Di KAA, Iran Serukan Penghentian Campur Tangan Arab di Yaman

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Rabu, 22/04/2015 13:35 WIB
Dalam pidatonya di KAA, Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan penghentian campur tangan negara-negara Arab dalam konflik di Yaman. Dalam pidatonya di KAA, Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan penghentian campur tangan negara-negara Arab dalam konflik di Yaman. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Iran Hassan Rouhani menjadi salah satu pembicara dalam Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Selasa (22/4). Dalam pidatonya, Rouhani menyerukan penghentian campur tangan negara-negara Arab dalam konflik di Yaman.

Rouhani tidak secara langsung menyebutkan Arab Saudi dalam pidatonya. Namun sudah diketahui bahwa Arab Saudi adalah penggagas dan pemimpin koalisi penggempur pemberontak Houthi di Yaman.

Menurut Rouhani, intervensi militer seperti itu hanya akan menyebabkan kehancuran. Tidak hanya di Yaman, tapi juga di Suriah, dalam serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat ke markas ISIS.


"Intervensi militer hanya akan menciptakan kehancuran, contohnya di Yaman dan Suriah. Sejarah membuktikan bahwa ini bukan langkah yang tepat, hanya memperburuk keadaan. Kita harus mengedepankan dialog," ujar Rouhani.

Rouhani mengatkaan siap membuka dialog untuk menghentikan kekerasan di Yaman. "Iran siap bekerja sama dengan negara tetangga, termasuk negara Arab demi perdamaian kawasan, penghentikan pertumpahan darah di Yaman," ujar Rouhani,

Iran sebelumnya telah membantah keterlibatan mereka dalam konflik di Yaman, Suriah dan Irak. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Irak memberikan bantuandalam bentuk persenjataan kepada pemberontak Syiah Houthi, rezim Bashar al-Assad di Suriah dan militan Syiah di Irak.

Dalam kesempatan tersebut, Rouhani juga menyatakan komitmen negaranya untuk menciptakan perdamaian dunia. Dia juga menyerukan negara-negara Asia Afrika untuk melakukan pemberantasan terhadap paham radikalisme dan terorisme.

Salah satu caranya, kata dia adalah dengan mengidentifikasi alasan-alasan para pemuda tertarik dengan paham radikalisme.

"Masalah kebudayaan dan ekonomi yang berujung pada paham kekerasan harus diidentifikasi. Kita harus mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ekonomi agar para teroris tidak memanfaatkan hal ini," kata Rouhani.

Selain itu, dia juga menyerukan peran para pemuka agama untuk turun tangan mencegah kekerasan. "Tindakan ini harus dimulai oleh pemimpin agama. Tidak bisa diterima jika agama dijadikan alasan untuk kekerasan, terutama Islam, sebuah agama yang membawa pesan pengampunan dan kasih sayang," lanjutnya.

Arab Saudi, menjawab permintaan dari Presiden Yaman Abd-Rabbuh Mansur Hadi, melancarkan serangan udara di Yaman untuk menggempur pemberontak Houthi. Namun pada Selasa (21/4), Reuters melansir bahwa Arab Saudi mengumumkan akan segera menghentikan serangan udara dan memulai operasi yang mengedepankan dialog politik. (stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK