Di KAA, Abe dan Xi Akan Bertemu Secara Khusus

Ike Agestu, CNN Indonesia | Rabu, 22/04/2015 10:30 WIB
Dua pemimpin negara yang terkenal tak akur, Jepang dan Tiongkok, dikabarkan akan melakukan pertemuan bilateral di sela Konferensi Asia Afrika. Abe dan Xi telah bertemu tahun lalu di Beijing, dalam pertemuan KTT APEC. (Reuters/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengaturan akhir sedang dilakukan untuk pertemuan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela pertemuan puncak Konferensi Asia-Afrika di Jakarta Convention Center, Rabu (22/4), menurut laporan dari NHK.

Pertemuan ini, jika benar-benar terlaksana, akan menjadi pertanda mencairnya hubungan kedua negara dengan ekonomi terbesar di Asia yang selama ini dikenal dingin akibat sejarah masa lalu.

Pertemuan antara kedua pemimpin juga bisa mempromosikan pemulihan hubungan yang dimulai ketika Abe dan Xi bertemu pada APEC di Beijing tahun lalu.


Abe dijadwalkan akan berbicara di KAA, dan pidatonya ditunggu, terutama terkait apakah ia akan memberi petunjuk soal perubahan permintaan maaf dari Jepang terkait kekejaman yang dilakukan Jepang pada Perang Dunia II.

Xi dan Abe tiba di Bandara Halimperdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (21/4) tengah malam, dan sebelumnya, Abe mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan pemimpin Tiongkok itu.

Sekretaris Kabinet Jepang, Yasuhide Suga, mengatakan ia berharap Abe dan Xi akan bertemu di Jakarta, namun tak menberikan detil kapan pertemuan akan dilangsungkan.

Jokowi Diapit Xi dan Abe

Pagi ini, sebelum membuka secara resmi Konferensi Asia Afrika, Presiden Indonesia Joko Widodo, duduk diapit oleh Xi dan Abe.

Presiden Jokowi terlihat duduk diapit oleh Perdana Menteri Shinzo Abe di sebelah kiri dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sebelah kanan.

Masih sensitif

Sebuah sumber pemerintah Jepang mengatakan bahwa Abe, yang kembali menduduki kursi perdana menteri pada 2012, akan mengungkapkan penyesalan atas perang di Jakarta namun media-media membantah hal itu.

Pidato Abe di Jakarta, pidato di depan Kongres Amerika Serikat pekan depan serta pernyataannya pada Agustus mendatang dalam peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II dianggap bisa menjadi kunci hubungan Jepang dengan negara-negara tetangganya di masa datang.

Kenangan masa lalu terkait agresi Jepang di Tiongkok di era Perang Dunia II tetap menjadi isu sensitif di Tiongkok bahkan setelah berpuluh tahun berlalu. Beijing telah berulang kali mendesak Jepang untuk menghadapi sejarah.

Abe menegaskan pekan ini bahwa ia akan menegakkan permintaan maaf tengara 1995 untuk peran Jepang dalam perang saat itu perdana menteri Tomiichi Murayama, namun mengatakan ia ingin mengeluarkan pernyataan berwawasan ke depan dalam kata-katanya sendiri. (stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK