Jokowi dan Presiden Zimbabwe Pimpin Sidang Pleno KAA

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Rabu, 22/04/2015 11:56 WIB
Robert Mugabe, Presiden Zimbabwe dan Ketua Uni Afrika, mengatakan bahwa negara-negara Asia sudah jauh lenbih berkembang dari Afrika sejak mencapai kemerdekaan. Mugabe mengungkapkan bahwa Zimbabwe, seperti juga sejumlah negara Afrika lain mengandalkan sumber daya alam sebagai kunci dari transformasi negaranya. Sehingga, kerja sama yang erat di bidang industri di antara negara Asia dan Afrika harus dipererat. (Reuters/ Pool KAA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Zimbabwe jadi Pemimpin Pertemuan Negara-Negara Asia-Arika

Presiden Joko Widodo bersama Presiden Zimbabwe Robert Mugabe memimpin sidang pleno pertama Konferensi Asia Afrika yang dihadiri para pemimpin negara Asia-Afrika di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Rabu (22/4).

Sebelum sidang dimulai, Presiden Jokowi juga mempersilahkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk melaporkan hasil Pertemuan Tingkat Tinggi dan Tingkat Menteri Asia-Afrika yang diselenggarakan sejak 19 April dan dihadiri oleh 34 menteri, 15 wakil menteri, 29 delegasi negara.


Dalam laporannya, Retno antara lain mengemukakan bahwa Reinvigorating Asian-African Strategic Partnership (NAASP) merupakan kunci penting untuk mempererat solidaritas antar negara Asia dan Afrika.

Sementara, Dasasila Bandung, sebagai hasil dari Konferensi Asia-Afrika tahun 1955, kata Retno, tetap relevan dengan permasalahan yang dihadapi negara-negara Asia dan Afrika saat ini.

Selain itu, terkait dengan Palestina, negara-negara peserta KAA setuju untuk memberikan dukungan kemerdekaan terhadap Palestina, dan membantu pembangunan kapasitas hingga Palestina menjadi negara yang berdaulat.

Dalam pembacaan hasil pertemuan sebelumnya, Retno juga memaparkan pentingnya mempererat hubungan negara Asia dan Afrika melalui sejumlah kerja sama negara Selatan-Selatan, utamanya demi mempercepat geliat ekonomi di negara-negara berkembang di kawasan Selatan. Retno menyebutkan pula bahwa negara-negara Asia dan Afrika membahas soal perubahan iklim dan pembangunan yang berkelanjutan.

Robert Mugabe, yang juga merupakan Ketua Uni Afrika, mengemukakan pendapatnya terkait perkembangan negara Asia dan Afrika.

Mugabe, tampak bugar meskipun telah berusia 91 tahun, menegaskan pentingnya kerja sama antara negara Asia-Afrika dengan berusaha lebih keras untuk mencapai tujuannya.

"Hubungan antara negara Asia dan Afrika, tanpa pertemuan ini, hanyalah berupa ritual saja," kata Mugabe melanjutkan.

Mugabe juga memuji kemajuan negara-negara Asia yang sangat pesat setelah meraih kemerdekaan.

"Kita bertemu sejak kita baru saja melewati masa penjajahan. Kini, Asia telah melewati proses yang begitu cepat, dan jauh lebih maju ketimbang kami di Afrika," kata Mugabe.

Mugabe mengungkapkan bahwa Zimbabwe, seperti juga sejumlah negara Afrika lain mengandalkan sumber daya alam sebagai kunci dari transformasi negaranya. Sehingga, kerja sama yang erat di bidang industri di antara negara Asia dan Afrika harus dipererat.

"Kami banyak bersinergi dengan Indonesia. Kita harus mengingat pentingnya kontribusi perusahaan swasta di Afrika untuk memobilisasi perekonomian kami. Kami harap, perusahaan swasta di Asia juga bergabung dengan kami," kata Mugabe melanjutkan.

"Anggota permanen Asia-Afrika membahas banyak sekali yang sejalan dengan kebutuhan kami di Afrika. Kita harus terus memperkuat persatuan kita, karena persatuan tidak akan terjalin dengan sendirinya, tanpa kita usahakan," kata Mugabe. (stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK