dukungan itu. Bertemu dengan PM Palestina, Presiden Jokowi menyampaikan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina dan aksi konkret terkait dukungan itu. (Dok. Andi Widjajanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyampaikan langsung dukungan kemerdekaan Palestina kepada Perdana Menteri Rami Hamdallah dalam pertemuan bilateral di sela Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Selasa (21/4). Sebagai salah satu langkah awal kerja sama dukungan, Indonesia merencanakan membuka Konsul Kehormatan di Palestina.

"Yang paling penting yang ingin kita sampaikan, tadi saya sampaikan ke Perdana Menteri bahwa Palestina adalah satu-satunya negara yang masih dalam penjajahan, masih dalam posisi dijajah dan saatnya sekarang harus diakhiri. Oleh sebab itu, setelah ini akan ada pertemuan tindak lanjut untuk Palestina," ujar Jokowi kepada awak media sesaat setelah melakukan pertemuan.

Selain mendukung Palestina menjadi anggota tetap PBB, Jokowi juga menjabarkan langkah konkret lain yang akan diambil oleh Indonesia. "Kita tadi juga minta persetujuan untuk pembukaan Konsul Kehormatan Indonesia di Ramallah dan tadi Perdana Menteri menyampaikan didukung. Itu akan mempermudah," tutur Jokowi.


Tak hanya dukungan pembebasan Palestina, Indonesia juga berkomitmen untuk membantu peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Jokowi juga menyebut bahwa hubungan dagang antara Indonesia dan Palestina akan diperkuat.

"Tadi juga dari Palestina minta perdagangan Indonesia Palestina itu diperbesar, tetapi ada permintaan agar diberikan pembebasan pajak untuk barang-barang dari Palestina. Ini masih dalam kajian. Kalau bisa diberikan insentif pajak, itu akan bisa masuk ke Indonesia," papar Jokowi.

Isu kemerdekaan Palestina memang menjadi salah satu titik tekan dalam KTT Asia Afrika kali ini. Salah satu dari tiga outcome document dari KTT Asia Afrika adalah bentuk dukungan kemerdekaan dan pembangunan kapasitas Palestina yang terangkum dalam Deklarasi Palestina.

Rangkaian acara peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika ini dihelat pada 19-24 April. Pertemuan tingkat pejabat tinggi sendiri diselenggarakan di Jakarta pada 19-23 April. Pada 24 April seluruh perwakilan negara akan bertolak ke Bandung untuk melakukan prosesi napak tilas KAA.

Konferensi Asia Afrika pertama kali diselenggarakan pada 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung. Pertemuan ini diadakan dengan tujuan mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, dan negara imperialis lainnya. (stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK